Manfaat Ikan Laut

by - August 14, 2020

Ikan laut merupakan bahan makanan yang luar biasa hebat. Para ibu kerap mengambil manfaat ikan laut dengan menjadikannya sebagai menu spesial bagi buah hati.


Ikan laut dipercaya dapat mencerdaskan otak janin karena mengandung asam lemak omega 3, sehingga tak jarang dokter kandungan atau bidan meresepkan minyak ikan yang mengandung omega 3 untuk ibu hamil. 

Ikan laut menjadi istimewa bukan hanya karena kandungan omega 3-nya. Sebetulnya omega 3 ini juga dapat dijumpai pada hewan lain dan tumbuhan, namun kadar yang tinggi memang hanya dijumpai pada ikan laut.

Selain omega 3, ikan laut kaya akan protein, sebagai sumber vitamin D dan juga zat besi serta kalsium. Dalam ikan juga terdapat asam lemak lain yang cukup populer, yaitu omega 6 dan omega 9.

Seampuh itukah manfaat ikan laut? Yuk, kita cari tahu!

Manfaat Omega 3 Dari Ikan Laut


Omega 3 adalah lemak tak jenuh ganda yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, sehingga harus didapat dari makanan.

Omega 3 berfungsi penting dalam tubuh manusia sebab mampu mengurangi risiko penyakit jantung koroner, membantu kesehatan mata, mencerdaskan otak janin dan balita, membantu penyerapan vitamin, mencegah kerusakan pembuluh darah dan mampu menurunkan risiko depresi.

Omega 3 bersifat antiinflamasi yang artinya mampu mengurangi peradangan.

Omega 3 juga memiliki sifat antiritmik yang bisa mengatasi masalah denyut jantung yang abnormal.

Ikan salmon mengandung 1,4 gram omega 3 per 100 gramnya. Namun ikan salmon harganya mahal sebab masih banyak kita peroleh lewat impor dari Norwegia.

Sebagai alternatif sumber omega 3, bisa kita pilih ikan tuna, ikan kembung atau sarden yang banyak terdapat di perairan Indonesia. 

Ikan kembung bahkan mengandung omega 3 lebih banyak daripada salmon, yakni 2,6 gram omega 3 per 100 gram. 

Manfaat-ikan-laut
Ikan laut kaya akan omega 3
Sumber: halodoc.com


Manfaat Protein Dari Ikan Laut

Ikan laut mengandung protein hewani. Protein sangat diperlukan tubuh manusia untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh. Tidak heran kalau tubuh mendapat asupan protein yang cukup, akan bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

Kalau kata orang, anak zaman sekarang badannya cepat besar dan tinggi, karena gizinya berlimpah. Yang dimaksud gizi di sini adalah protein.

Selain itu, protein juga merupakan sumber energi, bersama-sama dengan karbohidrat dan lemak. Protein menghasilkan energi sebesar 4 kalori per gram, sama dengan jumlah energi yang dihasilkan karbohidrat.

Adanya energi yang cukup, dapat membuat manusia aktif bergerak dan berpikir. Terbayang, dong jika manusia diibaratkan kendaraan. Tentunya hanya bisa bergerak kalau ada energi atau bahan bakarnya.

Protein juga membentuk antibodi yang disebut imunoglobulin. Jadi wajar saja kalau orang yang sedang sakit atau dalam masa penyembuhan perlu mengkonsumsi protein lebih banyak.

Dalam kondisi tubuh normal, balita memerlukan 10 gram protein per hari. Anak usia SD membutuhkan 19-34 gram protein per hari.

Manfaat Vitamin D Dari Ikan Laut

Ikan laut kaya akan vitamin D yang mampu menjaga kesehatan tulang dan gigi. Vitamin D dan kalsium serta fosfor menjaga tulang tetap kuat dan membentuk tulang yang sempurna pada janin.

Vitamin D terlarut dalam lemak, sehingga hanya bisa didapat dengan cara mengkonsumsi makanan berlemak. Ikan salmon dan tuna menjadi favorit, sebab menyediakan vitamin D yang cukup dalam lemak mereka.

Manfaat-ikan-laut
Olahan ikan laut


Ikan Laut Dan Kandungan Merkuri


Wow, banyak sekali manfaat ikan laut, ya. Meskipun begitu, kita tetap harus berhati-hati mengonsumsi ikan laut sebab ada ikan jenis tertentu yang mengandung merkuri dalam jumlah cukup tinggi. Jenis seperti ini harus dihindari atau dibatasi konsumsinya.

Misalnya tuna. Ikan ini populer tetapi mengandung merkuri dalam jumlah yang cukup berbahaya. 

Tuna merupakan ikan yang banyak hidup di Samudra Pasifik dan Samudra Hindia.

Ada jenis Tuna Sirip Biru (Bluefin) yang harganya ada yang mencapai 1 milyar rupiah. Wow! 

Kemudian ada juga Tuna Sirip Kuning (Yellowfin), Tuna Mata Besar (Bigeye tuna) dan Tongkol (Skipjack). 

Di Indonesia, tuna ditangkap di perairan sepanjang Selatan Jawa, terus ke Timur hingga ke perairan Bali, Laut Flores hingga Laut Banda, Selat Makassar, perairan Wakatobi dan perairan Papua

Jenis tuna yang banyak dijumpai di wilayah Indonesia Timur adalah Tuna Sirip Kuning dan Tongkol atau Cakalang.  Negara kita kaya akan tuna, ya.

Namun, sayangnya, menurut penelitian Tri Handayani dkk dari Institut Pertanian Bogor (IPB), tuna yang berasal dari Samudera Hindia mengandung kadar merkuri lebih tinggi daripada tuna yang berasal dari Samudera Pasifik. 

Waduh. Kok bisa begitu? Dari mana merkuri ini berasal?

Menurut penelitian Sunderland dan Mason yang diterbitkan pada 2007, perairan di seluruh dunia mengandung 350.000 ton merkuri.


Merkuri
Merkuri alias raksa, ada dalam termometer

Mirisnya, dua pertiganya dihasilkan oleh manusia melalui berbagai industri, seperti industri pengolahan bahan kimia, obat-obatan, insektisida dan pertambangan. Sisanya dihasilkan secara alami dari proses pelapukan batuan dari gunung berapi dan juga pelapukan tebing dari permukaan laut.

Selanjutnya, bakteri mendekomposisi merkuri menjadi metil merkuri yang kemudian diserap oleh jasad renik dan masuk ke dalam rantai makanan. 

Tuna sebagai predator teratas (top predator) mengumpulkan semua merkuri yang berjalan di rantai makanan tersebut dalam tubuhnya. Begitulah kisah mendaratnya merkuri dalam tubuh ikan tuna.

Selain tuna, ada juga ikan laut lain yang mengandung merkuri dalam jumlah banyak dalam tubuhnya, yaitu ikan hiu, marlin, todak dan tengiri.

Apa bahayanya merkuri?

Merkuri adalah logam berat yang berbahaya untuk tubuh manusia. Merkuri dapat menyebabkan kelumpuhan otak janin, terhambatnya tumbuh kembang janin dan balita, insomnia pada orang dewasa, kesulitan berbicara, kesemutan dan mati rasa, gangguan ginjal dan paru-paru. 

Lalu, berapa jumlah ikan tuna yang aman dikonsumsi? Anak-anak boleh mengonsumsi tuna sebanyak 50-75 gram per minggu, sedangkan orang dewasa bisa hingga 200 gram per minggu.

Cara tepat mengurangi risiko terpapar merkuri adalah dengan memilih ikan tuna yang kecil dan memperlebar rentang waktu makan ikan tuna. 

Informasi mengenai jenis ikan laut yang baik dan aman dikonsumsi bisa juga dilihat di situs halodoc.com. 

Di halodoc.com banyak artikel kesehatan dan artikel gaya hidup sehat. Salah satunya artikel tentang cara memilih dan mengolah bahan makanan yang tepat agar gizinya maksimal.

Kalau ingin berkonsultasi dengan dokter, bisa lewat aplikasinya. Unduh saja lewat Google PlayStore atau App Store.

Cara Mengolah Ikan Laut


Manfaat-ikan-laut
Daging ikan laut tuna dan salmon


Ikan laut punya banyak manfaat, tapi baunya amis. Tak jarang, anak-anak dan balita enggan makan ikan laut karenanya.

Kenapa, sih ikan laut bisa bau amis?

Bau amis ikan laut sebetulnya alamiah. Dipicu oleh senyawa Trimetilamina oksida,  senyawa organik yang umum terdapat pada hewan.

Trimetilamina oksida ini akan pecah menjadi senyawa trimetilamina (TMA) yang menimbulkan bau busuk pada ikan mati.

Ikan air tawar juga memiliki ini tapi kadarnya tidak setinggi ikan laut dan krustasea (udang-udangan).

Banyak cara menghilangkan bau amis ikan laut. Bisa dengan direndam dalam susu selama 30 menit. Kasein susu akan memecah senyawa tersebut.

Duh, kok pakai susu? Mahal! Tenang, ada cara lain yang mudah dan murah untuk menghilangkan bau amis ikan.

Kita bisa menggunakan rempah-rempah seperti kunyit dan jahe. Balurkan kunyit bubuk atau parutan jahe ke seluruh permukaan ikan. Diamkan selama 30 menit, lalu bilas hingga bersih. Ikan siap untuk diolah.

Cara terbaik mengolah ikan laut adalah dengan merebus atau mengukusnya, bukan dengan cara digoreng. 

Proses penggorengan bisa menurunkan kadar omega 3 serta merusak asam lemak omega 6 dan 9 dan mengubahnya menjadi lemak trans yang justru buruk bagi kesehatan.

Nah, itulah manfaat ikan laut. Banyak sekali, ya manfaatnya. Pantas saja kalau menjadi primadona. Dari beragam jenis ikan laut, mana yang paling teman-teman sukai? Ceritakan, dong di kolom komentar. Yuk, yuk!





You May Also Like

5 comments

  1. Aku paling sering klo beli udang atau cumi2. Alasane..ga begitu berkualitas...Sik masake cepet.. :-D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Udang digoreng aja udah enak ya. Tp ngupasinnya lama, maemnya cepet banget 😁

      Delete
  2. Kebetulan saya suka beli ikan Kembung, harganya lebih terjangkau di banding ikan tuna. Ikan tuna yang di jual dipasaran sepertinya sudah ga fresh, rasanya juga hambar menurutku. Jadi merasa beruntung suka ikan kembung.

    ReplyDelete
  3. aku suak banget yg namanya ikan , tapi jarang makan krn suami gak suka

    ReplyDelete
  4. Waduh mba, saya penyantap cakalang nih. udah gitu lebih sering digoreng pulang.
    Jadi cemas deh. Gmn cara mengukur kadar merkuri dalam darah kita ya

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan.

Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Komentar yang masuk tidak selalu saya balas.

Terima kasih.