Skip to main content

Tiga Hal Yang Bisa Dilakukan Ketika Harus Bed Rest

Bayangkan. Kita sedang sakit berat atau menderita sesuatu yang menyebabkan kita terpaksa bed rest alias tirah baring atau berbaring saja di tempat tidur. Seharian. Dari pagi sampai pagi lagi. Dari kemarin sampai hari ini dan besok dan entah sampai kapan.

Sedih, ya? Kita hanya berteman kasur, bantal, selimut dan harapan untuk sembuh. Berguling ke kanan, lalu ke kiri. Memencet tombol remote TV berulang-ulang. Itupun kalau ada. Kadang kita ditemani selang infus yang membatasi gerak kita. Kita bagai benda mati. Ada tapi tak bisa berbuat apa-apa. Ah, kalau sudah begini baru bisa merasakan nikmatnya sehat. Ke mana saja kita saat sehat?

Baiklah, bed rest terpaksa kita jalani. Ikhlaskan saja keadaan ini. Bisa jadi ini merupakan ujian dari-Nya, mampukah kita bersabar menghadapinya? Lantas, apa yang bisa kita lakukan selama bed rest selain mengubah posisi badan ke kanan dan ke kiri? Ini dia tiga hal yang dapat dilakukan ketika harus bed rest:

Berdoa

Wajib tuh berdoa. Kondisi kita sedang 'di bawah' banget, masak malas berdoa? Mohonlah kepada Dia yang ada di atas. Berdoanya bisa disesuaikan keadaan. Mohon diberi kesembuhan, bisa. Mohon diberi kesabaran, bisa. Mohon diberi kekuatan, boleh. Mohon diberi kesempatan kedua, bagus. Mohon diampuni dosa kita, bagus banget. Pada intinya: berdoa.

Selain berdoa, kita juga bisa memanfaatkan waktu dengan berdzikir. Dzikir dengan kalimat thoyyibah, bagus. Yang penting dengan berdzikir kita jadi ingat kepada-Nya.

Bisa juga kita manfaatkan waktu dengan membaca ayat-ayat Al-Quran. Bagi yang sudah punya hafalan surat-surat tertentu, bisa mengulang hafalannya.

Baca juga:Cara Menghafal Juz 'Amma Untuk Para Ibu

Pokoknya kita isi waktu bed-rest kita dengan sebaik-baiknya, mana tahu maut segera diutus Alloh untuk menjemput kita.

Membaca

Ini juga penting. Membaca membantu kita menambah ilmu. Pilih bacaan yang bermanfaat, jangan yang bikin kita lupa kepada Tuhan. Bisa baca berita daring, koran, situs web, majalah, tabloid, selebaran. Apapun deh asal yang baik dan bermanfaat.

Bacaan yang baik itu yang bahasannya jauh dari SARA dan saru (pornografi), mengandung ajakan untuk perbaikan kualitas diri. Hindari membaca yang bikin tekanan darah naik, ya, seperti berita terheboh terkini. Sudahlah. Yang terheboh terkini adalah keadaan kita sendiri.

Menulis

Setelah membaca, barangkali muncul ide dalam benak kita. Tulislah. Siapa tahu tulisan itu berguna di kelak kemudian hari. Misalnya tulisan tentang riwayat sakit kita, penyebabnya dan upaya penyembuhannya. Tulis dan publikasikan di medsos atau blog. Mana tahu ada orang lain yang punya penderitaan yang sama dengan kita, lalu merasa terbantu dengan tulisan kita itu. Bermanfaat kan?

Atau mau menuliskan cita-cita jika kita sembuh nantinya? Tulisan semacam ini bisa menjadi pengingat kita di masa mendatang. Maklum, manusia biasa lupa akan janjinya ketika sudah sembuh dari sakit. Bagaimana kalau tidak terbiasa menulis? Cobalah mengisi Teka-Teki Silang.

#

Pada intinya, saat bed rest tetap merupakan waktu untuk berbuat kebaikan. Semoga kita diberi-Nya banyak kesempatan untuk beramal baik dan semoga kita dapat melakulannya. Untuk yang sedang bed rest, saya doakan semoga segera diberi kesembuhan oleh-Nya. Aaamiiin.

Comments

  1. Iya ya mba, Sehat Sebelum Sakit itu sering dilupakan banyak orang. Kalau saya pas sakit ya menikmati waktu tidur sama spending time to read. Sama seperti poin 2. Meski poin 1 juga ga akan terlewati. Tapi kalau nulis, ini yg masih belum bisa dilakukan hehe

    ReplyDelete
  2. Cepet sembuh Ya, Mak. Duh aku pernah bedrest, ga enak bgt.

    ReplyDelete
  3. pernah bedrst tap ga bisa diem.. jalan san sini keliling rumah -__-

    ReplyDelete
  4. Just share info aja, kami dari RATU MEDIKA adalah toko online yg menjual alat kesehatan seperti kursi roda, ranjang rumah sakit, ranjang pasien, tabung oksigen dan alat kesehatan lainnya, untuk lebih jelasnya dpt membuka link ini: RatuMedika.com

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.