Tips Mencuci Baju Yang Efisien Agar Hidup Sehat Dan Bahagia

Tips-mencuci-baju

Hai, assalamu alaikum.

Pandemi Covid-19 masih bersama kita. Seluruh penduduk Bumi masih harus berjuang melawan ketidakberdayaan kita di hadapan makhluk mikroskopik bernama virus Corona alias SARS-Cov-2 ini.

Apa kabar alam raya? Justru manusia melihat planet ini sedang menyembuhkan diri. 'Berkat'  Covid-19, polusi berkurang. 

Teman-teman tentunya sudah membaca berita tentang bagaimana Gunung Himalaya terlihat lagi dari jarak 200 kilometer setelah 30 tahun, kan?

Pegunungan Himalaya.
Foto: antaranews.com

Tanpa perlu ke Himalaya pun mungkin tanpa sadar kita telah menyaksikan langit yang lebih biru di atas sana di siang hari.

Bukan hanya itu, di pemukiman kami pun saya merasa mampu mendengar suara burung-burung bernyanyi di alam bebas dengan lebih nyaring dan sering.

Bahkan dalam beberapa bulan terakhir nyaris tak ada anak kucing yang dibuang di sekitar sini. 

Apakah ini berarti kedamaian baru?

Sedikit berbeda dengan optimisme di alam liar, kehidupan domestik di masa pandemi ini agak terganjal kenyamanannya. Apalagi kalau bukan karena kebiasaan baru yang harus diterapkan: memakai masker saat di luar rumah, sering mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak dengan orang lain.

Belum lagi kebiasaan baru berdiam di rumah saja, mengerjakan banyak hal dari rumah, menghindari kerumunan, juga menyumbang model stres baru. Live healthy be happy jadi penting nih kalau sudah begini.

Sulit memang, pada awalnya. Namun mau tak mau inilah yang harus dilakukan untuk bisa bertahan hidup. Disiplin adalah kuncinya. 

Fashion kita di tahun 2020 ini bertambah dengan hadirnya masker. Ya, masker. Barang yang harus tersedia, yang jika jumlahnya tidak cukup banyak maka akan sering kita pakai dengan pola cuci-kering-pakai. Merepotkan, ya?

Cucian kita jadi bertambah di musim Covid-19 ini. 

Ah, masak? 

Hanya karena ditambah masker? 

Bukan. Tapi juga karena kita dianjurkan untuk selalu mencuci pakaian yang selesai kita kenakan dari luar rumah untuk menghindari kemungkinan terkontaminasi virus Corona.

Bicara soal cuci baju, saya menemukan sebuah metode yang cukup memudahkan saat harus menyelesaikan cucian baju di rumah: metode mencuci baju yang efisien.

Sebetulnya sederhana saja, sih, tetapi ada sedikit improvisasi saat penjemuran. 

Seperti apa itu? Yuk, baca terus artikel ini!

Mencuci Baju Yang Efisien Dengan Mesin Cuci Bukaan Depan


Sebelum membahas metode mencuci baju yang efisien, saya ajak teman-teman bicara soal cara mencuci dulu, ya.

Mencuci baju bisa dilakukan dengan mesin cuci atau dikucek dengan tangan. Untuk mesin cuci ada pilihan mesin cuci dua tabung (semiotomatis) dan mesin cuci satu tabung (otomatis).

Mesin cuci satu tabung sendiri ada dua pilihan: bukaan atas (top load) dan bukaan depan (front load).

Sepanjang hidup, saya pernah mencuci dengan berbagai metode: mencuci dengan tangan, dengan mesin cuci dua tabung dan mesin cuci satu tabung bukaan depan.

Berdasar pengalaman saya, mencuci dengan mesin cuci bukaan depan itu lebih irit air daripada mesin cuci dua tabung. Ini penting banget di saat hidup di masa sulit seperti sekarang. Jangan sampai tagihan penggunaan air ikut mencekik perekonomian kita. 

Penggunaan listrik mesin cuci bukaan depan juga cukup ramah dompet. Konsumsi listrik terbanyak di mesin cuci bukaan depan adalah saat spin alias pengeringan yang hanya berlangsung beberapa menit saja, tergantung mode yang digunakan. Atau saat mesin cuci menggunakan mode pencucian air panas.

Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa mesin cuci bukaan depan ini tidak awet atau mudah rusak padahal harga belinya tinggi.

Tidak juga. Memang mesin cuci bukaan depan ini punya kekurangan harganya lebih mahal daripada model lain, tetapi kepraktisannya tidak main-main. Cukup tekan tombol, mesin akan menyelesaikan cucian hingga akhir, kecuali tahap penjemuran, hehehe... Belum lagi baju dalam mesin cuci bukaan depan tidak akan saling membelit saat dicuci. Inilah kelebihan mesin cuci bukaan depan.


Mesin Cuci Calma WD 1157 Dari Modena Untuk Live Healthy Be Happy

Mesin cuci Calma WD 1157 dari Modena ini adalah generasi terbaru mesin cuci bukaan depan. Dengan automated drum cleaning memastikan tabung selalu bebas dari kuman. 

Bisa untuk mencuci dengan air panas dan punya 5 kali pembilasan yang menjamin cucian dan tabung bebas dari residu deterjen.

Tunggu. Dibilas berulang-ulang itu berarti diputar dalam tabung berkali-kali? Apa tidak malah merusak pakaian?

Tidak, dong. Mesin cuci Calma WD 1157 dilengkapi dengan Ergodrum, tabung cuci yang ramah pakaian sehingga tidak merusak serat kain meski dibilas berulang-ulang.

Fitur Power off memory memungkinkan penambahan cucian meskipun proses pencucian sudah berlangsung. Setelah cucian ditambahkan, tidak mengulang dari awal lagi. Juga berguna saat listrik mati di tengah proses pencucian.

Kapasitas pencucian 11 kg, dilengkapi motor inverter sehingga hemat listrik 40% dan tidak berisik. Konsumsi daya saat mencuci cuma 194 watt, sedangkan saat spinning membutuhkan daya listrik 598 watt.



Selain konsumsi daya yang hemat, mesin cuci ini punya kemampuan mengukur kebutuhan air, sehingga hemat air.

Fitur pengering milik Calma WD 1157 ini bisa mengeringkan pakaian hingga 90%. Sangat membantu cucian cepat kering saat dijemur.

Mesinnya canggih dan hemat, penampilan luarnya pun keren. Bukan seperti warna kebanyakan, Calma WD 1157 ini tampil dengan warna titanium. Cakep sekali!

Mesin-cuci-calma-wd-1157
Calma WD 1157
Foto: fimela.com

Tips Mencuci Dengan Mesin Cuci Bukaan Depan


Rahasia perawatan mesin cuci bukaan depan itu ada di jenis deterjen yang digunakan. Pantang kita gunakan deterjen bubuk pada mesin ini, kecuali kalau kita ingin mesin cuci cepat rusak.

Cara kerja mesin cuci bukaan depan adalah memanfaatkan gesekan antarcucian sehingga kotoran bisa rontok.

Deterjen bubuk menghasilkan banyak busa, sehingga justru melicinkan gesekan tersebut. Akibatnya, cucian kurang bersih. 

Busa sabun yang terlalu banyak juga lama-kelamaan bisa membuat karet penahan pemutar (bearing) menjadi kaku dan keras sehingga kehilangan elastisitasnya. Akibatnya, karet tidak bisa menahan air dan masuk ke bagian pemutar. 

Apa akibatnya? Bearing yang kontak dengan air lama-kelamaan berkarat dan tidak bisa lagi berfungsi memutar tabung. Mesin cuci pun rusak. Duh, sayang, kan?

Pantangan lainnya adalah beban yang terlalu berat. Selalu perhatikan saat memasukkan cucian. Posisi berjongkok di depan mesin cuci  saat memasukkan cucian adalah yang terbaik. 

Dari posisi itu kita bisa mengukur secara tepat tingkat kepadatan cucian. Cek dengan tangan, pastikan ada cukup ruang kosong di atas tumpukan cucian.

mesin-cuci-modena-calma-wd-1157
Pastikan beban tidak berlebihan.
Foto: fimela.com


Mengapa begitu?

Sekali lagi, prinsip kerja mesin cuci bukaan depan adalah memanfaatkan gesekan antarcucian. Jika tak ada ruang kosong, bisa dipastikan cucian tidak bisa bergerak bebas sehingga gesekan yang ditimbulkan kurang. Akibatnya cucian tidak bersih.

Pantangan ketiga adalah, jangan pernah mencuci berturut-turut tanpa jeda. Mesin penggeraknya bisa panas berlebihan, kemudian rusak. Beri waktu antara pencucian yang satu dengan yang lainnya sampai mesin mendingin.

Kunci Metode Mencuci Baju Yang Efisien

Nah, sekarang kita kembali ke manajemen mencuci baju, ya. Sudah penasaran, kan kayak apa itu?

Podcast terkait: Manajemen Mencuci Baju

Setelah pakaian dicuci dan keringkan, kini saatnya menjemur. Jemur bagian dalam pakaian di luar dengan cara membaliknya.

Lalu, nah, ini dia kuncinya!

Jemur cucian berdasarkan jenis dan kepemilikan. Eh, gimana?

Mudah sebetulnya. Pakaian dengan jenis yang sama dijemur berdekatan. Misalnya kaus dengan kaus, bawahan dengan bawahan, kerudung dengan kerudung.

Tapi bukan cuma itu. Kelompokkan juga berdasar kepemilikan. Misalnya celana si A dijejerkan dengan celana si A, begitu terus sampai habis. Lalu sebelahnya lagi celana si B, celana si B lagi, celana si C dan seterusnya sampai habis.


Tips-mencuci-baju
Ilustrasi pengelompokan jemuran.

Kenapa harus dikelompokkan? Jawabannya ada saat kita mengangkat jemuran yang kering.

Jadi begini. Setelah dijemur dengan pengelompokan, ketika jemuran sudah kering kita angkat sesuai urutan.

Nah, ketika jemuran kering tadi siap untuk dirapikan, mudah dan cepat sekali kita selesaikan karena sudah berurutan.

Misalnya akan disetrika, maka kita akan dapati jenis pakaian yang sama dalam satu rombongan. 

Atasan, lalu atasan lagi, atasan lagi dan seterusnya sampai habis.

Tips-mencuci-baju
Kaus kaki dijejerin biar gampang merapikannya nanti.

Keuntungan tambahannya, karena tadi kita jemur berdasarkan jenis dan kepemilikan, kita akan jumpai pola seperti ini: atasan si A, atasan si A, atasan si B, atasan si B, atasan si B, atasan si C dan seterusnya sampai habis. Seru, kan?

Bahkan jika kita termasuk golongan yang tidak menyetrika pakaian, metode seperti ini juga sama hasilnya: lebih cepat saat merapikan pakaian, bukan cuma berdasarkan jenisnya, bahkan juga berdasarkan pemiliknya!

Sambil merapikan, kita bisa langsung menumpuk pakaian sesuai kepemilikan. Selesai dirapikan, selesai pula dikelompokkannya, tinggal dimasukkan ke lemari pakaian. Efisien, kan?

Pada awalnya sulit, tetapi seiring dengan pembiasaan diri, lama-kelamaan menjadi mudah dan otomatis. Nah, kalau sudah begini, kan jadi setara dengan mesin cucinya. Sama-sama otomatis 🤩

Semoga metode ini bisa menjadi inspirasi, ya. Teman-teman punya metode mencuci baju yang efisien juga? Boleh bagi pengalamannya di kolom komentar, lho. Yuk, live healthy be happy!







26 Comments

  1. Jadi pengen nih pakai mesin cuci Modena. Hemat listrik. Di saat seperti ini penting banget buat ngerem pengeluaran, termasuk pemakaian listrik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau pencucian biasa itu hemat kok, mbak. Asal tidak sering pakai mode pencucian dengan air panas.

      Delete
  2. Oh...baru ngerti aku klo pas jemurpun ada tekniknya mba. Aku biasanya cuma berdasar bahan...yang lebih tebel, tak taruh di tempat yang lebih panas/terbuka...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...itu trikku, lis. Menjemur di tempat yang lebih panas untuk pakaian yg lebih tebal juga tetap berlaku.

      Delete
  3. Saya sekarang ga pake trik menjemur Mba, soalnya yang jemur anak saya, kebetulan dia pengen belajar jemur pakaian, lumayan banget membantu saving waktu saya dalam kegiatan jemur menjemur hahaha, meski jemurnya amburadul :D

    Btw asyik banget ya mesin cuci Modena, keren banget tuh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cakep, mbak. Anak laki pun musti pinter ngurusin jemuran ya.

      Delete
  4. Modena emang juara banget soal mencuci yaa , udah otomatis bnget.
    Dan ku juga kalo nyuci suka auto sendiri di kelompokin gitu, celana ya celanaa, atasan ya atasan, rok roook dll. Berasa rapih gituuu kalo jemurnyaaa dan beresinnya nanti kalo dah kering .

    ReplyDelete
  5. Hihihi Saya ngikik baca judulnya. Soalnya pas buat saya banget nih yang gak hobi mencuci pakaian. Harus cari cara efisien supaya bisa tetap hepi. Makanya suka mengandalkan mesin cuci. Dan Saya paling suka mesin cuci bukaan depan

    ReplyDelete
  6. mesin cuciku masih yang jadul ih yang bukaanya di atas, pengen banget punya mesin cuci yang bukaanya dari depan ah, mau nabung dari sekarang sebelum mesin cuci yang di rumah rusak hehehe

    ReplyDelete
  7. cakep ya warna mesinnya kaya robot. belum pernah sih nyoba mesin bukaan depan..kayanya lebih praktis ya dari bukaan atas

    ReplyDelete
  8. Tidak saling membelit. Nah..ini nih yg kucari. Selama ini suka kesel banget ngangkat cucian yg saling membelit dari mesin cuci. Huh..

    ReplyDelete
  9. Selama ini tidak terpikirkan oleh saya untuk mengelompokkan pakaian ketika menjemur. Ternyata memang jadi lebih praktis ya. Mudah saat merapikan setelah dijemurnya

    ReplyDelete
  10. Ngakak sama point "Pada awalnya sulit, tetapi seiring dengan pembiasaan diri, lama-kelamaan menjadi mudah dan otomatis. Nah, kalau sudah begini, kan jadi setara dengan mesin cucinya. Sama-sama otomatis" Trims tips mencuci bajunya mba diah:)

    ReplyDelete
  11. AKu mupengg banget ama mesin cuci kece ini
    Bismillah, semoga kita semua sehaaaattt wal afiat ya
    Aamiiin aamiin ya robbal alamiin

    ReplyDelete
  12. Boleh juga nih, ide njemur kaos kakinya,mbak. ikutan ah. Btw aku naskir sama mesin cuci Modena ini, mbak. Cakep kemampuannyaaaaa

    ReplyDelete
  13. Salah ini, Mbak .. sebagian orang yang mengatakan bahwa mesin cuci bukaan depan ini tidak awet atau mudah rusak padahal harga belinya tinggi.

    Mesin cuci bukaan depan punya saya awet, masya Allah. Dibeli tahun 2001 waktu hamil besar anak pertama, sampai sekarang masih dipake nih.

    ReplyDelete
  14. Aku juga pakai mesin cuci bukaan depan nih, biasanya aku pisahkan pakaian berwarna terang & gelap. Produk MOdena juga ternyata punya mesin cuci bukaan depan ya

    ReplyDelete
  15. Pas baca ini jadi keidean beli soalnya mesin cuci di rumah udah rusak. Sudah 2x diperbaiki jadi kayaknya gak ketolong lagi.

    ReplyDelete
  16. Saya lagi nabung juga nih mbak buat beli mesin cuci bukaan depan soalnya mesin cuci yang skrng udah mulai oleng hehe.
    Wah bisa juga nih tipsnya dipraktikkan soalnya selama ini suka kesulitan pas nglipetin baju misah2 hehe, ternyata mending dipisahin sejak cuci jemur ya :D TFS

    ReplyDelete
  17. Cakep bgt yaa mesin cucinya modena. Aku jujur baru tau kalo modena punya mesin cuci.

    Ternyata oke ya mba

    ReplyDelete
  18. Bahagia banget ya kalau ada mesin cuci yang hemat daya kayak Modena ini. Soalnya kan sekarang makin sering harus nyuci baju kan. Habis dari bepergian pasti baju langsung cuci semua.

    ReplyDelete
  19. Punya mesin cuci Calma kayaknya idaman semua orang ya Mba. Produknya kece badai dan fiturnya itu lho, kekinian banget dan memudahkan kita di tengah pandemi yang kudu beberes setiap hari

    ReplyDelete
  20. Aaah...iya juga yaa..
    Menejemen menjemur yang baik, jadi memudahkan setelahnya.
    Aku diajarin mbakku juga niih...tapi belum diamalkan. Heheh...masih suka asal aja.
    Mesin cuci Modena, andalan bagi keluarga masa kini.

    ReplyDelete
  21. Aku sudah pakai mesin cuci bukaan depan beberapa tahun. Dan yg aku suka dr mesin cuci front load ini adalah baju2 engga rusak. Klo bulaan depan tu malah rusak, bahkan pd molor

    ReplyDelete
  22. aku sih banagiaaa dengan mesin cuci yang ada di rumah mbaa dan juga memang sangat membantu di tengah pandemi yang membuat kita rajin mencuci baju

    ReplyDelete
  23. Saya masih pake Tangan mbak. Tapi kayaknya kalau sudah pindah ke Rumah sendiri harus pake mesin cuci nih. Sudah Nyicil tempatnya, semoga segera bisa beli mesinnya 😁

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan.

Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Komentar yang masuk tidak selalu saya balas.

Terima kasih.