Skip to main content

Kenapa Daster Cepat Sobek


Daster, salah satu seragam para ibu ini sekarang modelnya makin beragam. Maka tidak heran kalau banyak penggemarnya. Daster ini adem dipakai dan praktis. Buat ibu rumahan kayak saya nyaman banget dipakai. Apalagi yang model terusan panjang. Berasa pakai gamis kan ya, tinggal dipasangi hijab cantik aja udah kelihatan beda. Sayangnya, kenapa sih daster cepat sobek?

Saya sendiri dulunya ga pernah suka pakai daster. Males aja gitu. Tapi sejak punya bayi semuanya berubah. Daster mendadak jadi pakaian kesukaan saya karena kefraktizannya tadi. Iya, fraktiz, tinggal slup-slup. Ya gimana lagi, tangisan bayi memang bisa mengubah banyak hal, hahaha...


Setelah kurang lebih 9 tahun berakrab dengan daster, sekarang saya mulai merasa patah hati. Gimana enggak? Beberapa daster saya secara berurutan sobek berjamaah. Mulai sobek kecil di bagian saku dan kancing, sampai sobek besar di bagian paha depan, padahal bagian ini paling nyaman buat mangku-mangku bayi.

Kenapa sih daster cepat sobek? 


Setelah saya amati, ada beberapa sebab daster cepat sobek. Kita lihat yuk hasil pengamatan saya!

Daster Cepat Sobek Karena Jenis Kainnya Plus Cara Mencuci Yang Keliru

Bahan daster biasanya terbuat dari yang adem. Cuma sayangnya kain adem ini punya kekurangan, yakni cepat aus. Kok bisa? Ternyata ausnya kain ini dipicu oleh cara  pencucian yang keliru. Dicuci pakai mesin cuci jelas memperpendek umur si daster. Kasus daster sobek di bagian kancing sebagian besar ya karena dicuci pakai mesin cuci.

Biar daster ga cepat sobek ya si pemakai harus mau mencucinya dengan tangan. Pengorbanan lah ya. Juga, milikilah koleksi daster yang cukup jumlahnya biar dasternya ga Mbah Ringgo melulu. Dikumbah, garing, dinggo. Hehe...


Kualitas Jahitan Yang Kurang Bagus Membuat Daster Cepat Sobek

Lha ini. Kebanyakan daster yang saya beli memang punya bagian yang jahitannya kurang oke. Cepat sobek dong, tentu. Ini juga yang paling sering bikin bagian saku bolong.

Solusinya gimana?
Ya dijahit ulang saja. Bagi yang punya mesin jahit sendiri bisa tuh langsung dijahit daster baru yang jahitannya berpotensi bikin baper.

Yang ga punya mesin jahit gimana? Ya dijahitin ke tukang jahit. Gampang kan?
 

Sering Dipakai Berbasah-Basah Bikin Daster Cepat Sobek

Ini iya banget. Berbasah-basah kayak nyuci baju, nyuci piring dan memasak memang enak dilakukan dengan pakai daster. Tapi ya itu, kadang lupa kalau daster basah bisa cepat sobek karena daster menempel di badan dan kalau ga hati-hati, gerakan rada ekstrim sedikit aja bisa bikin sobek.

Duh, daster emang nyaman dipakai, jangan sampai patah hati gara-gara daster cepat sobek deh. Ibu-Ibu, suka pakai daster ga? Rekor terlama umur dasternya berapa tahun? Bagi dong ceritanya. Yuk, yuk!

Comments

  1. Aku pake daster pas hamil tua tok mba.. klo dah lair..pensiun. di rumah lebih enak pake oblong plus celana selutut...soalnya nggak usah cincing2 gitu klo mo ngapa ngapain... Mo duduk juga ga ribet, segala posisi tinggal duduk aja����

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hihihi...lha dirimu bar melahirkan aja udah pake celana panjang. Disesuaikan kebutuhan n kenyamanan ya.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.