Joglo Manis Ponorogo

Sore tadi (12/7) saya sekeluarga ngabuburit ke Ponorogo. Niatnya cari baju buat bapaknya anak-anak. Baru setengah perburuan si kecil sudah merengek. Mintanya sih istirahat, tapi sebetulnya dia lapar. Okelah, baru dapat baju atasan gpp. Dilanjut besok saja tanpa anak-anak. Sekarang isi perut dulu. Di mana? Di rumah makan favorit kami: Joglo Manis Ponorogo.

Sudah beberapa kali kami makan di Joglo Manis Ponorogo dan belum pernah kecewa. Saking belum pernah kecewanya, sampai-sampai kami malas cari tempat makan yang lain. Kalau ke Ponorogo ya makannya di Joglo Manis :-) .

Berhubung posisi kami di Alun-alun Ponorogo, maka untuk ke rumah makan yang berada di Jalan Sultan Agung no. 52 ini kami mengambil arah ke Utara, terus sampai ketemu lampu merah lalu belok ke kanan. Ketemu perempatan Pasar Legi (Pasar Songgo Langit) yang ada bunderan dan patungnya, lurus sampai ketemu lampu merah lagi, belok kanan. Oya, di Ponorogo banyak patung dan bunderan ya, jangan keliru. Berhubung tadi lupa belok kanan pas ketemu lampu merah, kami kebablasan dan harus putar balik di depan kampus UNU (Universitas Nahdhatul Ulama). Tidak jauh kok. Dari situ baru kami mengarah ke kiri ke Jalan Sultan Agung. Posisi Joglo Manis Ponorogo ada di kiri jalan, setelah kantor Telkom (kantornya di kanan jalan), dekat toko Dunia Mainan.

Ringkasnya, dari Jalan Diponegoro ke Utara sampai lampu merah. Belok kanan ke Jalan Urip Sumoharjo, lurus sampai lampu merah Pasar Legi. Lurus lagi di Jalan Ahmad Dahlan sampai ketemu lampu merah. Belok kanan, itulah Jalan Sultan Agung.

Eh tapi...ternyata jalan yang kami tempuh itu memutar. Menurut Mbak Vhoy, yang asli Ponorogo, jalur termudah adalah dari alun-alun ambil arah ke Timur mengikuti Jalan Jenderal Sudirman. Ketemu lampu merah, lurus saja mengikuti Jalan Gajah Mada. Ketemu lampu merah lagi, belok kiri. Itulah Jalan Sultan Agung. Kalau dengan rute ini, Joglo Manis berada di sisi kanan jalan. Makasih masukannya, ya, Mbak Vhoy!

Dari depan Joglo Manis ini kelihatan kecil. Tapi jangan khawatir, bentuknya memanjang ke belakang. Karena lebar depannya kurang inilah urusan parkir mobil agak susah. Biasanya kami parkir miring di pinggir jalan. Kalau penuh bisa juga parkir di seberang jalan, di depan kantor koperasi (kalau tidak salah).

Pintu masuk ada di bagian Utara, tapi bisa juga sih masuk lewat bagian penjualan oleh-oleh. Kalau lewat pintu masuk, kita akan disambut dengan deretan pohon hijau dan pramusaji. Bisa juga cuci tangan di situ. Pilihan tempat duduknya beragam. Ada lesehan di dalam, lesehan dekat kolam dan tempat duduk. Berhubung Joglo Manis sedang dalam tahap akhir renovasi toilet dan musholla, kami pilih lesehan di dalam. Lesehan dalam ini bisa muat sekitar lima baris meja. Ada yang dua meja per baris, ada yang satu meja. Ada kipas angin dan lampu model lama.

Lesehan dalam

Hiasan dinding. Unik, ya?

Sesudah milih tempat duduk, mas pramusaji yang berseragam kaos kuning mengantar menu. Kami pilih sop buntut favorit anak-anak. Sop buntut ini recommended banget. Dagingnya banyak, kuahnya melimpah. Satu porsi sop buntut bisa untuk berdua. Harganya Rp 30.000,00 sudah termasuk satu porsi nasi putih. Jadi cukup nambah satu porsi nasi putih lagi untuk dua anak. Sayangnya nggak sempat difoto karena langsung disikat.

Menu favorit.

Berhubung saya dan suami berpuasa, kami memilih menu untuk dibawa pulang. Pilihan jatuh pada Salad Jawa. Penasaran deh saya. Ternyata isinya wortel, buncis, kentang, keripik kentang, telur bacem separo yang luarnya sampai gelap, dua iris lidah sapi empuk, selembar daun selada plus irisan bawang bombay mentah. Siramannya? Kuah bacem pekat dengan bawang goreng. Rasanya cukup istimewa. Harganya Rp 19.000,00.

Penampakan saat masih dibungkus. Pas dibuka di rumah sudah nggak sempat terfoto hehe...

Minumannya? Anak-anak sih suka jus buah. Aneka jus buah ada di sini dengan harga mulai dari Rp 8.000,00. Standar deh harganya. Saya pun ikutan pesan minuman untuk dibawa pulang, yakni Poca Rempah!

Bungkus, bungkus. Biasanya kalau diminum di tempat pakai cangkir.

Saya jarang minum yang beginian sih, jadi menurut khazanah pengecapan saya yang terbatas ini, rasa poca rempah ini mirip wedang ronde yang dikasih susu kental manis coklat. Secara warnanya memang kecoklatan gitu, hehe...tapi enak kok. Hangat-hangat segar, gitu.

Menu lain yang saya suka di sini adalah risoles. Nggak tahu karena saya memang suka atau gimana, risoles di Joglo Manis Ponorogo ini menggoda. Ada beberapa macam pilihan. Sila intip buku menunya atau tanya ke mas dan mbak pramusaji. Harganya kalau nggak salah mulai dari Rp 8.000,00.

Yang juga asyik di Joglo Manis Ponorogo adalah toilet baru dan musholla barunya. Dulu toiletnya nggak nyaman karena nyempil. Mushollanya dulu juga sempit. Sekarang toiletnya berjejer rapi. Meski mungil tapi bersih, terang dan wangi. Pakai pintu geser pula. (Apa hubungannya?) Tempat wudhu ada di depan toilet, berjejer rapi juga. Tapi sayangnya terbuka. Jadi muslimah susah mau wudhu. Wudhu di toilet nggak ada kran khususnya. Terpaksa ambil dari bak mandi dengan air dikucurkan. Semoga ada perbaikan untuk ini, ya. Aaamiiin. Oya, toiletnya tidak dipisah pria dan wanita, jadi pilih-pilih saja, ya.

Mushollanya cukup lapang. Ada tiga shof di belakang imam. Tiap shof bisa diisi lima orang kecuali shof terakhir cuma cukup untuk tiga orang berhubung ada lemari penyimpanan mukena di situ. Sajadah selalu terhampar, mukena pun tersedia banyak. Sip, deh.

Nah, kalau teman-teman mampir atau lewat Ponorogo, bolehlah bersantap di Joglo Manis Ponorogo. Siapa mau ke Ponorogo?

================

RM Joglo Manis
Jalan Sultan Agung 52, Ponorogo
Telepon (0352) 487878
Buka pukul 10.00 - 21.30 WIB.
(Lebaran libur. Lebaran hari kedua buka)

Comments

  1. wah, makanan yang merakyat dan pasti enak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menunya buanyak mak. Dari nasi goreng sampai steak.

      Delete
  2. wah perlu dicoba kalau ke sana

    ReplyDelete
  3. Kalo dari alun2 mending lurus ke timur Mak DIah, lewat Jl Sudirman yg depan Poper, lurus sampe perempatan lampu merah gajah mada, belok kiri udah deket Joglo Manis. kalo lewat Diponegoro jadi muter hehe!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh iya mak. Kemarin soalnya jalan ditutup pembatas sih jadi muter. Hihihi...iya ntar saya tambahin rute yang nggak muter. Makasih ya mak.

      Delete
  4. Ponorogo??
    Aku selalu lewat saban mudik ke Pacitan, tapi ga pernah mampir.
    Naik bis siiiih :(

    ReplyDelete
  5. Resto nya njawani ya mb.. Hmmmm....salad jawa, kayaknya lidahku ora protes dgn menu itu. Klo salad yang model mayonaise ga doyan aku mbak.... Tp kpn ke Ponorogonya yaaa?...

    ReplyDelete
  6. petanya lucuuuu.. keren gitu pake batik..
    kalo kata ponorogo yg langsung terlintas dipikiran adalah sate ponorogo. nyamm

    ReplyDelete
  7. kapan-kapan mampir ah ke sana :)

    ReplyDelete
  8. Kelamaan di luar negeri jadi gak tau ada joglo manis di sultan Agung... Hehe.. Kemarin pulang tapi gak tau ada joglo manis pdhl lewatsultan Agung..

    ReplyDelete
  9. Untuk acara bukber menu yang cocok apa ya....

    ReplyDelete
  10. Untuk acara bukber menu yang cocok apa ya....

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts