Skip to main content

Membuat Rumah Aman Bagi Bayi Dan Balita Yang Sedang Belajar Berjalan

Babyproof

Halo, assalamu alaikum.

Punya balita di rumah memang harus lebih banyak berhati-hati. Kalau di tulisan yang lalu saya bercerita soal balita saya terluka bakar, kali ini saya mau berbagi sedikit soal anak saya yang lagi senang-senangnya berjalan.

Jatuh, kejedot bukan hal asing lagi buatnya. Sering banget balita saya ini benjol kepalanya gara-gara terbentur tembok atau perabot rumah seperti meja atau kursi.

Ketar-ketir dong saya. Apalagi balita satu ini jalannya kadang masih nggleyor tapi udah pingin berlari. Huaaa...dag dig dug.

Bagaimana Agar Rumah Aman Bagi Bayi Dan Balita Yang Sedang Belajar Berjalan?


Sebetulnya sejak saat bayi bisa merangkak, rumah sudah harus aman dan siap menjadi lahan belajar baginya. Namun kini, saat mulai berjalan, bayi atau balita bukan cuma jadi 'penguasa' lantai saja. Ia juga menguasai segala perabot rumah yang ada. Mulai dari meja, kursi, lemari pakaian, meja belajar si kakak, televisi, mesin cuci dan bahkan kompor dan rak piring! Duh...ibu makin deg-degan jadinya!

Jadi, gimana caranya agar rumah aman bagi si kecil yang mulai berjalan dan meraih segala sesuatu?

Lantai Harus Bebas Dari Segala Barang Yang Berpotensi Membuat Terpeleset Agar Rumah Aman Bagi Bayi Dan Balita Yang Sedang Belajar Berjalan


Tak boleh ada barang jatuh, seperti buku, kertas, kain, pensil, bahkan mainan. Padahal di masa ini si kecil juga senang sekali mengambil barang dari manapun lalu diletakkannya di lantai.

Kalau ada barang di lantai, harus segera diambil dan diletakkan di tempat yang tinggi. Capek? Iya sih, tapi daripada anak kita terpeleset dan jatuh. Iya, kan?

Soal lantai basah juga bisa jadi masalah. Tak jarang bayi atau balita menumpahkan minuman atau makanan berkuah sehingga lantai basah. Keringkan secepatnya untuk mencegahnya terpeleset.

Bagaimana dengan mengepel lantai? Kalau saya sih mengepel saat anak tidur atau saat ada yang menjaganya

Alat Listrik Harus Tak Terjangkau Oleh Si Kecil Agar Rumah Aman Bagi Bayi Dan Balita Yang Sedang Belajar Berjalan


Nah, ini juga bagian yang bikin dag dig dug. Rumah yang sejak awal didesain ramah anak sih barangkali lebih mudah ya. Kalau rumahnya tidak sejak awal dibuat begitu bagaimana?

Ya, satu-satunya cara adalah dengan mengamankan semua kabel dan colokan serta meletakkan alat-alat elektronik, sebisa mungkin, di tempat yang tak terjangkau anak.

Pasang Pengaman Sudut Dan Tepian Meja Agar Rumah Aman Bagi Bayi Dan Balita Yang Sedang Belajar Berjalan

Ini beneran penting deh karena hampir semua furnitur rumah itu punya sudut. Tak jarang sudutnya juga tajam.

Untuk itu, saya pesan produk pengaman sudut dan tepian meja Mombella Edge Corner Cushion Guard & Corner Guard dari MOOIMOM.

Selesai pesan, barang segera dikirim dan sampai esok harinya 😚 cepet banget!

Cepat sampai dan utuh

Corner-guard-mooimom
Pesanan saya: corner guard (kiri), edge corner cushion guard (kanan)

Produk ini terbuat dari bahan yang empuk, non-toxic, BPA-free, tahan api dan mudah dibersihkan. Aman dong.

Produk ini juga mudah ditekuk, elastis, bisa menempel pada perabot yang terbuat dari kayu, alumunium, keramik, marble, semen dan lainnya.

Tersedia 4 warna pilihan: hitam, putih gading (ivory), coffee dan grey. Bisa disesuaikan dengan warna perabotan di rumah, ya.

Pengaman-sudut-meja

Yang corner guard tiap pak-nya berisi 8 buah. Sedangkan yang edge corner cushion guard terdiri dari 4 pengaman sudut dan pengaman tepi yang panjangnya mencapai 14,8 meter. Puaanjang, ya. Ini bisa dipotong sesuai kebutuhan.

Edge-corner-cushion-guard
Edge Corner Guard

Cara pasangnya gimana?

Mudaaah banget. Caranya bersihkan permukaan dalam pengaman sudut dan tepian meja ini dari debu dan kotoran. Lalu tempelkan double tape. Pastikan bagian yang akan ditempeli juga bersih, ya.

Corner-cushion-guard

Kelupas perekatnya, lalu tempelkan ke meja. Tekan kuat-kuat supaya menempel sempurna.

Corner-guard
Insya Alloh selalu aman

Untuk yang edge corner cushion guard caranya juga sama. Hanya saja panjangnya disesuaikan dengan panjang meja.

Edge-corner-guard
Sip 👍

Buat yang pingin lihat caranya, boleh banget simak video ini:


Pengaman sudut dan tepian meja ini juga bisa dilepas dan disimpan lagi kok kalau sudah tidak diperlukan. Nanti ketika dibutuhkan bisa dipasang lagi. Irit, ya.

Pengaman-sudut-meja

Masih penasaran sama produk keren ini? Boleh kunjungi MOOIMOM di akun berikut:

Website: MOOIMOM
Facebook: MOOIMOM
Instagram: MOOIMOM
Youtube: MOOIMOM

Begitulah. Punya balita memang harus ekstra hati-hati. Rumah yang aman bagi bayi dan balita yang sedang belajar berjalan ternyata tidak sulit untuk diwujudkan, ya. Teman-teman punya cerita seputar rumah aman bagi bayi dan balita juga?

Comments

  1. He eh lebih aman klo dipasangi pengaman sudut gitu mba . Jaman raka+alya bayi belum ono koyone mba...
    .

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo dulu mungkin belinya harus ngimpor kali ya 😁 kalo zaman sekarang apa-apa mudah dicari.

      Delete
  2. Bagus ya sekarang sudah ada yg bisa dipesan khusus. Barangnya bisa dilepas-pasang pula

    ReplyDelete
  3. Kalau ujung meja sampai terkena kepala anak itu bahaya ya, bisa-bisa benjol:)) Solusi pas nih pengaman sudut meja yang bisa dilepas pasang ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Kalau kejedot melulu bisa-bisa anak takut berjalan. Kasihan...ga maju-maju.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.