Ngobrol Dengan Pasangan, Jangan Tunggu Sampai Tua

by - February 20, 2020

BCL-ashraf

Hai, assalamu alaikum.

Umur manusia sungguh hanya Tuhan yang tahu. Kemarin kita mendengar kabar duka meninggalnya Ashraf Sinclair, suamiBunga Citra Lestari alias BCL. Keduanya merupakan pasangan selebriti Indonesia.

Ashraf meninggal di usia pernikahan yang ke-11. Ashraf - BCL menikah pada 2008, bulan November tanggal 8.

Sebelas tahun menikah itu berarti menghabiskan waktu bersama setidaknya selama 4.015 hari. Selama itu pula mereka memiliki gelar suami dan istri.

Sebelas tahun menikah itu sudah lama atau baru sebentar? Kalau melihat duka cita BCL, tampaknya 11 tahun itu singkat.

Benar, ya. Hidup itu sebentar sekali.

Bagaimana dengan pernikahan saya? Sama dengan Ashraf-BCL, saya menikah pada tahun 2008. Tapi kami di bulan Juli, di saat hujan tidak turun. *Apa hubungannya?*

Setepah lebih dari ten years of togetherness, kehidupan pernikahan itu terasa singkat. Kok tahu-tahu sudah mau 12 tahun?! Kaget. Juga bersyukur.

Suatu ketika, ibu saya pernah menasihati saya. Ibu bercerita mengenai kehidupan pernikahan.

Ibu berkata yang kurang lebih begini, "Sebaik-baik masa berbincang-bincang suami-istri adalah saat pengantin baru."

"Di waktu itu pasangan suami-istri bisa berbagi rasa tentang mereka saja karena kalau nanti sudah ada anak, akan sulit menemukan kesempatan untuk ngobrolin diri sendiri."

Betul. Sangat betul.

Ketika masih berdua saja, persoalan yang timbul itu ya hanya masalah dua orang. Saat bertambah anggota keluarga, fokus pembicaraan mau tak mau pasti bergeser.

Tentu saja begitu. Ada bayi yang lahir, pembicaraan jadi pindah ke soal diapers bayi.

Saat anak mulai masuk sekolah, suami-istri jadi lebih banyak membicarakan soal biaya, sekolah terbaik, melatih kemandirian anak, mengajak anak mengaji, belajar Bahasa Inggris dan macam-macam lagi.

Ngomongin just you and me jadi sesuatu yang langka. Padahal ada perbedaan hati wanita dan pria.

Bisa saja, sih ngobrol soal berdua ini terjadi ketika anak-anak sudah besar, sudah dewasa, mandiri dan bahkan mungkin saat mereka sudah berumah tangga.

"Tapi, saat suami-istri menua, bisa jadi yang diobrolin bukan lagi tentang aku dan kau, tapi tentang penyakitku dan penyakitmu."

Wadaw.

Nasihat yang sangat indah dari ibu.

Nah, sekarang, kapan kita ngobrol soal diri kita saja? Tentang siklus cinta pria dan wanita? Tentang kangennya pria dan rindunya wanita? Tentang perasaanmu kepadaku dan perasaanku kepadamu?




You May Also Like

25 comments

  1. Iya ya. Klo dah 60+ gitu kayaknya obrolannya sudah geser.. nanyain kabar tensi, kadar kolesterol, dan juga sendi masing2

    ReplyDelete
  2. Aku seneng banget kalo ngeliat pasangan yang udah menikah lama, tapi masih selalu menyediakan waktu untuk ngobrol dan bercanda berdua.. Keliatannya tuh maniiis banget

    ReplyDelete
  3. Alhamdulillah hari2 masih ngobrol meski kadang terinterupsi sama hp. Mudah2an masa tua kita jika panjang usia tetap sehat dan bahagia

    ReplyDelete
  4. Huhuhuhu baper!
    Kami semenjak punya anak jadi seolah nggak punya waktu buat ngobrol, selalu digangguin anak, giliran anak bobok eh sayapun juga ngantuk hahahaha

    Betul banget tuh, jangan nunggu tua baru ngobrol :D

    ReplyDelete
  5. Semakin lama usia pernikahan, semakin banyak yanh akan diomongin. Termasuk soal calon mantu dan cucu nanti. Hehhehe

    ReplyDelete
  6. Smoga kita selalu meluangkan waktu ya buat pasangan

    ReplyDelete
  7. Jangankan usia 60 tahun ke atas, saya saja yang baru usia 55 dan suami 57 sudah jarang ngobrol berdua, sekalinya ngobrol yang diomongin soal anak-anaklah, penyakit asam uratlah, soal cuculah bl..bla.. eh kok malah curhat sayanya. hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. jadi ngobrolin soal klinik sama dokter, ya, bu.

      Delete
  8. Suka banget lihat pasangan yang romantis hihi apalagi ngobrol ringan yang bikin senyum sneyum sendiri jadi mikir aku kapan nikah dan ngobrol pasangan ea ea ea

    ReplyDelete
  9. Ah iya, baru nyadar aku mbk. Mmg setelah si kecil lahir obrolan beralih ke si kecil. Kalaupun mau ngobrolin soal diri, rasanya cuma kayak iklan lewat aja, maksret gt. Makasih yak udh diingetin.

    ReplyDelete
  10. Masih beruntung kalau pun ngobrolin soal penyakit diberi usia sampai tua. Lah kalau ngobrol jarang, usia pendek malah lebih parah ya. Hehehe...
    Semoga kita diberi usia yang barokah. Bisa menjadi kesempatan untuk selalu bermanfaat dan dibutuhkan sesama. Aamiin...

    ReplyDelete
  11. Bener banget mba, udah punya anak mah, jangankan ngobrol herat-to-heart. Kadang cuma mau tanya besok mau dimasakin apa? gitu aja udah gelut ama anak yang minta main ama bapaknya hahaha. Makanya beneran deh hanimun time itu penting banget buat pasutri.

    ReplyDelete
  12. iyaa juga ya,mbak. Kalau sudah menua, obrolan yang terhadap pasangan lebih tentang gimana kesehatan masing2 atau sudah minum obat ini belum?
    Kalau komunikasi itu harus terus dimulai sejak pertama masuk pernikahan ya, mbak :)

    ReplyDelete
  13. Sebenarnya banyak waktu yang masih bisa dibagi antara suami dan istri ya meskipun sudah ada anak. Hanya saja kayaknya romantisme ngobrolnya udah ga kayak jaman pdkt hehehe... Dulu demi ngegombal lah malu ditahan, ajak-ajak ngobrol. Moga aja setelah belasan tahun gombalnya bisa muncul lagi. :D

    ReplyDelete
  14. Terima kasih utk pengingatnya mba.. Memang usia tak ada yg tahu dan jangan sampai menyesal saat merasa terlambat y mba..

    ReplyDelete
  15. Bener juga ya, kalau sudah punya anak, arah pembicaraan bukan antara you and me aja, tapi udah meliputi soal anak

    ReplyDelete
  16. Emakkkk, duhhh selalu kangen nulis arisan lagi, ih! Jadi inget topik pillow talk dulu mak. Bener ya, sekarang mau pillow talk aja boro2, anak udh ada di tengah2, wkwk. Jadi yg penting kualitas sekarang nih, bukan kuantitas yak

    ReplyDelete
  17. Hehehe aku juga suka ngobrol dengan pasangan mba.. malah maksa harus ngobrol biar ngg pusing or stress sendiri

    ReplyDelete
  18. Saat tua yang diobrolin bukan aku kamu tapi penyakitku penyakitmu.. Ya alloh.. Hatiku bergetarrr mbakkkk...

    Moga bisa lama brg sama pasangan

    ReplyDelete
  19. Ngerasa banget waktu bersama suami begitu sempit. Udah gitu masih dipotong urusan anak-anak dan keluarga besar. Kalau suami lagi di rumah gitu ada semacam rebutan, haha.

    Semoga kita diberikan usia yang barokah. Aamiin.

    ReplyDelete

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan.

Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Komentar yang masuk tidak selalu saya balas.

Terima kasih.