Yuk...Disuntik Dulu

Gara-gara hajatan giveawaynya Mbak Nunu el Fasa dan Mbak HM Zwan, saya jadi ingat kisah-kisah lucu yang pernah saya alami dan saya dengar. Bagus juga deh kalau saya buatkan satu label lagi di blog ini: "lucu". Sip, kan! Ya siapa tahu dapat banyak lalu layak dibukukan, aaaaamiiiiin.

Cerita lucu kali ini terjadi waktu saya baru saja resmi jadi ibu lima tahun yang lalu.

Selesai dilahirkan, anak pertama saya, dijadwalkan dapat suntikan antibiotik dua kali sehari selama beberapa hari. Penyebabnya, sebelum ia lahir, air ketubannya sudah bocor duluan selama lebih dari 12 jam. Takutnya si bayi kena apa-apa, begitu ringkasan penjelasan dari mbak bidannya waktu itu. Setelah bertanya kepada kakak ipar saya yang seorang dokter, saya dan suami pun mengiyakan saran dari bidan rumah sakit itu.

Gambar dari bidanku

Suntikan dilakukan pagi dan malam. Sebetulnya saya sudah boleh pulang, tapi bayi saya belum karena harus disuntik itu. Yah, tidak mungkin lah saya pulang tanpa bayi saya.

Kami dirawat di rumah sakit itu selama empat hari. Waktu itu bayi saya masih belum saya susui karena ASInya belum keluar. Pagi, siang, sore bayi saya dibawa ke kamar saya untuk belajar menyusu. Sedangkan kalau malam hari bayi-bayi di kamar bayi disusui dengan susu formula memakai sendok.

Suatu malam saya tak bisa tidur, kepikiran anak saya. Waktu itu jam berkunjung ke kamar bayi sudah lewat. Saya nekat ke sana mencari anak saya. Karena lewat jam, saya ditolak halus. Tapi saya memaksa. Saya bilang kalau mau belajar menyusui lagi. Akhirnya, alhamdulillaah, mbak bidan tidak tega melihat saya yang memelas-melas. Saya pun diizinkan menyusui bayi saya, tapi tidak di kamar saya, cukup di ruang sebelah kamar bayi. Oke, tidak masalah.

Di tengah asyiknya memeluk bayi laki-laki saya, seorang bidan datang dan meminta bayi saya untuk disuntik sebentar. Saya pun menyerahkan bayi saya ke bidan itu. Si mbak bidan menerima dengan hati-hati, lalu bayi saya dililing (apa ya Bahasa Indonesianya? Dipandangi wajahnya terus diajak bicara, begitu).

Katanya, "Diah...Diah...yuk, disuntik dulu." Saya pun bengong,sementara si mbak bidan membawa pergi bayi saya. Selesai bengong saya pun tertawa geli sendiri. Lah, mbak! Diah itu kan nama saya!

Rupanya si bidan menyebut nama. 'Diah' karena melihat nama bayi  di boks bayi yang tertulis "By Ny. Diah" (bayi Ny. Diah).

Huaaa...mbak bidan, saya nggak mau disuntiiiik...!

Comments

  1. Mungkin si embak salah.
    yang mau di liling bukan bayi mbak. tapi ibu si bayi
    hehe

    ReplyDelete
  2. hihihi...mungkin juga ya mbak.

    ReplyDelete
  3. iya mbak. keburu2 mungkin bidannya jd salah baca.

    ReplyDelete
  4. buwahahaaa....lagian moso bayi baru brojol ko' udah ada namanya...diah pulak...ngga keren bingit deh ih...

    *Cling...kabur, takut bakiak nemplok dijidat

    ReplyDelete
  5. hihihi...lha iya. mana namanya nama jadul lagi.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts