Skip to main content

Di Saat Blogger Kena Bloggers Block, Enggan Menulis Tapi Masih Ingin Disebut Blogger

Bloggers-block

Halo, assalamu alaikum.

Menyebut diri sebagai blogger itu berat, Kawan. Kadang muncul perasaan bosan, merasa tidak punya ide. Padahal blogger harus menulis di blog. Masak iya ngaku blogger tapi ga pernah update? Ya, begitulah kalau sedang terjangkit virus bloggers block. Mirip banget sama writers block, cuma saja yang ini menyerang blogger, bukan penulis. Jadi, cuma beda nama saja, ya.

Penyebab bloggers block ini bermacam-macam. Antara lain blogger kehilangan kepercayaan diri dalam mengolah suatu ide. Setiap menulis sesuatu yang baru tulisannya terasa tidak natural. Tulis, edit, tulis, edit. Ga publish-publish juga. Lama-kelamaan blogger pun merasa frustasi. "Apakah aku harus berhenti menjadi blogger?" Tanyanya kepada diri sendiri.

Baca juga: Apakah Saya Masih Menulis Nantinya?

Penyebab lain bisa jadi karena blogger sibuk dengan aktivitas yang lain. Misalnya kegiatan dengan pekerjaan utamanya (kalau dia bukan seorang full-time blogger), di rumah, atau terlalu asyik dengan media sosial 😅😅.

Bisa jadi juga karena blogger sedang sakit atau sedang punya masalah keluarga, masalah keuangan dan lain-lain. Hal-hal ini bisa menyebabkan konsentrasi untuk menulis di blog hilang atau memudar.

Bloggers block jika dibiarkan saja maka bisa menyebabkan blogger mengundurkan diri dari dunia blogging. Pensiun dini, gitu.

Bagaimana agar seorang blogger bisa keluar dari jeratan bloggers block? Ada banyak cara, seperti yang ditulis Ade Delina Putri tentang Jenuh Ngeblog Beserta Tips Di Kala Jenuh Melakukan Passion.

Saya juga punya beberapa cara untuk mengatasinya karena saya pun masih terus berjuang agar tidak berlama-lama dalam kubangan  bloggers block ini. Yuk, lanjut...

Menulis Saat Terkena Bloggers Block

Tetap Menulis Di Blog
Iya, saya tahu, boro-boro nulis, ide saja ga punya. Gimana mau nulis?? Sebetulnya ide itu selalu ada, tapi kadang blogger ragu. Apakah ide ini cukup berkualitas untuk ditulis di blog? Curhat recehan, gitu lho!

Ga apa-apa. Tulis saja dulu. Tapi simpanlah di draft. Nanti ketika sudah sembuh, tulisan itu bisa dipolas-poles dan jadi tulisan yang WOW.

Menulis di Insta Story
Kalau malas menulis di blog atau merasa tulisannya tidak cukup berbobot, ide-ide yang muncul bisa dituliskan atau dicurahkan di Insta Story. Buatlah cerita atau tulisan yang bersambung sehingga menarik perhatian followers.

Dengan menulis sesuatu yang menarik, bahkan mungkin menuai komentar, bisa membangunkan kembali semangat untuk menulis di blog. Ya begitulah kita. Kadang-kadang masih perlu dorongan dari orang lain.

Masih ga ada ide sama sekali untuk ditulis? Ambil saja satu tulisan di blog, potong-potong, tulis di Insta Story, kasih kode ke followers: "Link di bio, ya". Lumayan, kan, bisa meningkatkan traffic dari tulisan lama.

Bloggers-block


Menulis Di Status WhatsApp
Serius? Situ blogger apa WhatsApper? Iya lho, bener... Status WhatsApp bisa kita manfaatkan untuk menjaring traffic dan juga reaksi dari ide yang kita luncurkan.

Pembaca status adalah orang-orang yang ada di dalam daftar kontak. Maka kita bisa memperkirakan ide apa atau tulisan apa yang akan menarik perhatian mereka. Apalagi dengan fasilitas pengaturan privasi status, makin bisa diarahkan sesuai dengan target pembaca yang kita inginkan.

Misalnya blogger ingin menulis ide tentang cara merapikan rumah dalam waktu 5 menit (emang ada? 😅😅). Maka tinggal setel privasi status agar hanya bisa disimak oleh ibu-ibu satu RT.

Kadang-kadang saya juga memberikan pertanyaan yang sederhana. Unggah gambar-gambar kucing lucu, misalnya. Lalu akhiri dengan pertanyaan, "Kamu suka foto yang mana?" Jawaban yang masuk bisa dimanfaatkan untuk menjadi ide tulisan.

Status WhatsApp juga bisa dimanfaatkan untuk menjaring traffic dengan menyematkan  link ke dalam status. 💞

Baca juga: Tertikam Tulisan Milik Sendiri

Main Pinterest
Mainlah ke Pinterest. Di sana banyak sekali ide. Mulai dari ide blogging, ide mengenai home and gardening, cara mengajarkan matematika sampai beragam quote yang menarik. Sangat potensial untuk dijadikan ladang menambang ide.

Selain sebagai tambang ide, Pinterest juga bisa dimanfaatkan sebagai lahan mencari traffic. Weleh...lagi-lagi traffic. Iya dong. Memang begitulah blogger, kan?

Tinggal buat pin dari tulisan-tulisan kita, unggah di Pinterest, kasih link. Lumayan buat kesibukan biar masih terasa bloggernya.

Saya lagi senang main Pinterest ini. Boleh lho berkunjung ke akun Pinterest saya. Atau bagi yang tertarik bisa juga bergabung ke Group Board Parenting Blogger Indonesia.

Membuat Video
Kalau sedang terjerat bloggers block bisa coba sembuhkan diri dengan membuat video di YouTube ataupun Instagram. Video sederhana bisa, mau yang keren juga ga dilarang.

Blogger pun harus meningkatkan kemampuannya, kan. Merambah dunia nontulis bisa jadi pelarian yang bagus. Atau jangan-jangan bakat kita malah di sana?

Banyak Cara Mengatasi Bloggers Block, Tinggal Bloggernya Saja Mau Pilih Sembuh Atau Tidak


Ada buanyak cara untuk keluar dari bloggers block yang sudah ditulis banyak blogger. Blog walking, baca buku, buat tweet pakai potongan-potongan tulisan di blog, bikin status di facebook, bikin podcast, bikin desain...  banyak deh.

Oke.

Mau sembuh dari bloggers block atau tidak? Nah, itu kembali ke pribadi blogger masing-masing. Yuk, kasih komentar, biar saya juga cepat sembuh. Atau mau buat tulisan senada? Boleh banget. Yuk, yuk!

Masih susah keluar dari kubangan bloggers block? Baca juga yuk tulisan lain dari collaborative blogging bertema: 
Bloggers Block

Comments

  1. Aku yang sekarang sering manfaatin status WA buat naikin PV.. klo pinterest...aku ga mudeng e cara kerjanya. Dulu dah pernah install, bikin akun, ga mudeng...uninstall lagi...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyes, lumayan ya bisa nambah pv lewat status WA.

      Delete
  2. hm, alhamdulilah pernah kena bloggers block tapi ga lama. Misal seminggu ga update gitu, udh bingung. Masuk bloggers block ga sih hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Selama dilanda bingung bisa dikategorikan kena bloggers block, mbak 😁

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.