Skip to main content

Yang Ungu Untuk Suami

Kemarin suami saya berulang tahun. Sekarang kepalanya sudah empat. Tahun lalu 40, tahun ini 40 lagi. Kok dua? Iya. Tahun lalu dihitung berdasar tahun hijriyah, tahun ini berdasar tahun masehi. Hehe...

Kalau saya tahun ini 40 dan 39, insya Alloh. *ga ada yang nanya*

Berhubung tanggal kelahiran kami sekeluarga cukup unik, tanggalnya selisih 7 tiap orang, dimulai dari suami saya tanggal 4, saya tanggal 11, sulung kami tanggal 18 dan si kecil tanggal 25, kami pun merasa istimewa.

Sejak awal bulan saya sudah ngasih aba-aba ke anak-anak bahwa tanggal 4 ayah mereka berulang tahun. Kenapa diingatkan? Supaya anak-anak ada kedekatan dengan ayah mereka. Mosok tanggal lahir bapaknya nggak tahu? Anaknya siapa tuh? Haha... Nggak juga sih. Karena saya sekeluarga juga tidak membiasakan acara ulang tahun.

Jadi begini. Menurut saya tiap anggota keluarga harus tahu nama lengkap, tempat dan tanggal lahir anggota keluarga yang lain supaya jika ada urusan dengan administrasi tidak kerepotan. Misalnya ya, si orang tua meninggal dunia. Surat kematian, bagi warisan, dan lain-lain akan mudah diselesaikan jika anak sebagai ahli waris tahu betul biodata orang tuanya. Setiap yang bernyawa pasti merasakan mati kan?

Kembali ke ulang tahun suami saya. Anak-anak sudah heboh ingin memberi ayah mereka kejutan. Kata mereka, "Rumah yang terbuat dari roti!"
Alamak. Saya mana bisa mbikinnya? Mau pesan kue juga paling nanti nggak habis. Lagipula mana mau suami saya dikado kue?

Sebetulnya ada barang yang diperlukan suami saya yang belum sempat terbeli. Tiap niat mau beli, tokonya tutup. Barang yang diperlukan adalah tas pinggang.

Tas pinggang ini berguna banget untuk menyimpan dompet, kunci-kunci kantor, ponsel dan alat tulis. Secara suami saya memang pekerjaannya ngurusi kunci dan pegang alat tulis. Tak jarang suami saya lupa menaruh kunci ruangan kantor dan harus bolak-balik mencari ke setiap sudut kantor. Kasihan. Kerjanya jadi nggak maksimal.

Cuma, saya belum sempat belikan. Pinginnya beli yang terjangkau, awet dan warnanya cerah. Kenapa cerah? Iya kalau warna gelap nanti malah ikut ketlingsut gara-gara nggak kelihatan. Lah, ya mana ada asesoris pria yang warnanya jreng ya? Saya belum pernah lihat sih. Kalau ada juga belum tentu suka dan pasti ditanya harganya berapa. Haha...

Eh tapi ada juga sesuatu berwarna ungu jreng yang suami saya sukai. A ha! Kasih itu sajalah! Suami saya pasti girang. Sesuatu yang ungu kemerahan itu termasuk salah satu kesukaannya.

buah-naga

Suami saya sangat suka minum jus buah. Buah apa saja. Berhubung beliau mau melakukan perjalanan ke luar kota, saya belikan saja buah naga merah untuk dijus. Buah naga bermanfaat melancarkan BAB. Cocok! Saya buatkan jus buah naga merah lalu saya simpam di kulkas. Selepas maghrib saat suami pulang, jus ungu nan segar ini menyambutnya dengan riang.

Sederhana saja hadiahnya. Yang penting sesuai kebutuhan dan diterima dengan senang hati. Setuju nggak, teman-teman?

Comments

  1. Hua kado yg tak biasa, buah naga hihi
    Tp unik juga ni buat list kado suami,.
    Suamiku jg suka buah, tp semangka

    ReplyDelete
  2. Murah dan menyehatkan ya mbak... *apapun kadonya...paling seneng kalo ke pake

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh lis. Lebih aman dari segi finansial hihihi

      Delete
  3. Hadiahnya sederhana tapi bermanfaat banget Mbak Diah.
    Btw suka banget poin semua anggota harus tahu basic info soal anggota keluarga lainnya untuk kepentingan administratif. A very nice point Mbak :)
    Terimakasih ya Mbak sudah ikutan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Terima kasih juga mas sudah diberi kail ide.

      Delete
  4. Hmm muantappp tuh mbak kalau buat saya yang mana mbak ?
    Ahi hi hi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang mana? Di sini cuma ada buah naga kok.

      Delete
  5. saya nggak ingat TTL ortu saya :(

    buah naga merah buah kesukaan sabiq. saya juga suka seh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Seger ya mas. Pas panas kayak gini cocok.

      Delete
  6. Enak nih mbak, saya bakal kebagian ngak mbak .. xixixi

    ReplyDelete
  7. wah ada-ada aja ya kado untuk suami.hembbb... saya juga suka buah naga?hehe kapan2 bisa kasih kado pacar seperti ini nih. ;-)

    ReplyDelete
  8. wah sudah kepala 4 ya mbak si bapak, romantis juga mbak ini, saya kadang lupa kapan suami ultah....

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.