Skip to main content

Berkunjung ke Rumah Teletubbies Di Jogja

Libur panjang tanggal 17-20 April 2014 yang baru lalu berhasil menggoda saya dan keluarga untuk pulang kampung. Pulang ke rumah orang tua saya, tepatnya.Sebenarnya anak sulung saya sudah libur sejak Kamis (17/4), namun berhubung suami saya baru libur hari Jumat (18/4), maka baru pada Jumat pagi lah kami berangkat dari Madiun menuju Jogja.

Perjalanan berjeda di Solo. Suami saya harus berhenti untuk sholat Jumat. Kami beristirahat di Goro Assalam, Solo. Sementara suami sholat Jumat, anak-anak bermain di dalam mall. Si sulung main skuter, si kecil tidur-tiduran di sofa yang dipamerkan di mall. Aduh, deeek...ini barang jualan, lho.
Selepas sholat Jumat kami melanjutkan perjalanan ke Jogja. Kami sampai di rumah orang tua siang sekitar pukul 14.00.

Sejak sebelum keberangkatan, suami saya sudah berencana akan mengunjungi 'rumah Teletubbies'.
"Penasaran", katanya. Maka, pada Sabtu pagi pun kami bergerak ke sana bersama Bapak dan Ibu saya. Ibu saya bertugas sebagai penunjuk jalan sebab beliau sudah pernah ke sana dua tahun yang lalu bersama rombongan santri TPA.


Kami menempuh rute terdekat melalui Berbah, persisnya jalan menuju gerbang AAU, tembus ke Piyungan, kemudian melintas ke wilayah Prambanan. 'Rumah Teletubbies' itu sendiri terletak di Dusun Sengir, Desa Sumberharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta. Jika masuk dari arah candi Prambanan, silakan mencari arah Balai Desa Sumberharjo. Dari sana masuk ke arah Timur. Selanjutnya silakan bertanya kepada penduduk sekitar, hehehe...
'Rumah Teletubbies' sebenarnya adalah kompleks rumah kubah alias dome yang dibangun pasca gempa Jogja 2006 silam. Bentuknya yang melengkung itu menyebabkannya dikenal sebagai 'Rumah Teletubbies'.


rumah-teletubbies-di-jogja
Rumah Teletubbies Asli. Sumber dari http://arungalamdekatituhan.wordpress.com/tag/gunung/
.
rumah-teletubbies-di-jogja
Rumah Teletubbies versi Jogja. Gambar: koleksi pribadi

Rumah Teletubbies Versi Jogja


Akhirnya, setelah menanyakan arah hingga dua kali kepada penduduk setempat, kami sampai juga di kompleks 'Rumah Teletubbies'. Ada gerbang melengkung di pintu masuk kompleks. Sayang, saya tidak sempat mengambil gambarnya. Masuk gerbang, ada plang tanda parkir. Kami pun parkir di sana. Ternyata kami berhenti di rumah penerima tamu.
Tamu silakan meninggalkan jejak dulu di sini. Setiap tamu dikenai biaya Rp 2.000,00 dan parkir mobil Rp 5.000,00.
rumah-teletubbies-di-jogja
Gambar: koleksi pribadi
Kami minta izin masuk ke rumah penerima tamu itu dan melihat-lihat. Rumahnya terdiri dari dua lantai. Lantai dasar diisi ruang tamu, dapur dan satu kamar. Lantai dua berupa lantai kayu dengan pagar kayu. Naiknya pun dengan tangga kayu. Rupanya lantai dua ini ruang serbaguna. Dipakai untuk tidur boleh, dipakai untuk menyimpan barang juga bisa asal tidak terlalu berat. Udara di dalam rumah dometerasa panas meski di puncak kubah sudah diberi lubang udara. Dan yang menarik adalah, saat kita berada di lantai atas, jika ada orang di lantai dasar yang berbicara, maka terdengar seperti berbicara di samping kita. Rupanya efek dinding kubah tadi,.ya, jadi suaranya merambat dekat sekali dengan kita.

Baca juga: Wisata Tubing Di Brumbun Madiun

rumah-teletubbies-di-jogja
Gambar: koleksi pribadi
Di tempat parkir ada area bermain untuk anak-anak. Ada 'kolam ikan', kereta mini, sepeda motor dan mobil mini, juga ada kolam bola mini serta sepeda onthel dan sepeda motor empat roda untuk dipakai berkeliling. Disewakan tentunya. Untuk sepeda motor dihargai Rp 30.000,00 untuk 15 menit. Sedangkan permainan anak-anak dihargai Rp 3.000,00 - Rp 5.000,00. Sama deh dengan harga di luaran.

Di kompleks ini terdapat 80 rumah. Lima di antaranya digunakan sebagai ruang MCK, satu masjid dan satu aula. Memang di rumah ini toiletnya berupa toilet komunal. Wajar jadinya jika hanya komunitas ini yang bersedia dibuatkan rumah dome. Terbayang kan repotnya harus antri untuk keperluan MCK? Warga kompleks ini merupakan warga hasil relokasi setelah rumah mereka hancur digoyang gempa.
Tamu yang datang berombongan biasanya memberitahukan dulu kedatangan mereka. Jika mau, ada juga Teletubbies yang menyambut. Biayanya Rp 100.000,00 per Teletubby. Cocok untuk diajak berfoto tentunya.

rumah-teletubbies-di-jogja
Stiker kenang-kenangan. Maksudnya: the only one in Asia.gambar: koleksi pribadi


Bagi yang ingin merasakan sensasi tinggal di 'Rumah Teletubbies' bisa juga menginap. Biayanya Rp 120.000,00 per orang per hari dengan fasilitas rumah dome komplit dengan isinya plus dua kali makan. Bagi rombongan mahasiswa, ada harga khusus. Kalau berminat, bisa menghubungi Mas Sulasmono di nomor 085643657751 atau via BBM dengan pin 315O92C3.

Kunjungan kami cukup singkat, mengingat waktu sudah hampir Dhuhur dan anak-anak sudah rewel karena lapar. Sayang juga tak sempat mencicipi sholat di masjid di sana. Ya, mungkin di lain waktu kami bisa berkunjung ke sana lagi. Insya Alloh.

rumah-teletubbies-di-jogja
Gambar: koleksi pribadi

Comments

  1. hehe...tidak mirip ya mas? krn rumah dome maka dinmkn sbg rumah teletubbies.

    ReplyDelete
  2. Jadi pengen menjajal rumah Dome :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.