Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2016

Roosvansia, Tidak Gampang Jadi Blogger

Tulisan ini merupakan artikel ulasan blog pemenang Arisan Link Grup 6 Blogger Perempuan. Baca juga ulasan 11 blogger lain dengan label profil blogger

Jadi blogger itu nggak gampang. Sungguh tidak gampang jadi blogger.

Percaya nggak sih dengan kalimat pembuka tulisan ini? Percaya nggak percaya, ya. Kadang kesulitan itu muncul ketika blogger kehilangan ide. Ada juga kesulitan teknis seperti utak-atik tampilan blog atau bikin infografis yang kece *tunjuk diri sendiri* . Ada juga kesulitan saat blogger tidak menemukan produk yang akan dijadikan bahan lomba. Haha... Intinya ada aja kesulitan yang menghadang yang menjadikan jadi blogger itu nggak gampang. Tapi sebagai blogger sejati yang datangnya dari panggilan hati, segala kesulitan itu bukan akhir segalanya, kan?

Masjid Yang Ramah Terhadap Anak

Sebagai yang pernah jadi anak kecil, saya merasakan sekali kegembiraan saat ke masjid di kala kanak-kanak. Niat ke masjidnya bukan untuk beribadah semata tapi juga untuk ketemu teman, main lari-larian dan main putri-putrian. Hah? Putri-putrian? Iya. Dulu saya berkhayal jadi putri di kerajaan seindah surga dengan pintu gerbang laksana lengkungan masjid. Pakaian saya adalah mukena yang melambai-lambai tertiup angin dan rok yang lebar dan menyentuh tanah. Anggun banget. Beranjak sedikit besar saya mulai kesal saat di masjid lihat anak kecil main lari-larian, putri-putrian dan main mobil-mobilan pakai kotak infak beroda.

"Norak!" kata saya.

Belum lagi gerombolan anak perempuan yang sibuk kasak-kusuk di pojokan padahal sholat sudah dimulai. Uh! Bikin pingin njewer!

Bunda Yati, Blogger Yang Ing Ngarsa Sung Tuladha

Tulisan ini merupakan artikel ulasan blog pemenang Arisan Link Grup 6 Blogger Perempuan. Baca juga ulasan 11 blogger lain dengan label profil blogger



Ing Ngarsa Sung Tuladha. Yang Di Depan Memberi Contoh. Filosofi pendidikan cetusan Ki Hajar Dewantara ini bermakna sangat dalam. Dalam dunia blog, saya menemukan sosok yang sung tuladha sebab kesenioran yang disandangnya. Senior bukan hanya karena sudah relatif lama ngeblog, tapi juga senior dalam usia. Beliau ini adalah seorang bunda yang enerjik. Cerita yang mengalir dari jari-jemarinya rasanya menguatkan prasangka saya bahwa Bunda ini adalah bunda yang suka dengan aktivitas fisik dan berpikir.



Laptop saksi bisu kelincahan Bunda Di usianya yang sudah kepala 7, Bunda ini masih rajin menulis! Siapa bunda ini? Iyaaa betuuul...beliau adalah Bunda Yati Rachmat, pemilik blog MISCELLANEOUS dengan alamat www.bundayati.com.

Suami Yang Menyerahkan Istrinya Kepada Lelaki Lain

Pernah dengar kisah seorang suami yang menyerahkan istrinya kepada lelaki lain? Ih, suami apaan kayak gitu? Tunggu. Cerita ini malah sedikit 'lucu' sekaligus mengharukan. Gimana ceritanya? Seorang tetangga saya punya anak laki-laki. Sebut saja namanya si Adi. Adi sudah menikah dan punya satu anak yang masih kecil. Adi ini orang kecil. Sungguhan kecil. Dari segi ekonomi maupun fisiknya. Badannya tidak terlalu besar tapi nyalinya patut dipuji. Adi bekerja sebagai sopir pribadi. Istri Adi, sebut saja Betty, bekerja di sebuah toko. Anak mereka dititipkan ke nenek si bocah. Karena ingin mandiri, mereka tinggal di sebuah kontrakan kecil tidak jauh dari tempat Betty bekerja. Sebagai pasangan muda, biasalah ya kalau ada riak-riak kecil dalam rumah tangga. Nggak usah pasangan muda, pasangan tua, eh, lama aja sering berselisih paham juga. Iya nggak? Nah, suatu ketika Betty mengalami sebuah masalah serius yang merupakan puncak dari serangkaian upaya sabotase dalam rumah tangga.

Masihkah Saya Menulis Nantinya?

Sekian lama saya cuekin blog, saya lebih banyak hidup di dunia nyata. Sesekali menyambangi dunia maya hanya untuk lihat kabar dari teman-teman. Kenapa blognya dicuekin? Jawabnya karena suami saya jatuh sakit. Nggak sampai harus opname sih, tapi benar-benar harus nggak disambi. Ya, ngeblog kan aktivitas sambilan. Jadi ya harus ngalah. Selama jadi silent reader media sosial inilah saya diajak merenung. Ada seorang teman blogger yang juga penulis, Mbak Novia Syahidah Rais, menulis begini di status facebooknya: Sekarang memang zamannya brand menggunakan blogger dan penggiat media sosial sebagai partner utk branding. Maka manfaatkanlah sebaik-baiknya bagi yg berlahan disana. Karena bisa jadi besok trend akan berubah. Blogger tak lagi dilirik, penggiat media sosial tak lagi menarik. Dan blogmu tinggal jadi diary.

Nunu Amir, Dari Makassar Ke Ibukota

Tulisan ini merupakan artikel ulasan blog pemenang Arisan Link Grup 6 Blogger Perempuan. Baca juga ulasan 11 blogger lain dengan label profil blogger


Waktu saya masih di SD dulu pernah punya permainan sembunyi-sembunyian barang. Misalnya permen. Permen itu dipegang satu orang lalu dilantunkan sebuah lagu permainan. Cuma saya lupa lagunya seperti apa. Intinya memindahkan permen dari satu tempat persembunyian yang satu ke tempat persembunyian lain dengan posisi pemegang permen tidak berpindah. Jadi, misalnya disembunyikan di laci meja atau digenggam di belakang punggung.

Di lagu permainan itu disebutkan dua kota besar di Indonesia: Balikpapan dan Ujung Pandang. Seingat saya di atlas di masa SD ada sebuah kota bernama Ujung Pandang, yaitu di ujung Sulawesi Selatan. Tapi kalau dilihat di atlas sekarang, kok nggak ada? Nama bandaranya saja masih Ujung Pandang (UPG). Terus, ke mana perginya kota Ujung Pandang?

Pertanyaan ini terjawab saat saya membaca tulisan Mbak Nunu Amir yang berjudul …