Ketika Bayi Terserang Disentri Adalah Saat-Saat Gelap

by - March 16, 2020

Si bayi nangis terus, mencret. Disusui, nangis lagi. Tubuhnya lemas. Antrean dokter masih panjang. Si ibu cuma bisa bolak-balik menenangkan si bayi dengan menggendongnya.


Itu pemandangan 9 tahun lalu saat anak kedua saya berumur 8 bulan. 
Si ibu itu saya. Menghadapi bayi terserang disentri.

Disentri adalah penyakit yang menyerang usus besar sehingga menimbulkan feses yang lembek atau cair.

Sedih, bingung, lelah. Waktu itu kami sedang mau meninjau Madiun karena suami dapat tawaran untuk kerja di situ.

Berhubung bawa 2 bocil, satu bayi dan satu balita, kami memutuskan naik pesawat biar tidak lama di perjalanan.

Dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Adisutjipto. Mampir dulu ke Jogja, ke rumah orang tua saya yang cuma sekitar 15 menit dari bandara.

Dari Jogja rencananya kami naik kereta ke Madiun.

Rencana yang sempurna. Sambil silaturahmi ke dua keluarga. Keluarga saya di Jogja, keluarga suami saya di Madiun.

Bayi Terserang Disentri Tepat Sebelum Berangkat


Tetapi, sebaik-baiknya rencana, Tuhan memutuskan sesuatu yang lain.

Sehari sebelum berangkat, si kecil muntah-muntah tapi dengan frekuensi ringan.

Saya beri minum dan ASI yang cukup supaya tidak dehidrasi.

Esoknya kami naik pesawat pulang ke Jogja. Tidak disangka, si kecil mencret dan rewel. Dia menangis sepanjang perjalanan. Astaghfirullah, kalau ingat itu saya mau nangis.

Sampai di Jogja, tidak mereda juga mencretnya. Singkat cerita saya bawa dia ke RSIA.

Ternyata di sana antre panjang. Maklum dokter anaknya laris. Bayi saya terus menangis, tidak mau menyusu.

Antrean terasa sangat menyiksa.

Akhirnya namanya dipanggil dan kami segera masuk.

Begitu melihat kondisi si bayi, dokternya. segera menegur si perawat.

"Kalau kondisi seperti ini, langsung masuk, tidak perlu antre."

Dokter segera menyuruh bayi kami dibawa ke UGD. Proses penyelamatan pun dimulai.

Bayi saya itu diinfus untuk mengganti cairan yang keluar dan dicek fesesnya di laboratorium. Dia harus menginap di RS selama beberapa hari hingga dinyatakan sembuh.

disentri-adalah
Bayi terserang disentri

Menunggui Bayi Terserang Disentri Di Rumah Sakit Bukan Perkara Mudah


Jelas bukan perkara mudah. Orang dewasa diinfus dan menginap di RS saja bisa sulit diatur, apalagi bayi.

Tidak mau pisah dari saya, rewel terus walau wajahnya sudah mulai bercahaya lagi.

Saya ikut tidur di sebelahnya, menjaga hatinya agar tenang plus mengantisipasi infus yang bergeser. Juga untuk menyusuinya.

Bukan cuma itu. Kami punya balita umur 2 tahun yang juga tidak bisa berpisah dari saya.

Walhasil kami berempat menginap di satu kamar. Beruntungnya, tempat tidur yang satu lagi di kamar kami itu kosong. Jadi si kakak tidur di situ.

Kenapa ga di kamar VIP saja? Ya maklum waktu itu rezeki kami baru bisa untuk kamar yang tempat tidurnya cuma satu.

Singkat cerita, si bayi membaik dan boleh pulang. Bersyukur dan sangat bahagia melihat bayi kami sehat kembali. Semoga tidak terulang lagi.

Penyebab, Gejala  dan Cara Mencegah Disentri


Setelah sampai rumah lagi, saya baru bisa berpikir jernih. Apa penyebab si dedek bayi ini terserang disentri?

Disentri sendiri ada dua macam. Tipe pertama adalah Disentri Basiler yang disebabkan oleh infeksi bakteri Shigella, bakteri Escherichia coli, Salmonella atau Campylobacter.

Yang kedua adalah Disentri Amuba yang disebabkan oleh infeksi Entamoeba hystolitica.

By the way, bakteri dan amuba itu berbeda. Keduanya merupakan oeganisme uniseluler alias bersel satu.

Namun dalam taksonomi keduanya berbeda kingdom. Bakteri masuk dalam kingdom Monera, sedangkan amuba anggota kingdom Protista.

Disentri ini gejalanya: diare dengan lendir atau darah, mual, muntah, demam, kram atau nyeri pada perut.

Disentri sendiri bisa berlangsung selama 3-7 hari.

Disentri model mana yang menimpa si adek bayi, saya tidak tahu persis. Yang saya tahu disentri terjadi karena kebersihan makanan kurang terjaga.

Sepertinya saat itu saya kurang bersih saat menyiapkan makan si bayi. Dari situlah kuman masuk ke pencernaan bayi dan menginfeksi usus besarnya.

Maafkan Ibu, Nak.

Jadi supaya terhindar dari disentri, kita harus menjaga kebersihan. Antara lain dengan mencuci tangan sebelum mengolah makanan dan menyuapi bayi, serta mencuci tangan bayi sebelum dan sesudah makan.

Alhamdulillaah, kejadian disentri tidak terulang lagi. Bahkan bayi kami tadi sekarang sudah hampir berumur 10 tahun

Semoga ia senantiasa sehat, jauh dari disentri dan penyakit lainnya.

Teman-teman punya pengalaman dengan disentri juga? Boleh dong diceritain di kolom komentar. Yuk, yuk!



You May Also Like

20 comments

  1. Raka pernah juga mba. Pas lebaran lagi waktu itu.. aku bawa ke bethesda. Waktu itu rawat jalan. Aku ingetnya habis tak maemi pke soto yang aku beli di warung. Aku pikir awalnya krn sotonya kebanyakan merica, tp mungkin krn kurang bersih

    ReplyDelete
  2. Aku pernah lho kena disentri dan itu luar biasa rasanya. Tak terbayangkan kalau penyakit disentri ini sampai menyerang bayi. Ekstra khawatir dan ekstra penanganannya juga. Jangan sampai deh ya. Sedih kalau lihat bayi sampai sakit ini, wong orang dewasa aja ampun-ampun kok kalau sampai kena

    ReplyDelete
  3. Ya Allah..... semogaaaaa sehat selalu ya Mba.
    Iya euy, kalo bayi sakit, pastinya stressful banget.

    ReplyDelete
  4. I feel u mbaak. Anak pertamaku dulu juga pernah dirawat, bukan disentri tapi infeksi saluran cerna lebih parah lagi kan ya malah karena pup nya tuh berdarah. Sedih banget pas harus nungguin anak, rasanya ga tega anak diinfus - infus, ga bisa kmana-mana kasian banget dari situ makanan dijaga banget. Selain kebersihan daya tahan tubuh anak juga berpengaruh ya pasti, sehat selalu ya untuk anak-anak kita aamiin

    ReplyDelete
  5. Disentri berarti penyebabnya bakteri ya. Dulu waktu kecil anakku juga pernah sakit perut, mual dan muntah selama bbrp hari. Tapi kalo nggak salah dulu dokter bilangnya diare

    ReplyDelete
  6. Anak saya waktu umur 2 tahun pernah kena diare, mencret2 juga penyebabnya karena botol susu kurang higienis. Dokter anak kami hanya meresepkan obat probiotik, lama memang sembuhnya tapi setelah itu dia jarang kena diare lagi.

    ReplyDelete
  7. Memang kasihan kalau lihat bayi sakit ya, kadang kita ngga bisa cepat tahu penyebabnya.
    Semoga selalu sehat ya mba buat ananda.

    ReplyDelete
  8. Alhamdulillah waktu itu segera tertangani ya mba.. TFS mba, SBG pengingat utk kita bahwa kebersihan peralatan, bahan maupun pengolah sangat penting dalam mempersiapkan dan menyajikan makanan ya..

    ReplyDelete
  9. Memang mengkhawatirkan banget ya kalau bayi kena disentri. Jangankan itu, diare aja bikin deg degan

    ReplyDelete
  10. Teman saya pernah mengalaminya, mba.
    Alhamdulillah, dedek bayi pulih dalam waktu yg tidak lama dan tumbuh sehat. Semua tak lepas dari peranbunda yang sangat mendampingi dan melindungi.

    ReplyDelete
  11. Jadi inget anakku Gibe, waktu dirawat beberapa hari di rumah sakit karena diare dan diinfus tangannya. Dia berontak nangis, sedih rasanya...Terimakasih mom share nya, agar kita perduli kesehatan anak ya 🙏😍

    ReplyDelete
  12. Hiks, kasihan banget kalo bayi terserang disentri, rentan soalnya masih kecil. Kita orang dewassanya yang memahami akan kebersihan semuanya. Anakku pernah juga ngalaminwaktu baby , sampe lecet, merah2, kasian.

    ReplyDelete
  13. Lah iya, kok aneh perawatnya disuruh antri? Kan waktu daftar kita sudah ditanya perawat sakit apa. Anak2 rentan sakit begini ya kalau travelling jauh. Bungsuku dulu pas mudik juga opname krn diare waktu bayi. Kakaknya dijaga kakek nenenknya dirumah ortuku, aku & suami jaga di RS.

    ReplyDelete
  14. Disentri ini ga bisa disepelekan ya, menyerang orang dewasa aja kita kerasa banget lemesnya, apalagi kalo menyerang bayi. Semangat mba, semoga si kecil sehat-sehat terus ya. :*

    ReplyDelete
  15. lihat anak yang sakit apalagi masih bayi bikin khawatir ya. Kasihan kalau bayi disentri belum bisa ngomong pula ya cuma bisa nangis. Semoga sehat selalu ya untuk kita semua.
    Ternyata kalau disentri itu gak boleh langsung dimampetin ya malah nanti tersumbat, pernah lihat bayi yang harus dioperasi karena dikasih obat mampet saat disentri

    ReplyDelete
  16. Anak kalau disentri itu lemes dan rewel, huhu semoga aja ya keluarga kita bebas dari disentri dan memang kebersihan itu penting banget agar terhindar dari segala macam penyakit.

    ReplyDelete
  17. Ya Allaah...
    bayi memang rentan sakit ya, kak...
    Kurang bersih, kurang memilih makanan yang benar, dan lain-lain.
    Semoga Allaah memberikan balasan yang terbaik untuk Ibu.

    ReplyDelete
  18. Kalau mpo maklumin kalau ada yang nyerobot masuk nomor antrian. Kadang yang tidak mengerti ngomel-ngomel tapi pasti ada sisi kemanusiaan, apalagi menyangkut nyawa.

    ReplyDelete
  19. Ya ampun mbak, belum pernah mengalami disentri pada bayi sendiri. Baca ini saya jadi semakin care terhadap anak. Sudah 10 tahun juga sehat selalu ya nak.

    ReplyDelete
  20. Paling sedih banget liat anak bayi sakit apalagi.disentri kitanya jd khawatir banget liat bayi jd lemes..

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.