Pujaan Hati

Sore-sore baca status teman di facebook tentang pujaan hati banyak orang. Kali ini tentang aktor Indonesia yang baru saja bermain dilm 'Assalamualaikum Beijing' yang dikerubuti penggemarnya yang berjenis kelamin perempuan. Lagi-lagi perempuan. Apakah laki-laki tidak seperti itu kalau ketemu idolanya?

Saat film 'Ayat-ayat Cinta' (AAC) pertama kali diputar, saya masih bekerja kantoran (sekarang bekerja di rumah, jadi IRT :-p ). Saya tidak begitu paham dengan film ini karena dasarnya saya memang tidak suka nonton film bioskop, sampai teman-teman laki-laki saya 'heboh' dengan kehadiran film ini.




Gambar dari wikipedia

Eh? Iya. Teman laki-laki saya itu, dua orang tepatnya, gencar mempromosikan film itu dengan cara mereka. Kebetulan mereka adalah 'anak film' alias pekerja kreatif bagian bikin film pendek. Salah satu cara ngomporin adalah dengan membawa film AAC yang belum 'jadi', yang kalau ditonton di gambarnya masih ada penampakan durasi filmnya (detik per detik). Bahkan di film setengah jadi itu juga ada adegan ketika suara belum disinkronkan dengan gambarnya (apa ya namanya?).

Bukan cuma itu. Anak film tadi juga hapal beberapa adegan di film itu. Seperti dialog Maria dengan Fahri di tepi sungai Nil. "Cinta itu bukan jatuh dari langit, tapi dari hati." Ah, persisnya saya lupa deh. Yang jelas teman-teman saya itu begitu terobsesi dengan film AAC. Ya mungkin karena mereka ingin bisa membuat film seperti AAC, tapi sungguh, kehebohan mereka sempat membuat saya bertanya-tanya, "Memangnya laki-laki bisa begitu juga, ya?"

Jadi, tak benarlah kalau hanya kaum perempuan yang bisa terobsesi dengan idola pujaan hati. Laki-laki, dengan cara yang berbeda juga bisa kok dihinggapi perasaan semacam itu. Suka, kagum, terpesona. Manusiawi, kan?

Tapi, ada tapinya nih. Seterobsesinya seseorang kepada orang lain atau sesuatu yang lain, hendaklah diingat bahwa norma itu masih ada. Nilai kesopanan, kepatutan itu masih hidup hingga kini. Apalagi aturan agama. Jadi, pikir-pikir dulu beribu kali jika ingin ketemu pujaan hati. Jangan sampai kita jadi tercela karena bersikap di luar batas.

Comments

  1. gw juga suka terobsesi kalo abis nonton film. waktu itu gw bais nonton spiderman, dan gw terobsesi kayak peter Parker. Gw pengen banget punya kekuatan spiderman, automatic healing, kuat, bisa liat orang lain seolah slowmotion. yah obsesi gw berlebiahan, sama kayak berat badan gw

    ReplyDelete
  2. yealah mas. pantesan imajinasinya merdeka banget.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts