Skip to main content

Tiga Tipe Keluarga Saat Bepergian


Masih terkenang pulang kampung ke Jogja, saya jadi kepikiran nulis ini. Sebelumnya, pas pulkam ke Jogja itu rencananya saya dan anak-anak mau balik ke Madiun naik kereta sebagaimana pas berangkatnya. Tapi karena lihat mobil yang cuma isi 2 penumpang aja (suami saya nyusul naik mobil) akhirnya kami semua ikut. Halah...  Padahal tiket KA udah di tangan untuk kepulangan 2 hari lagi. Gpp lah, tiket pun dibatalkan di Madiun pas H-1.

Sepanjang perjalanan ke Madiun itu kami lewat rute yang biasanya. Mampir ke rumah makan yang biasanya juga. Bahkan jajanan yang dibeli pun yang kayak biasanya. Sampai-sampai saya nyeletuk, "Kita ini kalo pulang kampung kok mampirnya ke situ lagi-ke situ lagi." Mungkin karena kalau udah kadung cocok sama sesuatu, ya udah, ga pindah ke lain hati.

Baca juga: Oleh-Oleh Liburan Ke Jogja

Dari situlah saya iseng nanya ke teman-teman di grup facebook, "Kalian masuk tipe keluarga yang mana saat bepergian pakai kendaraan pribadi: a. Adventurer; b. Lurus aja?"

Dan teman-teman menyambut 'survey' saya ini dengan antusias. Setelah dicek ternyata bukan cuma ada 2 opsi tapi beranak jadi 3. Woaaa....apa aja yaaa... Ini dia:

Adventurer
Tipe keluarga adventurer ini ciri utamanya adalah suka gonta-ganti rute untuk menuju tempat yang sama. Atau sering penasaran dan nyobain jalur baru.

Kalau mau pulang kampung, misalnya, sering coba lewat rute yang berbeda dari sebelumnya, suka nyobain istirahat dan makan di tempat baru. Kalau ada rumah makan baru biasanya langsung penasaran dan ke sana.

Kelebihan keluarga tipe adventurer ini adalah punya banyak informasi sehingga bisa dijadikan sebagai rujukan. Iya kan, kalau kita mau bepergian ke tempat yang belum pernah dikunjungi, biasanya kita akan cari info kan? Nah, bisa tuh tanya jalur menuju tempat itu beserta  alternatifnya kepada tipe keluarga adventurer ini.

Baca juga: Jelajah Desa

Lurus

Tipe keluarga ini kayak keluarga saya deh. Yang penting nyaman di jalan dan sampai dengan selamat, gitu prinsipnya. Petualangan? Bisa sih, tapi bukan untuk dilakukan di perjalanan jauh.

Kelebihannya apa? Tipe keluarga ini bisa ngirit karena rute yang mau ditempuh udah jelas. Pengeluarannya untuk apa aja juga udah fix. Iya kan? Main aman lah, hehehe...

Campuran

Nah, ini. Tipe campuran ini bisa lahir karena kondisi sementara atau karena tipe suami-istri beda.

Kondisi sementara, misal karena lagi punya bayi maka tipe keluarga adventurer berubah jadi tipe lurus. Pertimbangannya kasihan si bayi kalau tiba-tiba nyasar di perjalanan.

Tipe suami dan istri yang beda juga bisa jadi melahirkan tipe campuran. Ya gampangnya gini, suami maunya A istri ingin B. Maka harus ada kesepakatan biar adil. Bisa jadi kemudian diambil jalan tengah: rute ambil rute lurus tapi jajannya nyobain yang baru.

Gitu deh, teman-teman, sedikit cerita soal tiga tipe keluarga saat bepergian. Teman-teman termasuk yang mana nih?


Comments

  1. aku yang tipe campuran kayaknya, kadang2 pengen nyoba macem2 atau pergi ke tempat yang beda, tapi kadang2 kalau lagi gak punya waktu banyak atau ada kendala lain ya pilihnya yang itu-itu aja :)

    ReplyDelete
  2. Aslinya aku suka yang tipe2 ganti jalan mba..cumaaa..aku pelupa bnget klo suruh hapalin jalan, bingungan arah...dan aku juga bukan yang pegang kemudi kendaraan..akhirnya mung manut. Nunut.

    Nah...pak suami banyakan yang tipe lurus...dari wonosobo aja, lapar di magelang..jajan di Sleman😀😀

    Tapi...kadang2 juga mau tak provokasi...ganti jalur...manfaatin GPS.

    Tapi nanti klo ketemunya medannya ternyata susah, ato malah macet..aku trus merasa bersalah.

    ReplyDelete
  3. kalo mudik jalurnya itu2 aja sih, kecuali lewat udara hehehe

    ReplyDelete
  4. Kalo aku tipe lurus mbak, karena semua sudah aku rencanakan dengan matang, sematang alpukat enak ahahahaha. Maklum bawa 2 bocah sendiri jd pengen yang terencana "cape"nya hihihi

    ReplyDelete
  5. Aku campuraaan... Improve kalo udah jalan. Kebetulan juga sering sepaham sama suami, jadi enak dan nyaman :)

    ReplyDelete
  6. Keluarga kami, Bapak sama Ibu dan adik2 juga tipe kekuarga lurus kalau jalan bareng Mbak hahahha..
    Tapi seru juga yah tipe adventure. Nanti aja sama keluarga sendiri kalau gitu. Cari dulu calon bapaknya anak2

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…