Skip to main content

Keponakan Pertama

Keponakan pertama saya lahir pada waktu saya masih muda, 21 tahun. Hasna namanya. Gadis cilik yang istimewa. Hasna adalah cucu pertama Bapak-Ibu saya. Istimewa dong tentunya.

Sejak kelahirannya saya sudah jatuh cinta kepadanya. Pada waktu dia lahir saya baru pulang kuliah, masih berkeringat, saya langsung ke rumah bersalin. Di sana saya belum bisa melihatnya dengan jelas. Tapi saya bahagia.

Ketika Hasna sudah pulang ke rumah orang tua saya, mulailah saya menjadi bibi sungguhan. Melihatnya tumbuh, belajar miring, belajar tengkurap, belajar duduk, gigi pertamanya tumbuh, merangkak, merambat, berjalan, berlari. Pokoknya asyik sekali. Jadi bibi itu enak.

Menemani dia bermain, belajar, jalan-jalan, menggendongnya, menyuapi. Ah, pokoknya kenangan yang indah.

Menidurkan Hasna yang rewel karena ditinggal mamanya juga jadi bagian hidup saya. Mamanya Hasna, mbak saya, waktu itu masih kuliah di Solo. Seminggu sekali sih. Jadi tiap pekan ada hari ketika harus mengantar mbak saya naik bis jurusan Solo sekaligus menenangkan Hasna yang kehilangan ibunya. Untuk membuatnya terlelap biasanya saya dan adik saya (pamannya Hasna) membawanya berkeliling naik sepeda motor. Sampai kami pernah bergurau, "Jangan-jangan kita dikira pasangan muda yang punya bayi, ya?"

Hasna kecil dulu sukaaa banget sama iklan Sakaton*k ABC yang bintang iklannya Joshua. Tiap ada iklan itu dia langsung bergoyang di depan TV. Hasna juga suka nonton Teletubbies. Saya dulu sampai searching di internet tentang Teletubbies. Sayangnya dulu belum ada medsos, jadi nggak bisa di-share.

Saat Hasna pindah ke Cirebon saya ikut mengantar. Waktu itu dia sudah bisa menyebut nama saya, "Diaaah, Diaaah." Lucu. Lalu Hasna pindah ke Jakarta. Di sana lahirlah adik Hasna. Saya juga beberapa kali ke sana. Terakhir adalah pas saya sudah kenal dengan (calon) suami saya. Saya masih ingat Hasna yang waktu itu kelas 4 SD mengintip saya yang lagi ngobrol dengan pujaan hati sambil senyum-senyum.

Hasna juga yang kemudian jadi 'patah' (pengipas pengantin) pada pernikahan saya.

Desember lalu Hasna berulang tahun. Dada saya sampai sesak menahan haru. 17 tahun sudah usianya. Kesayangan kecil Bibi sudah dewasa sekarang.

Itulah cerita saya tentang keponakan pertama. Kalau kamu?

Comments

  1. Nyesek berasa tuwirnya ya Mbak liat ponakan yang dulu di timang2 sekarang sudah gede :)

    Kalau saya keponakan dari Budhe, dulu tak gendongi, sekarang dia sudah punya anak kembar pula. Saya Sudah jadi neneeek haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh, neneeek. Trus manggilnya apa mbak? Mbah, gitu? Hihi...

      Kalau tante saya yang cuma selisih tujuh tahun dari saya ga mau dipanggil eyang. Kan urutannya anak saya itu cucu beliau. Bahkan saya panggil tante aja emoh. "Panggil Mbak aja. Sama Bude." hehe...

      Delete
  2. Keponakan pertama memang punya kenangan sendiri ya mbak, ehehe. Aku juga punya ponakan dan skrg ada enam, kadang suka mikir, apa aku terlalu sayang bgt dgn ponakan pertama? Soalnya yg lima lagi suka ngerasa beda katanya muahahah. Padahal sayang semua kok. Eh jadi curhat di sini :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha...iya juga ya? Sama Hasna ini saya paling dekat soalnya kenal paling lama. Hihihi...

      Masalah hati memang hanya si pemilik hati dan Alloh yang tahu ya mbak. Asal bisa berlaku adil aja. Eh ini ngomongin ponakan apa poligami sih?

      Delete
  3. Aku tidak tahu kapan keponakanku lahir, tahu2 aja sudah TK (keponakan suami sih sebetulnya)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Keponakan ketemu gede ya mbak. Dari pihak mbak Rani belum ada ya berarti.

      Delete
  4. dikeluarga kami sayalah yang pertama kali menikah dan punya anak Mbak jadi gak punya pengalaman mengurus keponakan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, tunggu giliran ya. Hehe... Mbak Irawati anak pertama ya di keluarga?

      Delete
  5. keponakan saya masih kecil2. anak pertama saya saya adalah cucu tertua ortu saya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Cucu pertama biasanya istimewa bagi kakek-nenek ya. Soalnya kehadiran cucu pertama mengubah status banyak anggota keluarga. Naik satu tingkat!

      Delete
  6. Walaupun tidak punya kakak adik saya akhirnya punya banyak keponakan dari adik ipar dan para sepupu.
    SEnang rasanya punya keponakan baru
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah iya Pakde. Anak sepupu berarti mindo ya.

      Delete
  7. Waha kalo sudah 17 Tahun sudah dapat Surat SIP dong mbak ( surat izin pacaran ) xixixi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha...kebetulan di keluarga saya nggak diberlakukan surat izin pacaran Kang.

      Delete
  8. Waktu keponakan pertama lahir saya sudah punya anak juga mbak Diah, dan karena bekerja jadi nggak sempat momong deh, paling kalau pas main gendong-gendong aja. Sekarang keponakan saya empat dan mereka memanggil saya : Budhe :)

    Wah sudah sweet seventeen ya Hasna, semoga menjadi anak sholekhah ya, aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau seumuran biasanya jadi topik pembicaraan utama ya mbak.

      Aaamiiin. Makasih doanya mbak Anjar.

      Delete
  9. Namanya bagus, Hasna. Selamat ulng tahun ya :)
    Semoga selalu baik sama tantemu

    Kadang gak terasa wktu berjalan cepat ya mb, kyk baru kmrin dia lahir eh skg udh 17th aja

    ReplyDelete
  10. Aku dulu liat fotonya hasna pas balita langsung mbatin..."cantik banget...koyo bule". Rambutnya pirang...kulitnya putih...

    ReplyDelete
  11. Luar biasa sekali ceritanya mbak. terutama di bagian keliling kota agar keponakan tidk rewel. Keponakan pertama saya lahir ketika usia 2 tahun. sampai umur 4 tahun pindah Pasuruan. Ketika dia datang dan ajak dolan, banyak yg mengira pacar saya. hehehehe

    ReplyDelete
  12. Serasa waktu cepat berlalu ya, dulu kecil digendong2, sekarang sudah 17 tahun.
    Sama, aku juga gitu, keponakanku sudah 21 tahun sekarang, dulu mainnya sama aku waktu masih bayi :)

    ReplyDelete
  13. Namanya sama kayak anak pertamaku, Hasna :)

    karena aku anak pertama jadi dulu punyanya keponakan dari sepupu2 :)

    Buliknya Hasna nih yang skrg sering heboh kalau kangen Hasna krn lama belum pulang Wonosobo ^^

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.