LASIK atau Laser-Assisted In Situ Keratomileusis adalah merupakan sebuah prosedur operasi pada kornea mata untuk memperbaiki kesalahan pada refraksi mata. Kesalahan refraksi mata adalah sebuah kondisi ketika kornea memiliki bentuk yang tidak sesuai sehingga menyebabkan terjadinya rabun jauh (miopi), rabun dekat (hipermetropi) maupun astigmatisme yaitu kondisi yang biasa disebut dengan silindris.
Akibat kesalahan refraksi ini, bayangan yang seharusnya jatuh pada retina di bola mata justru jatuh di tempat yang tidak semestinya. Pada kondisi rabun jauh atau miopi, titik bayangan yang dihasilkan oleh refraksi itu muncul di depan retina sehingga penderita miopi tidak bisa melihat benda-benda yang jauh letaknya dengan jelas.
Pada penderita rabun dekat atau hipermetropi, bayangan tidak jatuh di retina melainkan di belakang retina. Kemudian pada kasus astigmatisme atau silindris, refraksi dari kornea menyebabkan bayangan jatuh di beberapa tempat sehingga menyebabkan gambar tidak jelas.
Kesalahan refraksi ini bisa diperbaiki dengan kacamata, lensa kontak ataupun LASIK.
Nah, mengapa orang sebagian orang memilih menjalani LASIK? Pada umumnya orang memilih LASIK agar tidak bergantung pada penggunaan kacamata ataupun lensa kontak. Sebagaimana kita ketahui, semakin besar nilai pada kacamata minus atau plus, maka bisa semakin tebal lensanya. Tentu saja ini menimbulkan ketidaknyamanan pada pengguna sehingga LASIK menjadi pilihan.
Di Atas 40 tahun, Masihkah Bisa Mendapatkan Manfaat Dari Operasi LASIK?
Pada umumnya seseorang yang akan menjalani menjalani LASIK haruslah memenuhi beberapa kriteria. Antara lain: berusia diatas 18 tahun; memiliki lapisan kornea yang cukup tebal sehingga memungkinkan dilaksanakannya operasi LASIK; memiliki mata yang sehat dalam arti tidak memiliki katarak ataupun glaukoma.
Apabila seseorang ternyata memiliki kondisi mata yang memungkinkan atau memenuhi syarat untuk dilakukan LASIK, maka operasi bisa dilaksanakan dan bisa mendapatkan hasil yang memuaskan.
Namun pada usia 40 tahun ke atas pada umumnya manusia sudah mengalami masalah pada penglihatan akibat munculnya penuaan alias presbiopi. Presbiopi ini adalah keadaan ketika lensa mata sudah mulai kehilangan kelenturannya yang menyebabkan kesulitan untuk melihat dekat.
Apa bedanya rabun dekat (hipermetropi) dengan presbiopi?
Rabun dekat atau hipermetropi itu terjadi karena ada kesalahan pada refraksi kornea mata sedangkan presbiopi itu adalah keadaan kesulitan melihat benda dekat akibat penuaan pada lensa mata. Keduanya menimbulkan kesulitan untuk melihat benda yang dekat tetapi sumber masalah keduanya berbeda.
Hal inilah yang harus dipahami penderita rabun dekat yang menginginkan menjalani LASIK.
Apabila seseorang tidak memiliki presbiopi maka LASIK bisa memperbaiki keluhan kesulitan melihat benda-benda yang dekat. Namun apabila seseorang memiliki presbiopi maka tetap nantinya akan memerlukan kacamata baca sehingga tidak serta-merta lepas kacamata selesai LASIK.
Bagaimana Bila Seseorang Dengan Presbiopi Tetap Ingin Menjalani LASIK?
Untuk kasus seperti ini ada pilihan untuk menjalani pengobatan dengan teknik monovision.
Jadi dalam hal ini seseorang yang memiliki presbiopi, pada mata yang dominan nya akan dilaksanakan prosedur LASIK untuk meniadakan atau mengurangi keluhan rabun jauhnya. Sedangkan pada mata yang non dominan Akan diperbaiki untuk mengurangi keluhan rabun dekatnya.
Hal ini memungkinkan untuk dilaksanakan karena otak mampu mendeteksi penglihatan yang dihasilkan meskipun kedua mata memiliki keadaan penglihatan yang berbeda.
Untuk prosedur ini, calon pasien bisa beradaptasi dengan teknik monovision selama beberapa minggu sebelum dilakukan operasi.
Apakah LASIK Bisa Menghilangkan Katarak Pada Orang Berusia Di Atas 40 Tahun?
LASIK adalah prosedur operasi yang dilaksanakan pada kornea mata. Kornea sendiri merupakan bagian luar dari mata yang bening dan tidak berwarna; berada di depan pupil dan iris. Pupil adalah lubang tempat masuknya cahaya; dan iris adalah bagian mata yang memiliki warna-warni yang indah.
Operasi LASIK ini bisa memperbaiki keadaan rabun dekat, rabun jauh, ataupun silindris. Sedangkan katarak itu adalah pengeruhan lensa mata yang terjadi akibat berjalannya usia.
Untuk mengobati katarak bisa dilaksanakan operasi pada lensa bukan pada kornea sehingga operasi LASIK tidak bisa memperbaiki katarak.
Prosedur LASIK
Beberapa orang yang pernah menjalani operasi LASIK mengatakan bahwa operasi ini sangat singkat, bahkan lebih singkat daripada mengantri di dokter gigi. Rata-rata penanganan satu mata memakan waktu kurang lebih 10 hingga 15 menit.
Apa yang sebenarnya terjadi saat operasi LASIK itu? Seperti yang kita ketahui LASIK itu adalah singkatan dari Laser-Assisted in Situ Keratomileusis. Maka prosedur operasinya adalah menggunakan sinar laser.
Sebelum dilaksanakan prosedur oprasinya, dokter akan memeriksa keadaan pasien. Bila memenuhi kriteria, prosedur bisa dilanjutkan.
Setelah dinyatakan siap, maka pasien akan diminta untuk berbaring di tempat yang khusus dan matanya akan diberi tetes mata yang bersifat anestesi atau obat bius.
Kemudian mata akan dibuka dengan alat khusus. Pada keadaan demikian pasien tidak bisa mengedipkan matanya. Setelah itu dokter akan membuat sayatan tipis yang tidak terputus di bagian atas kornea mata.
Setelah kornea terbuka, kemudian dilaksanakan koreksi dengan sinar laser sehingga memperoleh hasil yang diinginkan. Setelah itu kemudian bagian sayatan tadi ditutup lagi. Operasi LASIK ini tidak memerlukan jahitan apapun karena kornea mata akan menyembuhkan dirinya sendiri.
Kesimpulannya, seseorang di atas usia 40 tahun bisa tetap melaksanakan operasi LASIK apabila ia ingin terbebas dari penggunaan kacamata rabun dekat (hipermetropi), rabun jauh (miopi) ataupun silindris (astigmatisme). Akan tetapi seseorang yang memiliki rabun dekat akibat penuaan atau presbiopi tetap memerlukan bantuan kacamata baca untuk melihat benda dekat dengan jelas. Atau ia juga bisa melakukan melakukan prosedur monovision. Demikian, semoga artikel kesehatan ini bermanfaat.

Posting Komentar
Posting Komentar