Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2017

Bayi Melihat Penampakan Di Jendela

Ah, judulnya sok bombastis amat, ya! Hahaha...memang begitu sih, bayi melihat penampakan di jendela. Ibu-ibu, yang punya bayi pernah dong mengalami hal seperti ini?

Plis deh, jangan nakut-nakutin.

Nggak nakut-nakutin kok, cuma sekedar berbagi aja. Siapa tahu ada juga ibu-ibu di luar sana yang merasa penasaran dengan yang dilihat si dedek bayi.

Bayi Melihat Penampakan? Benar Ga Sih?
Jadi ceritanya gini. Sebagaimana yang sudah saya ceritakan, saya punya bayi lagi. Anak ketiga ini melengkapi kebahagiaan kami di bulan Ramadan lalu.

Sebagaimana ibu baru, saya merasa takjub kepada makhluk imut ini. Segala perkembangannya saya amati. Pokoknya jadi ibu baru itu norak banget, apa-apa diperhatikan dan diceritakan. Mulai dari bobot si bayi yang naik drastis, si dedek yang udah mulai ngoceh, yang udah bisa miring, tengkurap, senyum, tertawa dan seterusnya.

Serunya jadi ibu masa kini, kiprah si dedek bisa juga direkam di media sosial. Kayak saya yang suka mejeng foto anak-anak saya di akun instag…

Kentut Yang Mahal

Baru berani cerita sekarang soal kelahiran anak saya yang ke-3. Jadi ceritanya saya melahirkan pada 8 Ramadan lalu alias 2 Juni 2017. Si bayi diperkirakan lahir pada 5 Juni. Pada awalnya saya tidak berpikir akan ada drama seperti ini, kentut yang mahal. Cobaan, kata saya. Ujian. Bisa jadi. Hukuman? Kalau iya, semoga menjadi penggugur dosa.

Okelah, saya cerita dari awal saja, ya. Masuk bulan Ramadan kehamilan saya memasuki usia 40 minggu. Tujuh hari puasa saya lewati dengan sukses alhamdulillaah. Janin tidak protes saat saya ajak berpuasa. Bulan Juni tiba. Saya makin deg-degan karena hari perkiraan lahir makin dekat. Feeling saya mengatakan kalau jabang bayi akan lahir setelah lewat tanggal 1. Nunggu bapaknya gajian mungkin, hehehe...

Berhubung HPL-nya tanggal 5 Juni, saya berencana kontrol ke dokter di RSI Siti Aisyah, Madiun pada hari Sabtu, 3 Juni. Kenapa tidak pas tanggal 5-nya? Soalnya tanggal 5-9 Juni kedua anak saya harus menghadapi Ujian Kenaikan Kelas. Saya sungguh tidak berha…

Untuk Yang Alergi Dingin, Ibu Punya Transpulmin

"Adek kok grok-grok, ya, Yah?" tanya saya.
"Dikasih tetes hidung," jawab suami saya.
"Udah je. Tetep pilek. Tapi kalo dah siang pileknya ilang," kata saya.
Tiap malam dan saat bangun pagi hidung anak kami yang ketiga itu selalu agak buntu. Dari hidung si bayi yang sekarang umurnya 3 bulan itu kadang muncul bunyi 'grok-grok' juga. Didorong rasa penasaran, saya cari di internet. Ternyata memang bayi yang baru lahir ada yang hidungnya tersumbat begitu. Masih baru kan, ya, alat pernapasannya, jadi wajar kalau masih mengalami masa penyesuaian. Tapi setelah lewat sebulan umur si Adek, kok masih sering gitu? Hmmm...tampaknya Adek punya masalah yang mirip dengan kakaknya, si Mas Kecil: alergi dingin.
Anak kami yang nomor dua juga begitu. Sering pilek kalau udara dingin dan pileknya hilang saat suhu menghangat. Begitu terus sampai usianya 7 tahun ini. Sebabnya apa? Bisa jadi keturunan dari ibu saya yang juga alergi dingin atau karena lahirnya dulu lewat ope…

Jangan Takut Mulai Menulis Di Blog

Maybe you're tired, busy or stressed. So you tell your cat, "Maybe once I'm feeling perfect, with an abundance of wonderful blog ideas, I'll start on my blog. I need a guaranteed audience, anyway." (Jamie Spencer/jeffbullas.com)
Saya mendadak ketawa ngikik baca tulisan itu, membayangkan seorang calon blogger ngomong sama kucingnya, saking nggak adanya teman bicara. Kutipan itu saya ambil dari artikel di jeffbullas.com berjudul 11 Excuses That Serious Bloggers Don't Make. Artikel terbitan tahun 2016 itu membahas tentang penyakit calon blogger, di antaranya: tidak ada yang bakal suka dengan pandangan saya, saya menulis hal yang pernah ditulis orang lain, saya terlalu sibuk untuk mulai menulis.

Serumit itukah memulai menulis di blog? Kenyataannya... Sebagai blogger pemula di tahun 2013, saya sendiri mengalami beberapa ketakutan seperti yang diuraikan di artikel tadi. Saya takut tidak ada orang yang sepakat dengan tulisan saya dan lalu saya dikritik habis-habisan…

Tiga Anak, Tiga Pengalaman Mengasuh

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor Punya anak itu merupakan sebuah ruang pembelajaran bagi tiap individu yang bernama orang tua. Tiap anak punya cerita tersendiri. Seperti saya, punya tiga anak, tiga pengalaman mengasuh. Biarpun anak saya laki-laki semua, tapi tetap saja rasanya berbeda. Terlebih si bungsu yang hadir pas saya berumur 40 tahun. Berasa betul bedanya.Sudah pernah punya anak bukanlah jaminan kita bisa menjadi orang tua yang sempurna. Tetap saja,meski sudah punya pengalaman mengasuh anak, harus selalu belajar dan meng-update ilmu pengasuhan. Zaman berubah, cara hidup manusia pun mengalami pergeseran. Cara mengasuh anak juga menjadi berbeda. Metode yang dulu dianggap terbaik belum tentu tepat diterapkan di masa sekarang. Cara mengasuh satu anak pun tidak bisa disamaratakan pada semua anak karena, ya itu, tiap anak beda.Kesamaan Si Tiga AnakKesamaan yang jelas terlihat dari ketiga anak saya adalah kesemuanya laki-laki. Eh, udah disebutkan tadi, ya? Selain k…