Skip to main content

Masakan Ringkas Dengan Modal Kecap

Sudah pertengahan bulan ya ini? Persiapan masuk masa pengiritan dimulai hehehe... Eh, tapi ini ga berlaku untuk yang tertib mengatur pengeluaran ya. Untuk sementara ini saya termasuk yang belum tertib, jadi masih merasa harus sedia kecap di dapur terutama di tanggal tua biar tetap bisa eksis, eh, biar bisa bikin masakan ringkas dengan modal kecap.
Ngomongin soal kecap, jenis kecap itu ternyata ada bermacam-macam. Ada yang kental, ada yang encer, ada yang manis, ada pula yang asin. Cairan penyedap masakan ini rupanya banyak dipakai di negara-negara Asia. Sebut saja Indonesia, Korea, Jepang.
Kecap yang dalam Bahasa Inggris disebut dengan soy sauce ini memang sudah punya sejarah yang panjang. Penggunaannya pun sudah di bermacam-macam masakan. Nah, buat saya kecap itu bisa jadi penolong di saat harus memasak enak dengan bahan seadanya atau waktu yang mepet. Bisa juga kecap ini jadi jalan pintas saat ga bisa berlama-lama di dapur.
Menu 1: Sambal Kecap
Kalau dulu pas saya masih bersekolah, cukup sering tuh sarapan dengan telur dadar plus sambal kecap. Berhubung ibu saya dulu bekerja sebagai guru, jadi kalau pagi seringkali rempong banget. Ya mengurus suami yang mau berangkat kerja, ya menyiapkan tiga anak yang mau ke sekolah, ya musti bergegas berangkat kerja juga. Sambal kecap? Oye.
Bikinnya gampaaang banget. Cuma cabai rawit diiris tipis plus kecap manis. Udah, itu doang. Dimakan sama nasi hangat dan telur dadar atau tempe tahu goreng. Uwahhh...jangan tanya enaknya!
Menu 2: Nasi Goreng
Keberadaan kecap juga terasa saat lagi punya banyak nasi dingin.  Dibikin nasi goreng! Wah, kalau ini anak-anak saya sukaaa banget. Kadang malah mereka yang masak. Ya gimana lagi, saking mudahnya sih.  Cukup bermodal nasi dingin, bawang merah dan bawang putih yang diulek atau dirajang halus, sejumput garam, sedikit minyak goreng plus kecap manis.
Tumis bawang merah dan bawang putihnya sampai harum, tambahkan kecap manis, aduk-aduk, tambahkan nasi. Aduk sampai kecapnya merata. Beri garam, aduk lagi. Sudah. Siap dihidangkan. Mudah banget kan?
Menu 3: Ayam Kecap Instan
Ada juga resep nekat yang jadi andalan saya: ayam kecap instan. Ampuuun...ini nekat banget. Ayamnya rasa ayam bakar tapi cuma digoreng.  Masakan ini dikreasi karena sering terburu-buru saat di dapur. Maklum deh, adek bayi sekarang udah merangkak. Kadang kalau saya lagi masak dia ikut juga ke dapur. Serem kan ya. Saya juga jadi ga konsentrasi. Maka, jadilah ayam kecap instan ini yang kata anak-anak, "Mmm...enak!"
Ini curang banget bikinnya. Ayam dicuci bersih dan dipotong. Direbus dengan garam sampai matang dan lunak. Tiriskan.
Siapkan wajan dan sedikit minyak goreng, masukkan ayam, tambahkan kecap. Masak sampai terkaramelisasi alias kecoklatan rada gosong sedikit gitu.
Mirip sama ayam bakar kan? Cocok buat makan siang di sekolah deh. Hahaha...
Masih ada banyak masakan ringkas dengan modal kecap selain yang saya ceritakan tadi. Tapi boleh dong gantian teman-teman yang bagi cerita soal kecap ini. Punya resep nekat andalan juga? Cerita yuk, cerita.

Comments

  1. Boleh juga nih tips ngiritnya, hahahaha. Tapi meskipun cuma pakai kecap rasanya udah endes :D

    ReplyDelete
  2. Sambal kecap favorit banget tuh, enak dicocol sama tempe, hehe.

    ReplyDelete
  3. Yang ayam bakar ala2 itu aku sering bikin juga mba.. tapi ayamnya tak bumbu bacem dulu. Ntar klo mo "bakar", tinggal taruh teflon, trus kasih kecap

    ReplyDelete
  4. Kalo menu andalan saya Tempe Sambal Goreng yang mengandalkan kecap. Jadinya kecap di rumah cepat habis haha.

    ReplyDelete
  5. Berhubung saya nggak suka-suka amat sama ayam, biasanya saya bikin tahu tempe tumis kecap atau tempe bacem. Favorit banget sih tempe bacem ini! :D Cuma ya prosesnya lebih lama. Kalau nggak tahu tempe tumis kecap, biasanya bikin tumis sayur seperti kangkung atau brokoli. Berhubung harga sayur lebih hemat daripada harga ayam juga sih, hehehe

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.