Ibu Menyusui, Puasa Atau Tidak?

by - April 25, 2020

ibu-menyusui-puasa

Hai, assalamu alaikum.

Ramadan tiba.
Ramadan tiba.

Ada rutinitas baru saat Ramadan: sahur, puasa dan berbuka.

Biasanya ibu-ibu mengeluarkan lebih banyak energi saat Ramadan. Melek malam, masak aneka makanan spesial. Ditambah dengan ibadah yang meningkat drastis porsinya.

Bapak-bapak juga, sih. Sekarang ketambahan jadwal jaga pintu gerbang perumahan karena wabah Covid-19.

Ada yang tadarus bersama, ada yang punya target one day one juz.

Meskipun sekarang di wabah virus corona ini kegiatan tadarus bersama diganti tadarus mandiri di rumah, tetap saja butuh tenaga ekstra, ya, kan?

Nah, kalau ibu menyusui gimana? Puasa atau tidak?

Ibadah di bulan Ramadan ini butuh strategi hemat energi yang jitu. Ibu menyusui perlu ekstra tenaga untuk berpuasa.

Setiap ibu menyusui punya kekuatan berbeda-beda.  Ada yang baik-baik saja berpuasa sambil menyusui, ada pula yang tidak.

Ibu Menyusui, Sebaiknya Puasa Atau Tidak?


Ini pengalaman saya saat berpuasa di kala menyusui anak berusia 1 tahun. Meskipun ini anak ketiga, tapi pengalaman pertama bagi saya.

Saat punya anak pertama, saya tidak berpuasa karena si bayi masih berumur 2-3 bulan.

Saat anak kedua, juga tidak berpuasa karena bayi baru berumur 1 bulan.

Anak ketiga lahir di bulan Ramadan 2017. Di Ramadan 2018 saya sudah bersiap untuk berpuasa.

Enam hari pertama saja. Sisanya bolong. Kenapa? Anak saya tidak kuat. Sayanya kuat, tapi si Adik tidak.

Baca juga: Gejala Demam Berdarah Pada Bayi

Di hari ketujuh Ramadan, pagi itu Adik tiba-tiba nungging. Dia sedang belajar berjalan, ya. Saya kira dia sedang melatih kakinya.

Lalu terdengar suara kentut diiringi suara lain. Wah, ada apa? Ternyata dia mencret.

Langsung kami bawa dia ke bidan. Khawatir kalau ada apa-apa, dong.

Sampai di bidan, setelah saya bilang anak saya mencret, bu bidan langsung bertanya, "Ibunya puasa, ya?"

"Iya, Bu. Kenapa, ya?"

"Anak ini mencret karena ibunya puasa."

"Kok bisa??"

"Masih menyusu, kan?"

"Iya."

"Siang juga menyusu?"

"Iya."

"Keluar banyak ASI-nya?"

"Berkurang, sih, Bu."

"Nah, iya. Anak ini kurang cairan, jadinya mencret."

Astaghfirullah.

ibu-menyusui-puasa
Ibu menyusui, puasa atau tidak? Lihat kondisi bayi juga.

Meskipun saat itu si Adik sudah makan makanan padat, tapi dia masih tergantung juga pada ASI. ASI berkurang, mencretlah dia.

"Kalau puasa gini banyak keluhan bayi mencret," lanjut bu bidan.

Oalah...gitu to. Baru tahu saya.

"Ibu boleh berpuasa, tapi jangan terus-menerus. Diselang-seling, misalnya dua hari sekali. Ya jadi punya utang, tapi ga apa-apa nanti bisa dibayar kalau sudah mampu."

Duh, sudah anak ketiga kok masih belum pintar, ya ibunya? Adik ini dulu juga kena penyakit kuning alias jaundice pas umur 1 bulanan.

Ada bayi yang kuat, ada yang tidak. Anak saya termasuk yang tidak kuat. Ada ibu yang kuat, ada juga yang tidak kuat.

Oleh bidan, anak saya diberi obat dan disarankan minum susu rendah laktosa (low-lactose milk/LLM).

ibu-menyusui-puasa
Bidan menyarankan susu ini saat anak mencret karena kurang ASI ketika ibu menyusui berpuasa.
Gambar: mommyasia.id

Sepulang dari bidan saya langsung berbuka dan tidak berpuasa di sisa hari Ramadan.

Ada keringanan dari Alloh, ya sudah digunakan saja, daripada anak jadi korban.

Mengenai utang puasa, sebagian ulama membolehkan ibu hamil dan menyusui untuk membayar fidyah sebagai pengganti puasa.

Ada juga ulama yang mengatakan bahwa ibu hamil dan menyusui yang meninggalkan puasa Ramadan wajib meng-qadha.

Saya cenderung pada yang meng-qadha puasa, meski pelan-pelan membayarnya. Rujukannya ada di sini: qadha atau fidyah.

Jadi gimana, ibu menyusui puasa atau tidak? Tergantung sikon masing-masing, ya. Kalau ibu dan bayinya kuat, silakan. Kalau tidak, ada keringanan, kok.


You May Also Like

0 comments

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.