Skip to main content

Ngaku Blogger Tapi Ga Pernah Update

Baiklah. Setelah posting di instagram tentang blogger yang ga pernah update, eh alhamdulillaah malah dapat ide tulisan. Iya banget, saya lagi ngomongin diri sendiri di postingan IG saya inih: ngaku blogger tapi ga pernah update.




Kasihan amat yak!

Nah, berhubung lama ga update, jadilah saya maksain ada postingan di bulan Juni ini. Woyyy...udah tanggal berapa ini woy... postingan di blog terakhir tuh tanggal 25 Mei. Astaghfirulloh...

Kenapa, kenapa ga ngupdate blog? Ngggg kenapa, ya? Pertama kayaknya excuse-nya adalah karena syibuk dengan urusan rumah dan si dedek bayi. *alasan klasik*

Kedua, karena keasyikan main medsos. Iya nih, saya lagi seneng main IG. Utak-atik, ulak-ulik, yang berbuntut umak-umik dhewe *apa sih* Makanya mampir ke www.instagram.com/diahdwiarti yuk biar update saya ga mubazir, hehe...

Ketiga, karena males nulis panjang. Nah, lho. Kalah deh sama sastrawan zaman pujangga baru yang nulis secara manual, ga ada backspace-backspacean sama sekali.

Ya kan, tulisan ini cuman pendeeek banget dan ga jelas bener maksudnya. Sekadar menggugurkan kewajiban aja kali, ya. Duh, maafkan saya lahir batin, ya kalau bikin kecewa pengunjung blog #soktenar #abaikan

Ya udah, segitu dulu aja curhatnya. Anggap aja ini pemanasan. Ide sih sudah banyak, cuma eksekusinya yang macet. Doakan ya teman, biar blog ini update terus. Terima kasih sudah mampir.

Comments

  1. Ha..ha.. yang penting ada postingan dhisik mba.. aku juga sering gitu..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi kualitas postingan pasca lebaran seringkali perlu dipertanyakan ya 😁😁 kecuali kalo udah nabung draft dan dischedule.

      Delete
  2. tulis aja apa yang mau ditulis biar update.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya koh. Isinya jadi curhat doang. Makasih sudah mampir.

      Delete
  3. Mungkin lagi pada sibuk jalan-jalan terus,kak 😁

    ReplyDelete
  4. Hahaha... sama mbak saya juga akhir akhir ini jarang update blog, soalnya belum ada bahan.. Hahaha

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.