Skip to main content

Tampil Cantik Di Rumah Dengan Celana Panjang Wanita

Celana-panjang-terbaru-wanita

Halo, assalamu alaikum.
Jadi ibu itu meski di rumah harus ya tetap tampil cantik. Soalnya penampilan di rumah pun pasti ada yang menilai.
Beberapa minggu lalu pas ngobrol sama tetangga, saya sempat ngikik abis. Ibunya tetangga saya itu bilang kalau tetangga saya itu sekarang badannya mekar gara-gara keseringan pakai daster di rumah.
Lho kok?
Kata si ibu, karena daster tuh longgar.  Jadi kalau diameter pinggang nambah, enggak kerasa. Tahu-tahu udah banyak aja. Hihihi...ada aja.
Sambil ketawa, tetangga saya bilang, "Bener juga, yak!"
Iya, dilema ibu-ibu rumahan itu biasanya di soal dandanan. Mau dandan kok cuma ketemu kompor sama cucian (suami kan malam ketemunya 😁). Ga dandan kok ya gimana.
Tapi masak sih di rumah aja harus pakai setelan baju yang cantik melambai atau malah blazeran plus rok span? Hihihi..

Tampil Cantik Di Rumah Itu Harus, Pun Bisa Dengan Pakai Celana Panjang Terbaru Wanita

Celana-panjang-terbaru-wanita
Template by Canva

Eh tapi ada benarnya juga lho ibu-ibu rumahan musti tetap berbusana cantik. Soalnya penampilan itu yang menilai orang lain, bukan diri sendiri.
Contohnya anak sulung saya (9 tahun, laki-laki), protes ke saya. Gini ceritanya:
Suatu siang anak sulung saya cerita, "Kata temanku, kalau mau lihat istri kita cantik apa enggak (di masa depan), bisa tanya ke mbah dukun."
Alamak...anak kelas 4 SD ngomong kayak gini.
"Hus, dosa dong kalau ke mbah dukun," kata saya.
"Lagian, kalau istri ya pasti cantiklah. Masak ganteng," kata saya lagi.
"Tapi...kok Ibu enggak cantik??" kata sulung saya.
What??? Dia bilang ibunya ga cantik??!
Terbayang ga, pemirsa, ekspresi wajah saya saat itu. -_- gini lah.
Lalu dengan menahan perasaan, saya tanya, "Yang cantik itu yang kayak apa to, Mas?"
Anak saya menjawab dengan tenang," Kayak Bu Anu, terus ibunya si Itu."
"Bu Anu tuh cantiknya di mananya?"
"Rapi, dandan."
Ooohhh...
"Kalau ibunya si Itu?"
"Bajunya bagus."
Hmmm...
Saya pun bercerita kepada kakak dan adik saya. Kakak saya malah ketawa ngikik. Doooh...
Untungnya suami saya hanya bilang, "Cuma Ayah yang tahu (letak cantiknya Ibu)".
Saya jadi merasa kurang PD. Hmmm...apa iya ya saya ini ga cantik? Apa karena saya keseringan pakai daster di rumah? Tahu sendiri kan, kalau sebagian besar daster cepat sobek? Rasanya saya perlu ganti penampilan nih meski di rumah aja. Gimana kalau pakai celana panjang terbaru wanita, misalnya. Keren juga, kan?

Cari Celana Panjang Terbaru Wanita

Celana-panjang-terbaru-wanita
Template by Canva

Bolehlah ide celana panjang ini. Di zaman sekarang cari celana panjang terbaru wanita tentu tak sulit. Beli jadi bisa, buat sendiri atau pesan ke tukang jahit pun mudah.
Kalau mau beli bisa di toko offline ataupun online. Kalau beli di toko online, keuntungannya adalah bisa dapat celana panjang wanita terbaru, terkini gitu. Sedangkan kalau belinya di toko offline, tergantung stok tokonya. Kalau di kota-kota besar mungkin mudah ya cari yang modelnya macem-macem. Beda lagi kalau di kota menengah atau kecil. Seringkali harus memilih model yang ada saja.
Cuma, memang sih, kalau di toko offline kita bisa puas melihat-lihat barang, merasakan jenis kainnya dan bahkan melihat rapi tidaknya jahitannya. Kita juga bisa mencoba langsung ukuran celana panjang wanita yang kita inginkan. Ini keuntungan terbesar kalau beli di toko offline, ya.
Kalau beli di toko online gimana? Mudah juga kok. Sebelum pilih modelnya, kita cari tahu dulu toko online mana yang terpercaya. Sekarang sudah banyak ulasan mengenai toko online yang baik itu yang seperti apa. Tinggal cari di internet, ya.
Nah, setelah dapat tokonya, baru deh kita cari model celana panjang wanita terbaru yang kita inginkan.
Mengenai kualitas bahan, ukuran dan jahitannya gimana? Tenang aja, kalau di toko online terpercaya biasanya sudah lengkap tuh informasinya, termasuk penggantian barang kalau kurang pas.
Wah, makin jelas nih. Sepertinya saya harus berselancar cari celana panjang terbaru wanita biar tetap tampil cantik meski di rumah saja. Ada yang mau ikut? Yuk, yuk!

Comments

  1. yup...
    enakan pake celana panjang juga, daripada dasteran..nggak perlu cincang cincing

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cincang-cincing...hihihi... jadi ingat dirimu yang habis melahirkan terus segera pake celana panjang lagi dan nyetater motor.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.