Skip to main content

Share Foto Atau Video Serem, Buat Apa Sih?

Di zaman awal mainan internet di warnet, saya pernah dapat video serem yang dikirim lewat email. Video penampakan ha...ha...hantu... gitu. Kaget pol. Lha gimana, isinya cuma foto rumah tua di-zoom plus lagu lembut. Ada pengantar untuk memperhatikan baik-baik gambar itu.

Pas lagi khusyuk, tahu-tahu muncul wajah si hantu di tengah layar monitor. Kaget luar biasa. Mak jenggirat. Teriak. Hampir kabur dari bilik warnet. Ga tahu tetangga kanan-kiri bilik terganggu apa enggak sama teriakan saya itu.

Rasanya pingin ngomel-ngomel ke si pengirim. Banget! Ngapaiiin ngirimin gituan?? Bikin jantungan aja!

Masa berlalu. Sekarang main internet ga pakai warnet. Kita pakai hp yang bisa dibawa ke mana aja dan bisa diakses kapan aja.
Kok ya di era kayak gini ketemu lagi sama video serem. Masih tentang HANTU ya, tapi bukan hantu dari masa SMA.

Pokoknya saya males banget lihat perhantuan gitu walau cuma bercanda-bercanda. Sadar diri lah saya. Emang saya takut. Daripada lihat trus jadi ga produktif? Lebih baik lihat yang asyik-asyik aja kayak tutorial gitu kan?

Nah, suatu ketika di grup whatsapp keluarga ada yang ngirimin video hantu lagi. Kirain apa gitu ya, saya klik. Apa isinya? Mengejar Noni? Bukan. Cerita horor di waktu maghrib? Bukaaan. Tapi itu video orang sholat berjamaah yang salah satunya main hantu-hantuan.

Pas lihat itu saya lagi hamil. Wuaduuuh.. kaget plus takut campur sebel. Iya sih itu video cuma lucu-lucuan. Tapi please deh, ga lucu buat saya. Lagian orang ibadah kok dijadiin bahan lelucon. Ga etis.


Saya ga ngerti deh, buat apa gitu kirim video yang kayak gitu. Lebih banyak bawa celakanya ketimbang kebaikannya.

Eh, habis hantu, sekarang malah muncul video atau foto serem di grup macam foto korban kecelakaan, korban pembunuhan yang berdarah-darah gitu. Bahkan ada juga foto orang gantung diri. Ada juga foto berita hoax soal isu kesehatan atau penyakit yang fotonya bikin gatel-gatel seketika. Nggegirisi.

Yang terbaru nih, ibu saya naik tensinya gara-gara lihat video serem di grup. Ya maklum, ibu sudah 68 tahun dan baru aja masuk ke dunia maya, banyak hal yang ibu kira penting untuk disimak. Bahkan hoax politik aja ibu saya percaya lho. Apa-apa jadi dimasukkan ke hati. Repot kan?

Sudahlah. Jangan share foto atau video serem lagi ah. Korbannya udah banyak. Lebih baik share yang bermanfaat dunia-akhirat aja. Banyak kok tulisan yang bisa dishare tanpa bikin teler, kayak tulisan di blog ini, hehe...

Janji ya, jangan lagi share foto atau video serem. Oke?!

Comments

  1. Ih,aku juga pernah Mbk,langsung aku buang hpnya hahaha...sangking kagetnya

    ReplyDelete
  2. Aku selalu blok orang-orang yang suka share aneh-aneh. :'D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, bener ini. Apalagi yang udah dikasih tahu tapi tetap ngeyel ya

      Delete
  3. Klo di grupku yang suka share2 berita hoak, video aneh gitu sing isine rata2 pengguna baru medsos mba..
    Klo yang seumuran, grup sekolah..sharenya gambar cewek2 cantik berbaju minim😫

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya betul itu. Biasanya masih euforia.

      Gambar minim?? Ya ampuuun. Wis, leave grup deh kalo gitu.

      Delete
  4. Saya juga suka sebel mba. Semoga org2 yang suka kirim gambar itu segera sadar deh. Lucu-lucuannya gak berfaedah buat org lain. Mungkin dia mau balas dendam, tapi untuk apa ya? Huft. Btw, mamanya gak gaptek ya mba :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.