KEB

KEB

BPN

BPN

About Me

About Me
Diah is here! Mom of three boys.

Cara Baru Bakar Kalori Saat Bersepeda Di Rumah

Cara baru bakar kalori saat bersepeda di rumah. Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal. Termasuk cara suami saya dalam bakar kalori saat bersepeda. Kalau dulu, sebelum pandemi, beliau biasa gowes sambil keliling pedesaan, kini beralih ke genjot sepeda di dalam rumah. 

Awal 2021 suami saya memutuskan membeli satu unit sepeda statis untuk digunakan di rumah. Alasannya ada tiga. Pertama, bersepeda di rumah lebih irit biaya operasional dan bebas dari rasa khawatir mengalami ban bocor atau yang lain. Bukan rahasia lagi kan kalau pergi jauh itu butuh uang saku? Hihihi...

Kedua, agar bisa tetap bersama keluarga. So sweet, ya? Kalau gowes di luar biasanya kami ga bisa ikut. Paling-paling si Mas Besar yang turut gowes, sementara saya dan Adek naik motor. Saya ga kuat kalau disuruh bersepeda jauh-jauh. Lagipula, Adek mau ditaruh mana? Hehehe...

Ketiga, karena masih musim corona. Kalau sepedaan ke mana-mana khawatir tertular. Maklumlah, suami saya bisa nggenjot sampai kota lain. Dari Madiun ke Ponorogo, misalnya. Pernah saya nyeletuk bercanda, "Kalau diturutin entar tahu-tahu sampe Solo, deh."


bakar-kalori-saat-bersepeda

Beruntungnya, suami saya tipe pesepeda soliter. Beliau lebih suka sepedaan sendirian, tidak tergabung dalam kelompok apapun. Kok disebut beruntung? Iya. Soalnya kalau berkelompok, duh, bisa-bisa terbawa suasana grup. Yang satu meremajakan gir, yang lain ikutan. Yang satu beli kacamata pesepeda, yang lain latah beli. Bahaya dooong...hahaha...

Yang namanya goweser itu pasti bakal meng-upgrade sepedanya. Entah cepat atau lambat. Boleh saja, sih. Asal saat benar-benar butuh pengingkatan, bukan sekadar ingin. Nah, untuk itu, keinginan beli sepeda statis patut diwujudkan.

Manfaat Pembakaran Kalori Saat Bersepeda

Seperti yang kita ketahui, berolahraga, termasuk bersepeda, bisa membakar kalori. Tapi, apa sih manfaat pembakaran kalori saat bersepeda?

Tentu saja pembakaran kalori punya manfaat besar. Ada kalori yang terbakar artinya ada energi tubuh yang dikeluarkan. Kalori yang menumpuk dalam tubuh terlalu banyak bisa menyebabkan keluhan penyakit, misalnya kegemukan yang bisa berujung ke penyakit diabetes.

Kebetulan secara garis keturunan, suami saya punya bakat diabetes. Itulah sebabnya di usia kepala empatnya ini beliau harus punya olahraga yang disukai dan bisa rutin dilakukan.

Bersepeda menjadi pilihan terbaik sebab tidak terlalu membebani pergelangan kaki seperti olahraga lari. Sebenarnya lari juga bisa membakar kalori, bahkan ada yang membandingkan kalori bersepeda vs lari. Namun yang paling pas untuk bentuk dan berat badan suami saya adalah bersepeda. Maklum, badan suami saya tinggi besar dan dulu pernah mengalami cedera kaki saat masih muda. 

Berenang bisa juga, sih karena air akan menopang berat badan. Cuma saja untuk saat pandemi ini belum berani ke kolam renang. Intinya, untuk membakar kalori bisa dipilih olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh dan kesukaan. Percuma juga berolahraga tapi di bidang yang kurang disukai. Adanya malah ogah-ogahan nanti.

Enaknya Naik Sepeda Statis Bisa Tahu Cara Menghitung Kalori Yang Terbakar Saat Bersepeda

Banyak yang ingin tahu, apakah naik sepeda bisa bikin kurus? Berapa kalori bersepeda santai 1 jam? Atau berapa kalori terbakar saat bersepeda 1 km?

Bagi orang awam sulit untuk menemukan berapa jumlah energi yang terbakar saat bersepeda dengan jarak sekian km atau sekian menit.

Tapi, di sepeda statis biasanya sudah ada alat pengukurnya. Ada petunjuk jarak tempuh, kecepatan rata-rata, denyut jantung, durasi bersepeda, dan juga jumlah kalori yang terbakar. Jadi, hanya dengan melihat layar saja kita bisa tahu berapa kalori yang terbuang selama bersepeda statis. 

Tidak bisa dijadikan patokan pasti, ya, karena energi yang terbakar itu dipengaruhi banyak faktor, seperti berat badan dan kecepatan. Tapi lumayanlah bisa jadi penyemangat. Yeay...

Nah, apakah bersepeda bisa bikin kurus? Bisa iya, bisa tidak. Tergantung frekuensi, durasi, dan ketekunan. Juga dipengaruhi oleh asupan kalori yang didapat dari makanan.

Cara Agar Tidak Bosan Bakar Kalori Dengan Sepeda Statis

Bakar-kalori-saat-bersepeda


Gowes di rumah saja, apa tidak bosan? Tergantung keteguhan tekad masing-masing goweser. Tapi ada cara biar tidak bosan bersepeda statis di rumah. 

Pertama, buat catatan target harian. Berapa kilometer nggenjot, berapa lama sepedaan. Catatan ini bisa membuat semangat muncul. Terlebih kalau punya target mingguan atau bulanan. Catat saja di kertas lalu tempel di dinding dekat sepeda statis. Tengok setiap hari biar muncul rasa ingin menaklukkan diri sendiri.

Kedua, setel video bersepeda. Cara ini murah meriah dan sudah dipraktikkan suami saya. Cari video gowes di YouTube atau sumber lain, unduh, setel di TV atau laptop. Bersepedalah sambil menghadap layar. Hei, kita bersepeda sampai negeri seberang!

Ada banyak pilihan video bersepeda. Bisa pilih negaranya, suasananya. Mau sepedaan di Perancis atau di Bali? Atau gowes dengan pemandangan danau, salju, hutan, pegunungzn? Tinggal pilih. Ada juga pilihan durasi. Mau sepedaan berapa jam? Satu atau dua jam? 

Atau kalau ingin yang tidak terlalu santai, bisa pilih video latihan di ruangan. Kalau video semacam ini ada targetnya. Sekian menit pelan, sekian menit hajar. Ada pelatihnya juga, kok. Seru!

Nah, kan. Ada yang sudah ingin coba bakar kalori saat bersepeda juga? 




Related Posts

Posting Komentar

Follow by Email