Skip to main content

Acara TV Kesukaan Suami Istri Beda, Ga Apa-Apa?

Acara-tv-kesukaan-suami-istri

Halo,

Assalamu alaikum.

Malam ini saya menemani suami nonton pertandingan sepak bola Piala Dunia Inggris vs Swedia sebentar saja. Sebentar saja. Ya sebenarnya cuma rebahan berdua di depan TV sambil sesekali ngobrol ringan dan diselingi aktivitas ngecek anak-anak yang sedang tidur.

Kami bukan penggila sepak bola sih, jadi nontonnya ya sekadarnya saja. Pas kebetulan lagi melek, ya ayo. Tidak memaksakan diri untuk nonton. Bahkan lebih banyak tidak nontonnya daripada nonton.

Kalau saya sendiri sih lebih seringnya ga nonton TV, banyakan main hapenya, hehe... Ketertarikan saya sama TV sudah berkurang jauuuh. Kalau suami saya masih kadang-kadang nonton TV sepulang kerja. Sering juga ditonton sama si TV alias ketiduran di depan TV. Kebiasaan ditonton TV ini rupanya sudah sejak mudaan. Kakak ipar saya yang dulu pernah ditumpangi rumahnya oleh suami saya waktu masih cari kerja juga pernah cerita soal kebiasaan ini. Ealah...

Suami saya sukanya nonton film di TV khususnya film yang berbau perang, sniper, agen rahasia macam Bourne gitu. Kadang juga nonton acara obrolan yang berbau politik. Tapi ya itu, seringnya kemudian bertukar peran. Yang nonton jadi ditonton.

Kalau saya lebih suka nonton acara anak-anak. Yah, ini korban mode rupanya 😂😂. Saking seringnya nyetelin untuk anak-anak akhirnya ikutan menggemari. Tapi sekarang sudah jarang nonton filmnya anak-anak karena lagi ada program diet TV di rumah. Horeee...

Baca juga: Acara TV Yang Jadi Teman Saya Sehari-Hari

Selain acara anak-anak saya juga suka nonton acara masak-masak. Nonton doang sih, praktiknya suka-suka. Hahaha...

Dulu, pas masih belum diet TV saya juga suka nonton acara pengetahuan, acara hewan-hewan dan tentang rumah. Kadang juga nonton berita tapi bukan berita kriminal. Pokoknya yang acaranya aman dilihat. Andai anak ikut nonton pun aman gitu.

Sedangkan acara yang paling ga saya suka itu acara gosip, sinetron dan politik. Males, ah. Kalau kata ibu saya sih saya kurang membumi karena ga suka sinetron. Tapi ya gimana, memang ga suka.

Meskipun suami-istri, ternyata kami ga punya kesukaan tontonan di TV yang persis sama. Suami saya kadang ikut nonton acara tentang rumah, tapi paling males sama acara masak-masak. Saya kadang nimbrung nonton film sniper tapi ga pernah tamat (judulnya aja ga ingat). Ya, pokoknya ga ada yang sama deh kesukaan kami. Tapi berhubung di rumah cuma ada satu pesawat TV, ya udah, nontonnya gantian, hehehe...

Yang penting sih, menurut saya, nonton TV biasa aja kadarnya, jangan terlalu demen sampai ngalah-ngalahin aktivitas lain. Suami-istri jika punya perbedaan yang menyolok soal kegemaran nonton TV, ya udah diterima aja. Kalau masing-masing menahan diri saya kira semuanya akan baik-baik saja. Saling tenggang rasa, gitu.

Nah, kalau teman-teman suka nonton TV ga? Nontonnya apa? Buat yang udah punya pasangan resmi, punya tontonan favorit berdua ga? Atau beda-beda kayak saya dan suami? Boleh bagi ceritanya di kolom komentar lho. Yuk, yuk!

Comments

  1. aku suka nonton tv yang digemari bersama yaitu progrma di RCTI yi TOP tukang ojeh pengkolan, krn ceritanya bagus dan lucu, hanya ini yang digemari nonton bersa sore hari sambil nyamil, selebihnya gak pernah nonton tv

    ReplyDelete
  2. Aku jarang juga nonton tv mba..tv hidup sih sering, upin ipin..sponge bob gitu..sing liat cah2. Klo nonton pas anak2 maen/tidur itu paling pas berita..berita gosip..kadang nonton ftv sambi setriko..klo malem..kdng nonton film transtv..tp pasti nggak pernah selesai..soalnya pasti jam 9 njuk kukut..alya ngantuk.

    Kadang liat live konser musik..trans7 ato mana...tp ya itu tadi, asal ono sing ngantuk juk bubar.

    ReplyDelete
  3. karena di rumah pakai wifi jadi saya dan suami jarang banget nonton tv. Kalau nonton youtube saya sukanya resep-resep, lagu-lagu, ceramah, sama serial komedi. Nah yang paling nyambung sama suami ya serial komedi, kalau ada web series lucu gitu pasti kami saling ngasih tahu. :D

    ReplyDelete
  4. Sekarang ibu-ibu udah ga jaman ke tv mba. Streaming di hp nonton korea. Nonton maraton hahahhaha. Lebih bahaya, soalnya terserah kita kapan mau lanjut. Apalagi kalau lagi banyak quota :D

    ReplyDelete
  5. Tivi di rumah saya jarang banget diputar, hehe....

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.