Belajar Mengaji Dari Masa Ke Masa

Anak sudah mulai masuk sekolah itu berarti emak bapaknya juga ikut belajar. Untuk persiapan kalau ditanya-tanya anak seputar tugas dari guru mereka deh. Termasuk belajar mengaji. Saya belajar lagi nih pas anak saya dapat buku model baru. Rupanya metodenya beda lagi. Iseng-iseng saya kumpulkan buku belajar mengaji dari masa ke masa yang sempat saya saksikan. Ini dia:

Buku ini pakai metode apa, ya? Tahunya metode alif fat-hah, alif kasroh, alif dhommah.
Ini buku saya belajar di masjid dulu. Di bagian depan adalah bagian pelajaran, lalu nyambung dengan juz 'amma. Di bagian sampul ada foto cara wudhu dan cara sholat. Buku impor kayaknya, karena nggak ada cap Depag-nya.
Kelebihan metode ini adalah pembelajar mengenal nama huruf hijaiyah dan nama harokatnya. Kekurangannya adalah tak bisa cepat karena harus mikir dulu sebelum mengucapkan.

Buku Iqro'. Sepertinya banyak dari kita yang lulusan Iqro' ya? Ini zaman adik-adik saya. Zaman TPA berkembang. Sekarang juga masih banyak dipakai. Terdiri dari jilid 1-6. Tiap akhir tingkat ada 'ujiannya' berupa halaman EBTA.
Kelebihan metode ini adalah kecepatannya. Langsung baca, langsung hafal. Kekurangannya, bisa jadi peserta didik tidak mengenal nama huruf dan harokatnya, kecuali sang guru berinisiatif mengajarkannya.

Metode otak kanan. Nah, apa lagi ini? Ini baru saja saya temui pas anak sulung saya dapat pembagian buku di SD.
Tiap bagian dimulai dengan ilustrasi dan frasa berbahasa Indonesia yang ditulis dengan huruf hijaiyah. Misal: mata saya kaya roda. Gambarnya wajah anak dengan digabung dengan gambar roda mobil. Maksudnya matanya bulat, gitu.
Kelebihan metode ini, cepat dipahami sebab akrab dengan bahasa kita. Kekurangannya barangkali sama dengan metode Iqro'.
Ada lagi metode Ummi, tapi saya belum pernah lihat, jadi tak bisa saya tulis di sini.
Dari ketiga metode belajar mengaji dari masa ke masa itu, anak saya paling cocok dengan metode otak kanan. Mereka belajar sambil tertawa-tawa membayangkan mata yang kayak roda. Semoga mereka betul-betul bisa suka mengaji nantinya. Aaamiiin.
Di luar metode yang saya sebutkan, pasti ada metode lain. Tinggal kita cocok dengan yang mana. Kalau teman-teman belajar mengaji pakai metode apa? Bagi ceritanya, ya.

Comments

  1. Kayaknya dulu aku belajarnya juga pake seperti gambar 1, trus sekarang anakku belajar pake iqra'
    Yg metode otak kanan belom pernah lihat

    ReplyDelete
  2. saya baru tahu ada metode otak kanan. memang jaman kita kecil dulu dgn jaman anak2 skrg,beda ya...

    ReplyDelete
  3. Oh..yang mata saya kaya roda...belum prnh lihat mb....disini rata2 pke iqra.... Klo yang otak kanan, berapa level mb?

    ReplyDelete
  4. Mungkin masih ada metoda lain ya Jeng
    Sekarang juga sudah ada Al Quran yang pakai e-pen sehingga anak-anak bisa mendengarkan lafadznya langsung
    Sayang harganya masih mahal
    Salam hangat dari Jombang

    ReplyDelete
  5. Di sekolahnya anak-anak (SDIT) saat ini menggunakan Wafa. Sebelumnya berganti dari Iqro, Ummi, lalu Wafa ini.

    ReplyDelete
  6. Saya pake Iqra yg jilid 1-6 tapi adik saya pake Qiroati, itu malah lebih singkat lagi jilidnya tapi per jilidnya seperti pemadatan kuliah macam SP (Semester Pendek) hahhaaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts