Skip to main content

Bunda Yati, Blogger Yang Ing Ngarsa Sung Tuladha

Bunda-yati

Tulisan ini merupakan artikel ulasan blog pemenang Arisan Link Grup 6 Blogger Perempuan. Baca juga ulasan 11 blogger lain dengan label profil blogger



Ing Ngarsa Sung Tuladha. Yang Di Depan Memberi Contoh. Filosofi pendidikan cetusan Ki Hajar Dewantara ini bermakna sangat dalam. Dalam dunia blog, saya menemukan sosok yang sung tuladha sebab kesenioran yang disandangnya. Senior bukan hanya karena sudah relatif lama ngeblog, tapi juga senior dalam usia. Beliau ini adalah seorang bunda yang enerjik. Cerita yang mengalir dari jari-jemarinya rasanya menguatkan prasangka saya bahwa Bunda ini adalah bunda yang suka dengan aktivitas fisik dan berpikir.



Laptop saksi bisu kelincahan Bunda
 
Di usianya yang sudah kepala 7, Bunda ini masih rajin menulis! Siapa bunda ini? Iyaaa betuuul...beliau adalah Bunda Yati Rachmat, pemilik blog MISCELLANEOUS dengan alamat www.bundayati.com.


Blog bundayati.com dilihat dengan ponsel
 
BUNDA YATI DAN BLOGNYA
Saya kenal Bunda Yati ketika saya bergabung dalam Kumpulan Emak Blogger (KEB). Kaget juga saat menyadari ada blogger dan penulis aktif yang usianya kepala 7! Bapak saya yang saat itu di usia 70-annya saja sudah membuat saya takjub karena memorinya masih kuat, apalagi Bunda Yati! 77 tahun! Subhanalloh. Saya ingiiin kelak juga sesehat dan selincah Bunda jika Alloh memberi saya usia panjang.

Bunda Yati memulai blognya pada tahun 2009 yang pada awalnya dipakai untuk bisnis. Namun jauh sebelum itu, Bunda sudah terbiasa dengan dunia internet saat harus mengirim dan menerima email ketika bekerja di UNICEF. (Pantas ya, Bahasa Inggris Bunda oke). Ketika blog bisnisnya kurang berkembang, Bunda menemukan kesempatan lain untuk mengembangkan blognya menjadi personal blog yang berisi pemikiran Bunda, pengalaman Bunda, cerita-cerita Bunda sehari-hari bersama anak dan cucu dan lain-lain.




Ketika sudah mantap di jalur ini, Bunda pun serius menekuni blognya. Ikut lomba, menulis puisi, ikut kegiatan offline, pokoknya anything related to blogging deh. Sampai akhirnya Bunda mendapatkan penghargaan Lifetime Achievement Award dalam perhelatan Srikandi Blogger 2013. Bunda juga berhasil meraih impiannya untuk berkarya di setiap tempat dan waktu dengan menjadi nara sumber di Fun Blogging. Eh aduuuh...yang muda kalah dweh.

Bunda Yati ini juga saya kenal sebagai blogger yang tak segan bertanya. Bahkan pernah di sebuah thread di grup, Bunda dengan terus terang berkata bahwa Bunda suka menuangkan pertanyaan di situ agar dijawab teman-teman meskipun sebetulnya Bunda bisa googling sendiri. Bunda melakukan itu bukan karena malas mencari tapi semata-mata untuk menumbuhkan ikatan silaturahmi sesama anggota grup. Betul juga, Bunda. Nggak asyik kan kalau di grup kita hanya titip link dengan sedikit basa-basi? Lebih mak nyus kalau ada interaksi kuat antaranggota.

Bunda juga sempat bertanya di salah satu postingan saya. Kata Bunda, tampilan blog saya cantik. *tersipu-sipu* Bunda, saya pakai theme bawaan blogspot. Saya cari yang gambarnya girly. Bannernya saya bikin pakai PicsArt. Bikin yuk, Bunda. Mudah kok pengoperasiannya.

TAK (HANYA) SATU JALAN
Sebetulnya apa sih rahasia Bunda agar tetap aktif? Rupanya Bunda punya prinsip Tidak Satu Jalan Ke Roma.

Segalanya cuma anda yang punya wewenang memerintah otak anda untuk tetap aktif. Jangan pernah biarkan otak anda untuk merasa bosan dan untuk menyerah! Perintahkan otak anda untuk menguak celah kecil sekalipun untuk menjadikannya sebuah celah yang besar. Semua itu hanya anda yang menentukannya. Ingat kata pepatah diatas: Tidak satu jalan ke Roma! ~ Yati Rachmat

Pepatah itu juga barangkali yang mengantar Bunda berhasil menerbitkan 19 buku antologi dan sebuah buku solonya: Me and My Life.



Keren, ya.
 
Eh tapi, masak ya di usia segitu kok dipanggil 'bunda'? Bahkan blogger-blogger muda yang usianya belasan tahun di bawah saya juga ikutan panggil 'bunda'? Owh, ternyata ada ceritanya to. Rupanya sejak lama Bunda Yati ini awet muda. Sampai-sampai dilarang dipanggil 'nenek'. Tapi gara-gara sebutan 'bunda' itu juga, Bunda Yati kerap kecele. Kecele gimana sih? Penasaran, kan? Ayok mampir ke kisah Bunda di artikel Ada Apa dengan Panggilan Bunda yang juga jadi artikel terpopuler di blog bundayati.com .

Catatan: foto-foto diambil dari blog bundayati.com
Ingin kenal lebih dekat dengan beliau? Sila kontak via:
email: yatirachmat@yahoo.com
twitter: @yatirachmat
facebook: Yati Rachmat

Comments

  1. Saya kenal bunda yati sebelum ada KEB, begitu Kenal blog langsung kenal bunda, 6tahun lebih berati :)

    ReplyDelete
  2. Dish Dwi Arti, terima kasih ulasannya tentang bunda. Kalo belum baca postingan bunda, pasti siapa pun "ngecap" kalo bunda tuh pengennya dianggap mudaaaa terus, hehe... Btw boleh ya postingan ini bunda share di Wall bunda? Makasih.

    ReplyDelete
  3. Bunda Yati emang hebat, daya ingatnya pun kuat ya...

    ReplyDelete
  4. Saluutt emang dengan bunda yati, siapa yg tidak kenal dengan beliau. semangatnya ngeblog dan menulis tetap produktif. semoga bisa jadi contoh bagi blogger2 muda :)

    ReplyDelete
  5. Oh..yaa... Salam kenal bunda.. :-) sering dengar bunda yati di sebut..tapi nggak pernah mbayangin siapa dibalik layar blognya. Hebat ya.. !

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.