Tetangga Mau Pinjam Uang, Bagaimana Sebaiknya?

by - February 04, 2020

Tetangga-pinjam-uang

Assalamu alaikum.

Hidup di masyarakat itu memang penuh liku. Terkadang ada satu keadaan yang sulit kita kendalikan, misalnya ada tetangga mau pinjam uang. Harus bagaimana?

Misal pada suatu pagi tetangga Anda datang ke rumah. Berbasa-basi sebentar, lalu mengutarakan keperluannya meminjam uang.

Biasanya seseorang tidak akan mau meminjam uang kepada orang lain yang tidak dipercayainya.

Lho, bukannya yang akan meminjam yang harus dipercaya? Bisa-bisa nanti pinjaman tidak dikembalikan dong kalau tidak bisa dipercaya.

Betul. Tapi orang yang mau pinjam pun pasti cari orang yang dipercayainya.

Setidaknya orang yang dimintai pinjaman bukanlah orang yang suka umbar urusan orang lain.

Baca juga: Diam Ketika Dimarahi

Terus bagaimana kalau ada tetangga mau pinjam uang?

Menghadapi masalah ini menurut pandangan saya ada baiknya berdiskusi dulu dengan pasangan, jangan sampai nanti ada salah informasi.

Yang perlu kita ingat, si calon peminjam pasti sudah dalam posisi tidak enak.

Untuk datang ke rumah kita saja pasti dia sudah berpikir seribu kali dan merancang kalimat yang akan dia katakan.

Ini bukan perkara ringan. Tidak setiap orang bisa lancar mengutarakan niatnya. Misal saking groginya bisa-bisa orang tersebut malah menangis di depan kita.

Ada Tetangga Mau Pinjam Uang. Pinjami Atau Tidak?


Ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

Pertama, kenalkah kita dengan orang tersebut? Apakah orang tersebut dikenal berperilaku baik di masyarakat?

Kalau iya, pertimbangkanlah untuk meminjami.

Kalau sebaliknya, ia dikenal sebagai orang yang tidak jujur, misalnya, sebaiknya jangan dipinjami dulu.

Pada umumnya peminjam betulan (yang bukan penipu) kenal dengan kita dan jarang punya masalah keuangan dengan masyarakat.

Baca juga: Curhat Sang Nenek

Kedua, pikirkan jumlah yang mau dipinjamkan.

Calon peminjam biasanya memberikan kisah latar belakang peminjamannya. Adik sakit, mertua meninggal, bayar seragam sekolah dan semisalnya.

Setelah orang itu bercerita alasannya, baru kita tanya jumlah uang yang mau dipinjam.

Dari informasi jumlah uang itu kita bisa berpikir berapa yang bisa kita pinjamkan.

Tetangga Mau Pinjam Uang. Pinjamkan Semua atau Sebagian?


Ini tergantung penilaian kita terhadap si calon peminjam. Kalau citra orang tersebut baik, jumlah pinjaman masuk akal, kita punya uang sejumlah yang diminta, maka bisa saja kita pinjami sejumlah itu.

Misal seseorang datang mau pinjam uang 200 ribu untuk menjenguk besannya yang sakit di luar kota.

Kita kenal orang itu, tahu bahwa orang itu selalu bayar arisan, tidak pernah lalai bayar tagihan.

Jumlah yang diminta relatif masuk akal dan kita punya. Tidak ada salahnya kita pinjami semua.

Tapi kalau kebetulan kita sedang ada keperluan juga, pinjami saja dulu sebagian.

Pada dasarnya, meminjami uang itu juga datang dari feeling kita juga, karena berkaitan dengan yang berikut ini.



Bagaimana Kalau Tetangga yang Pinjam Uang Tidak Membayar Utangnya?


Nah ini yang agak susah. Dibutuhkan pengalaman untuk tahu uang yang kita pinjamkan bakal dikembalikan atau tidak.

Tetangga yang pinjam uang sudah berjanji untuk mengembalikan pas tanggal 1 bulan depan, misalnya.

Tapi pas hari-H dia tidak datang untuk mengembalikan uang.

Ditunggu berhari-hari, tidak juga bayar.

Ada dua pilihan untuk masalah ini. Pertama, tagih baik-baik. Ingatkan kalau dia punya janji bayar utang.

Kenapa tidak membayar utang sesuai janji? Kemungkinannya macam-macam. Bisa karena lupa atau belum ada duitnya atau pura-pura lupa.

Baca juga: Ke Mana Perginya Sopan-Santun?

Ada juga tetangga berutang tapi lupa beneran. Yang model ini biasanya kalau diingatkan langsung membayar kalau pas ada uang.

Pun kalau ditagih biasanya yang seperti ini ga marah.

Kalau tetangga pinjam uang lalu pas hari-H ga bayar karena ga ada uang, ya mau ga mau kita harus beri dia kelonggaran waktu.

Buat kesepakatan baru. Tanggal berapa, boleh dicicil berapa kali misalnya.

Kalau ketemu model pengutang yang pura-pura lupa, wah, repot juga.

Biasanya kalau yang tipe ini perlakuan kepada kita jadi berubah. Antara lain ga mau ketemu, kalau ketemu pura-pura ga lihat.

Ya terpaksa dong kita tagih. Apalagi kalau jumlahnya besar. Bukan cuma masalah mengambil hak kita, tapi juga kasihan kalau sampai dia jadi putus silaturahmi gara-gara utang.

Tapi biasanya sih kalau seseorang suka pura-pura lupa berutang, orang lama kelamaan akan tahu dan enggan memberinya pinjaman. Gali kubur sendiri, kan?

Alternatif kedua saat tetangga pinjam uang tapi ga kunjung mengembalikan, tunggu saja sampai dia mengembalikan.

Kasuistik, ya, tapi pada umumnya kita cenderung tidak menagih kalau si pengutang hidupnya sudah sulit.

Kalau pilih alternatif kedua ada baiknya diiringi niat sedekah. Seandainya uang di kelak kemudian hari dikembalikan, syukur alhamdulillaah. Kalau tidak ya sudah ikhlaskan.

Sebetulnya urusan pinjam uang ini sangat tergantung keadaan kita dan kebiasaan yang berlaku di masyarakat setempat.

Harapan kita sih tidak ada silaturahmi terputus gara-gara tetangga pinjam uang.








You May Also Like

16 comments

  1. Iya mba..mesti dilihat trackrecord sama kegunaannya juga. Jd alasan dia minjem mau dipake apa...urgen apa Ndak...

    Soalnya urusan uang gitu kadang klo kita ga selektif...malah bisa jd kebalik. Pas kita butuh, kok ndak disaur2...mau nagih, kok rikuh...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul. Kadang kalo mau nagih malah merasa ga enak.

      Hidup tuh gitu, ya. Aneh-aneh 😅

      Delete
  2. Nah masalah pinjam2 uang ini memang sulit ya. Belum ada sih tetanggaku yang pinjam uang, kalau temen pernah, seingatku ada 4 orang. Mau nagih kok sungkan ya, nggak ditagih juga gimanaa, kan kita sendiri juga ada kebutuha. Yang seorang akhirnya membayar setelah 3 bulan dari waktu yg dijanjikannya. Yang 3 orang lagi, aku tagih dua kali, dan nggak ditanggapi. Ya sudahlah, akhirnya aku iklaskan saja. Kalau buatku pribadi, kalau memang belum ada uang untuk membayar, setidaknya memberi kabar, menunjukkan niat baik, jangan sampai tiba2 'hilang' gitu aja ya :D

    ReplyDelete
  3. Kalo saya akan lihat juga dia sering interaksi gak sama kita. Kalo tiba-tiba baik, saya agak curiga sih. Karena pernah jd korban dulu tmn SMP ga pernah say hai cm sekedar kenal tiba-tiba ke rumah bawa anak bilang mau pinjem uang. Dan ternyata dia datengin itu semua temen-temen seangkatan dengan modus sama.

    ReplyDelete
  4. Tetanggaku nggak ada yg mau pinjam duit. Mungkin karena pagarku selalu tertutup kali ya? Heheee. Tapi kalau pinjam meminjam di lingkunganku bisa lewat tabungan arisan yg pengelolaannya terbuka jadi belum pernah ada kasus macet bayar cicilan.

    ReplyDelete
  5. MEmang kudu dibicarakan baik-baik dengan suami ya Mbak, itu yangpaling penting. Setelah itu, apakah dikembalikan atau tidak, sama-sama ridho karena sudah keputusan bersama.

    ReplyDelete
  6. Aku baru saja alami, meminjamkan akhirnya tapi giliran ditagih pas banget aku butuh banyak berkelit dari hujanlah, anak masuk rumkit, itulah inilah akhirnya wes bosen aku wkwkwk

    ReplyDelete
  7. Kalau saya, malah dulu yang kadang suka pinjam uang ke tetangga (untuk urusan usaha/pekerjaan suami). Alhamdulillah tetangga saya baik banget, dan selalu ada uang buat dipinjam. Maka suami pun kalau mengembalikan ya ditambahi bonus (bukan riba, tapi sebagai hadiah saja).
    Ya, memang urusan utang-piutang dengan tetangga atau siapapun itu, tergantung hubungan diantara mereka bagaimana, sifat masing-masing orang juga, dll.. hehe.

    ReplyDelete
  8. Sekarang setiap ada yg mau pinjam uang saya tidak pernah kasih. Kalaupun mau menolong, semampu saya, langsung saya bilang ini memberi. Bukan meminjamkan.

    Saya sudah lebih dari jera meminjamkan uang ke orang, bukannya dibayar, malah sakit hati. Dan itu sering!

    ReplyDelete
  9. Terus terang saya trauma mbak soal pinjam meminjam (hutang)
    Karena melihat teman2 ibu saya dulu, ada yang bilang ibu saya pelit karena tidak boleh pinjam nama ibu u hutang bank. Ada juga yang ditagih marah2. Tetangga ada yg pinjam uang kas pengajian (yg memang boleh dipinjam anggota) dan krn ibu saya sakit jadi (maaf) merasa 'kebetulan nih bendahara ga bisa nagih', jadi lalai mengembalikan. Soalnya banyak yg pas menghutang mohon2 memelas, kalau ditanya ya begitulah

    ReplyDelete
  10. Wadidaw..kalau saya gak pinjamin. Mending saya kasih aja semampu saya berapa.

    ReplyDelete
  11. Iya mbak tetangga datang dalam posisi tidak enak untuk memimjam, tapi sebaiknya mengembalikannya sesuai perjanjian dan ada komunikasi. Kebanyakan tar sok tar sok hehehe. Macam2 ya model peminjam uang, ada yang kebiasaan dan mengandalkan orang lain dll. Aku orangnya sungkan menagih. Aku termasuk yang kapok juga gak mau minjem2in uang, biar deh dibilang pelit juga :-D kecuali memang bisa dipercaya

    ReplyDelete
  12. Mmm.. ini sering banget aku alami mbak, awalnya saya kasih karena tidak enak, tapi kok jadi keterusan, awalnya rutin bayar sampe beberapa bulan ngga bayar.. setelah lunas, mau pinjem lagi tapi aku ngga kasih.. dan bener banget better cek dulu bagaimana orang tsb dan untuk apa pinjaman tersebut, baru memutuskan

    ReplyDelete
  13. Aku nih wajah yang terlihat seperti orang kaya (amiin, hahahaha) Aku tuh susah nolak kalo org mau pinjem duit. Apalagi prinsip suamiku kalo ada org datang ke rumah butuh bantuan jangan sampai dia keluar dr rumahku urusannya belum terpenuhi.

    ReplyDelete
  14. Urusan pinjam meminjam ini emang nggak boleh dianggap sepele ya Mbak. Tapi ya kebiasaan orang yang meminjam itu suka lupa. Janjinya kembalikan tanggal sekian eh pas hari H nggak nongol bahkan sampai yang meminjamkan yang harus turun tangan untuk nagih.

    Btw kalau ada tetangga yang mau pinjam uang saya juga bakal mikir2 dulu, kasih tahu ke pasangan dan liat kondisi kalau memungkinkan ya dipinjamin kalau nggak ya apa boleh buat.

    ReplyDelete
  15. saya pernah di posisi jadi tetangga pinjam uang, waktu itu ada tukang paket datang, krn disini ada sistem bayar ditempat, jadi paket datang saya bayar ke petugasnya langsung, kebetulan uang yang dipegang tidak cukup, petugasnya jg ga punya uang kembalian kalau saya kasih uang nominal besar, kekurangan itu tanpa pikir panjang, saya ketuk pintu apartemen tetangga, meminjam uang untuk bayar paket dulu, pulang kerja saya cerita ke suami kalau kepaksa pinjam uang ketetangga,saya belum sempat menukar uang lagi untuk menggantinya, hasilnya syaa dimarahi , saya dilarang berhutang, ya namanya kepepet nunggu suami pulang kerja jg msh lama. tapi dr situ jd pelajaran untuk saya agar sebisa mungkin menghindari hutang. Belum lama ada kawan sekolah SMP yang lama tdk kontak, tiba2 kirim WA basa basi, ujungnya pinjam uang,saya jujur bilang ga ada uang, kemudian saya tanya ke teman SMP lain, mungkin dia bs bantu si teman yang mau berhutang ini, ternyata kata si teman laini kalau kelakuan si teman yang ingin berhutang ini sudah sering, nge WA ke mana-mana...cari hutangan terus-.-' entah dibayar atau tdk, jd lah saya terselamatkan heheh memang benar mbak, kita harus cek dulu latar dicalong penghutang, drpada ujungnya gagal bayar bikin kesal sendiri, ternyata malah tabiatnya jg.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan.

Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Komentar yang masuk tidak selalu saya balas.

Terima kasih.