Perempuan Dengan Rok

"Mbak, mau nggak gantiin punyaku. Aku beli rok ternyata kekecilan. Situ kan suka pake rok."

Oh ya? Saya baru sadar kalau saya ini sering pakai rok setelah seorang tetangga bilang begitu. Saya suka pakai rok? Masak sih?

Habis pembicaraan itu saya mikir-mikir sambil mengingat-ingat. Iya, ya. Kemarin pakai rok itu, hari ini rok ini, buka lemari kok ya banyak roknya. Eh tapi terus kenapa kalau saya suka pakai rok? Kok diri ini kayak nggak terima dibilang suka pakai rok? Rok itu kan memang pakaian perempuan?

Waktu muda dulu saya lebih suka pakai celana panjang atau kulot. Apalagi pas kuliah, kulot lagi, kulot lagi. Sebabnya kulot itu praktis sih. Longgar, feminin tapi juga nggak mudah tersibak seperti rok. Jadi untuk urusan naik sepeda motor oke banget. Setelah bekerja pun saya lebih suka tidak pakai rok karena memang tidak nyaman pakai rok di kantor saya dulu. Celana panjang adalah pilihan utama. Kalaupun pakai rok pasti didobelin celana panjang di dalamnya. Legging belum marak deh waktu itu. Ribet, sumuk. Jadi makin jarang pakai rok.

Nah, setelah punya bayi, dunia pun berubah. Celana panjang banyak saya tinggalkan berhubung habis hamil. Nggak nyaman saja pakai celana panjang pas hamil. Plus saat punya bayi butuh pakaian yang gampang dipakai. Yang sret-sret, beres, gitu. Jadilah koleksi rok saya bertambah, termasuk daster! Haduh...daster yang dari dulu paling saya hindari kok jadi sahabat karib? Kuwalat deh! Haha...

Daster adalah salah satu favorit saya, soalnya longgar dan bukaan depan. Hehe...iya, emak-emak yang punya bayi pasti nyarinya juga baju bukaan depan.

Makin ke sini, makin banyak koleksi rok saya. Celana panjang tinggal satu biji. Kulot dah nggak ada blas. Rok jeans, rok motif batik, rok model A, rok model mekrok, rok hitam sejuta umat, terusan. Pokoknya rok.

Ternyata alasan saya pakai rok itu berbanding lurus dengan fungsinya lho. Yang paling saya rasakan adalah saat memangku anak. Tak jarang anak-anak pas bayi dulu saya nina bobokan di pangkuan. Ayun-ayun di rok. Hehe... Cuma karena rok juga ada ribetnya, saya harus pakai kaos kaki panjang dan legging di dalamnya. Ya gimana lagi, kalau naik sepeda motor kan pasti tersingkap. Jadi koleksi kaos kaki panjang saya juga bertambah. Ada yang mau nyumbang? :-D

Itu cerita saya tentang rok. Apa cerita teman-teman? Bagi, yuk di sini!

Comments

  1. xixixixi iya juga ya,buat ayunan anak bayi seru juga hehehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Persiapan rok yang lebar, kuat n banyak buat ngudang dek bayi besok mbak.

      Delete
  2. Blm pernah ngrasain nyaman pke rok. Ribet. Harus cincing.... Punya rok, buat kondangan doang. Acara bubar....ganti celana pnjg lg....hi...hi

    ReplyDelete
  3. Kalo saya orangnya mood-mood an mbak. Kalo lagi mood pake rok ya pake, kalo nggak ya pake celana. Maklum, masih belum bisa istiqomah walaupun sudah ada niat buat pakai rok terus. Hehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga harus rok sih mbak. yg penting memenuhi syarat pakaian syar'i

      Delete
  4. saya juga sekarang meninggalkan celana panjang mbak, sekali sja pake celana jeans, my childrenfruits pada ngikik...

    ReplyDelete
    Replies
    1. lagi mikir childrenfruits itu apaan. haha...

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts