Kebaya Kutu Baru

Kebaya-kutu-baru

"Wah, kainnya sudah terlanjur dijahit model kebaya kutu baru," kata ibu saya.

"Seharusnya kebaya kartini aja," lanjut Ibu.

"Memangnya kenapa, Bu?" tanya saya terheran-heran.

"Lha calon besan menjahitkannya model kartini."

"Oooh..."

Itu sepenggal percakapan saya dengan ibu pas saya mau nikah 12 tahun lalu.

Ibu saya sedang membahas model kebaya jawa yang akan dikenakan di hari-H.

Ibu dan calon besan sama-sama sudah menjahitkan kain seragam orang tua untuk pesta pernikahan. Tapi ternyata ada salah komunikasi.

Yang satu menjahitkan kebayanya model kutu baru, yang satu lagi kebaya kartini.

Kesannya kurang cakep kalau kedua pasang orang tua seragamnya ga kompak. Ya, kan namanya 'seragam'. Masak enggak seragam? Hehehe...

Tapi akhirnya semua teratasi juga dengan cara melibatkan selendang lebar menerawang serupa kerudung segi empat untuk menutupi bagian depan.  Jadi ga kelihatan kalau berbeda model jahitannya.

Sebetulnya Ibu memilih model kebaya kutu baru mungkin karena rasanya lebih tradisional gitu. Mungkin juga karena dari dulu kalau nenek saya punya hajat mantu nenek juga pakai kebaya kutu baru.

Baca juga: Selapanan Manten

Setelah saya amati, ternyata ibu saya pas menikahkan kakak saya juga pakai kebaya kutu baru. Tapi waktu itu besannya juga kompak pakai kebaya model kutu baru.

Beda Kebaya Kutu Baru Dengan Kebaya Kartini


Kebaya jawa merupakan pakaian atasan berlengan panjang yang kerap dikenakan kaum perempuan di Jawa. Ciri khas kebaya tradisional adalah bagian pergelangan tangannya mengecil.

Modelnya ada dua: kutu baru dan kartini. Keduanya sama populernya dan juga sama fleksibelnya. Bisa dikenakan saat acara formal maupun informal, tergantung bahan dan corak kainnya.

Kebaya untuk acara formal pada umumnya berbahan yang mengkilat, bisa juga berbordir dan berpayet.

Sedangkan kebaya di acara informal (sehari-hari) tampil dalam bahan sederhana, tanpa corak alias polos atau bermotif tapi tidak mengkilat.

Lalu apa bedanya kebaya kutu baru dengan kebaya kartini?

Kalau dilihat dari penampilannya kedua model kebaya ini jelas berbeda.

Kebaya kutu baru adalah kebaya pendek yang di bagian dadanya terdiri dari bagian kanan dan kiri yang terpisah dan dihubungkan oleh kain berbentuk persegi panjang yang menutup bagian dada saja.

Kain persegi panjang ini dijahit di satu sisi dan diberi kancing di sisi yang lain.

Kalau pakai kebaya kutu baru harus pakai kemben, kalau enggak, wah...serem, perutnya terekspos. Hehe...

Dulunya rakyat biasa di Jawa konon pakaian sehari-harinya kemben saja. Kebaya dipakai hanya oleh para bangsawan.

Tapi bisa juga, sih kebaya kutu baru dipakai tanpa kemben. Digantikan dengan stagen yang melilit pinggang.

Kebaya-kutu-baru
Kebaya kutu baru di zamannya. Foto dari dewimagazine.com

Jadi kain jariknya dikenakan cuma sampai pinggang, lalu dililit dengan stagen yang melingkar sampai batas bawah dada. Dengan begitu wilayah bawah dada dan perut tidak terlihat dari luar.

Kalau sekarang tidak pakai stagen juga bisa. Digantikan dengan korset, long torso atau kamisol.

Sebetulnya kebaya kutu baru itu malah jenis kebaya yang biasa dipakai ibu-ibu di Jawa sehari-hari. Di zaman nenek saya dulu, gitu.

Ibu-ibu di pasar juga pakai kebaya kutu baru. Nenek-nenek juga suka memakainya. Mungkin karena lebih longgar dan tidak gerah.

Sedangkan kebaya kartini adalah kebaya yang bagian kanan-kirinya bertemu langsung sehingga di bagian dada membentuk huruf V. Persis kayak yang di foto Ibu Kartini.

Kebaya kartini biasanya panjang sampai menutup panggul. Kesannya feminin dan anggun.

Kebaya Kutu Baru Masa Kini


Kebaya masa kini tampil dalam aneka gaya dan warna membuat si pemakai tidak terkesan kuno.

Kebaya kutu baru masa kini ada yang tampil dengan warna-warna yang girly: pink, kuning manja, peach dan lain-lain.

Bahkan kebaya kutu baru masa kini ada juga yang berlengan pendek. Tampil dinamis dipadankan dengan bawahan jeans.

Kain penghubung kutu barunya pun tak hanya di bagian dada tapi menanjang sampai menutup perut.

Tampilannya jadi sangat kekinian dan modis. Walaupun saya yakin ada juga yang memandang padanan seperti itu aneh. Tapi, ya itulah gaya berbusana. Bermacam-macam.

Kalau teman-teman suka kebaya yang mana? Kebaya kutu baru atau kebaya kartini?




21 Comments

  1. Klo aku langsing...koyone lebih suka model Kartini mba, tapi mergone aku nggak langsing...jd kayaknya lbh bagusan pke kutubaru...

    ReplyDelete
  2. dua-duanya suka mba, tapi memang kebaya kutu baru tuh lebih menarik apalagi jaman sekarang orang pinter banget ngedesain kebaya yang tradisional jadi lebih modern. jadi suka banget sama kebaya.

    ReplyDelete
  3. Baru tahu namanya kebaya kutu baru. Jaman dulu, tahun 80-an, saya masih melihat saudari-saudari ayah saya memakai kebaya model begitu juga, Mbak ... di kampung ayah, di Kabupaten Soppeng, Sul Sel.

    ReplyDelete
  4. Baru tahu saya nama-nama model kebaya, saya tahu nya ya kebaya, nggak tahu lagi ada sub jenisnya :D
    Itu kebaya kutu baru di zamannya, kayak baju nenek saya dulu, waktu saya kecil, nenek saya sempat tinggal di rumah kami buat momong adik saya, dan keseharian nenek saya pakai kebaya model gitu :D

    ReplyDelete
  5. Baru tahu nih saya namanya kutu baru. Cocok buat yg bodi agak berisi ya krn lbh longgar. Kalo model kartini kan beneran kancing rapet

    ReplyDelete
  6. Sebetulnya, saya lebih suka model kebaya kutu baru. Kebaya ini bisa cocok dipadupadankan dengan bawahan apapun. Saya beberapa kali pakai jeans. Tetapi, saya suka gak pede pakai ini kalau lagi merasa berat badannya nambah. :D

    ReplyDelete
  7. kebaya kutu baru makin hits setelah dipakai istri Jokowi ya
    Pas pelantikan presiden kalo ga kliru

    ReplyDelete
  8. Dua2nya suka mbak...kalo kebaya everlasting mau model apa aja...apalagi utk acara2 gitu wah makin cakep kalo pake kebaya :)

    ReplyDelete
  9. Baru tahu kalau kebaya model di gambar itu namanya kebaya kutu baru, hihihi...
    Padahal itu kebaya yang sehari-hari dipakai nenek saya almarhumah.

    Walau bukan perempuan Jawa,tapi sepertinya model kebaya ini sudah dipakai oleh semua perempuan di seluruh Indonesia terutama pada masa ibu Tien Soeharto masih hidup dan berjaya.

    ReplyDelete
  10. Kayaknya lebih ke kebaya Kartini ya Mbak, lebih suka yg panjang gitu siih, biar ketutup aja gitu, hihihih.

    Btw, foto paling awal itu Ibu dan Besannya ya? Cantik dua2nya.

    ReplyDelete
  11. Baca ini jadi muncul inspirasi untuk bikin kebaya kartini nanti pas nikah. Biar kesannya lain dari yang lain hehe. Soalnya udah jarang di sini yang pakai seragam kebaya kartini.

    ReplyDelete
  12. Kalau aku lebih nyaman pakai kebaya kutu baru sih, mbak. Soalnya kutu baru iitu bisa digunakan segala acara. Misalnya dipadukan dnegan celana jeans. Formal tapi rada sanati gitu, hihihi.

    ReplyDelete
  13. Baru tau loh bun kebaya tuh banyak modelnya ya ternyata 😂, tau nya ya kebaya kebaya aja gak tau ada model dan nama nya.. tapi emang sih kebaya tuh kaya udh melekat banget sama wanita indonesia 😍

    ReplyDelete
  14. Ternyata namanya kebaya kutu baru. Suka deh model kebaya zaman dulu kayak gitu

    ReplyDelete
  15. Umur 30th aku baru tau ternyata jenis kebaya yang sering aku lihat itu kebaya kutu baru.

    Haaaaa.
    Kemana aja sayaaaa.
    Wkwkkwkw

    ReplyDelete
  16. Wah baru tau kalau kebaya yg model.spt itu namanya kutu baru hehe.

    ReplyDelete
  17. Kebaya kartini di daerah aku suda jarang ditemukan, yang sering lihat kebaya kutu baru.. dengan bahan yang super nyaman dan warna warna yang kekinian menjadikan kebaya kutu baru nampak lebih modis hehe

    ReplyDelete
  18. Kebaya memang selalu cantik yaaa mba.. aku punya banyak kebaya kutu baru aneka warna

    ReplyDelete
  19. Terus terang gak paham bedanya kyk apa hehe. Selama ini ngiranya ya kebaya ya satu aja cuma emag zaman now banyak modifikasi.
    Bahkan ada yang bolong punggungnya, yg aku kurang nyaman liatnya haha.
    Lbh suka kebaya yang konvensional hehe

    ReplyDelete
  20. Dulu aku paling ga berani pake kutu baru, karena ya itu lohh.. kudu pake setagen dan segala macem buat nutupin perut hehehe.. Tapi gaya kutu baru sekarang kece kece kok. Jadi kebaya biasa ataupun kutu baru ga masalah, yang penting cukup di badan. ;)

    ReplyDelete
  21. Beberapa tahun belakangan ini aku menerapkan diri, untuk selalu mengankat kain tradisional dalam setiap acara mba. Kadang juga make jarik, kebaya modern juga hehehe bahkan warisan ibuku juga tak pake. Seneng aja gitu turut melestarikan pakaian tradisional indonesia. Kutubaru aku juga punya beberapa

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan.

Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Komentar yang masuk tidak selalu saya balas.

Terima kasih.