Belajar Dari Tiga Rumus Inspiratif Bisnis Mobil China

mobil-china

Sejak beberapa hari lalu saya kerap melihat informasi di instagram soal pemasaran Mobil China di Indonesia. Mobil China masuk lagi? Wah, berani juga, ya.

Masih teringat sekitar satu dekade lalu ada Mobil China yang masuk ke Indonesia, namun akhirnya merk itu tidak terlihat lagi di jalanan. Tumbang sebelum berkembang. Nah, kalau kali ini ada pemain lain yang mau menjajal pasar mobil di Indonesia, saya jadi penasaran, apa strateginya agar sukses?

Setelah baca-baca artikel maupun diskusi di forum, saya lalu melihat benang merah antara come back-nya Mobil China dengan Meteor Garden, eh... dengan optimisme bisnis mereka.

Duh, apa hubungannya, coba. 😅😅

Di forum saya lihat ketertarikan konsumen itu tumbuh antara lain karena  harganya yang memang di bawah harga mobil pemain lama. Dengan duit yang sama, bisa dapat mobil baru yang fiturnya oke. Gitu kira-kira.

Ada juga yang optimis karena sudah menyaksikan sendiri performa Mobil China tersebut.

Menurut saya, kembali lagi menapaki jalan yang sama itu butuh keberanian luar biasa. Apa lagi dibayang-bayangi masa lalu dan masa depan yang konon tak semudah yang kita kira.

Apa sih?😃

Balik lagi ke soal Mobil China. Optimisme apa sih yang mendorong mereka berani nyebur ke pasar mobil di Indonesia? Apa sih inspirasi yang bisa kita peroleh dari situ?

Seperti  Bisnis Mobil China, Setiap Bisnis Harus Punya Tiga Rumus Ini


Rumus Pertama: Riset dan Data

Mobil-china

Saya baca-baca di berbagai sumber, pemain mobil China ini masuk lagi ke Indonesia dengan bekal riset dan data.

Sebelum dan selama berbisnis kita harus pegang dua hal ini erat-erat: riset dan data. Setiap keputusan yang diambil harus berdasar data yang valid karena dari data inilah kita bisa membaca pasar, membaca kekuatan dan kelemahan kita, juga membandingkan kemampuan kita dengan kompetitor.

Urusan riset dan data ini memang kadang njelimet tapi penting banget. Bahkan bisnis skala rumah tangga pun harus punya data yang valid. Misalnya nih kita mau berbisnis titip jualan jajanan di kantin sekolah. Kita harus punya data dong soal jajanan apa yang disukai anak sekolah, jenis makanan atau minuman apa yang diizinkan dijual di sana, jajanan apa saja yang sudah tersedia di sana.

Tanpa bekal data seperti itu bisa-bisa kita kalah sebelum bertanding gara-gara menjual jajanan yang serupa dengan yang sudah eksis di sana, misalnya.

Jadi, bisnis itu sungguh butuh riset dan data.

Rumus Kedua: Pelayanan Yang Lengkap Dan Memuaskan

Mobil-china

Belajar dari pengalaman Mobil China satu dekade yang lalu, pemain baru kali ini menyediakan pelayanan yang lengkap dan memuaskan. Mulai dari membangun pabrik di Indonesia, sampai membangun diler-diler di kota-kota di Indonesia. Pendek kata, pelayanannya menyeluruh, bukan cuma jual thok tapi juga ada servis, suku cadang dan penjualan kembali.

Ya harus itu. Setiap bisnis memang harus pakai rumus kedua ini. Pedagang bakso keliling sekalipun harus menyediakan pelayanan yang menyeluruh dan memuaskan.

Misalnya nih seperti di tempat tinggal saya. Tukang bakso yang keliling pakai sepeda motor itu biasanya mulai berjualan di jam yang sama setiap harinya biar pelanggan bisa dapat kepastian. Ya ga enak kan kalau kita sudah nungguin tukang bakso sore-sore, eh hari ini dia jualannya siang 😑.

Kemudian tukang bakso itu juga melewati rute yang sama tiap harinya. Dari gang A lalu ke gang C dulu baru gang B. Selalu begitu, jadi calon konsumen juga enak nungguinnya.

Penjual bakso ini juga memberikan pelayanan mangkuk. Pembeli yang ga bawa mangkuk sendiri boleh pakai mangkuknya. Beliau juga menerima panggilan saat arisan lho. Jadi snack arisannya diganti semangkuk bakso. Seru, ya!

Rumus Ketiga: Efisien Dalam Biaya Sehingga Harganya Bisa Murah

Mobil-china

Balik ke soal Mobil China, ya. Kenapa sih Mobil China bisa murah harganya padahal fitur yang ditampilkan ga kalah dari mobil-mobil lain? Rumusnya ada di efisiensi biaya. Misalnya dalam desain yang dibuat seefektif mungkin. Ya, rumus efisiensi persisnya seperti apa memang ga mungkin mereka beberkan ke publik, dong ya, tapi setidaknya garis besarnya itu yang saya tangkap setelah baca dari beberapa sumber.

Berbisnis juga harus bisa mengefisienkan biaya biar harga bisa kompetitif. Bisnis rumahan juga begitu. Contohnya nih tetangga saya punya bisnis bikin pizza. Si istri yang masak, suaminya urusan delivery order. Promosinya lewat japri dan status Whats App. Kotak pizzanya bikinan sendiri. Si suami yang bikin.

Intinya, semua sumber daya manusia dikerahkan untuk menghemat biaya. Hasilnya juga memuaskan karena harganya jadi kompetitif.

Seru ya belajar dari tiga rumus inspiratif bisnis Mobil China ini. Di luar tiga rumus tadi saya yakin masih ada rumus-rumus lain yang tergolong rahasia 😃 tapi tiga rumus yang diungkap ke publik ini sepertinya cukup mewakili. Gimana, teman-teman juga punya bisnis sendiri? Pakai tiga rumus inspiratif ini jugakah? Atau punya rumus tersendiri? Boleh dong dibagi ceritanya di kolom komentar. Yuk, yuk.




Comments

  1. Jadi ngerti rumus bisnis aku mba.. soal mobil cina.. selama mereka bisa jaga kualitas, trus harga purna jualnya juga ga "rusak".. pasti bisa lah bersaing sama merk jepang dan eropa. Di dunia per smartphone an kayaknya itu sudah terjadi

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts