Skip to main content

Perubahan Pada Bayi 7 Bulan Yang Kadang Bikin Kecewa

Bayi-7-bulan

Bayi 7 bulan sudah lulus dari masa nangis-nenen-nangis-nenen doang. Sebagian bayi di usia 7 bulan sudah bisa bikin dag-dig-dug orang tuanya karena saking aktifnya. Tapi perubahan pada bayi 7 bulan itu kadang bikin kecewa lho. Ah, masak sih? Kecewa gimana? Coba kita perhatikan yuk.

Perubahan Pada Bayi 7 Bulan Yang Kadang Bikin Kecewa Itu Karena Ga Lagi Gendut

Iyaaa...sering banget saya menghadapi pernyataan kecewa yang kadang disusul pertanyaan dan kadang juga sindiran yang ga perlu dimasukkan ke hati.

"Kok kurusan sekarang sih?"

Ada juga yang berkomentar to the point, "Ilang gendutnya, ya."

Sekali lagi, jangan dimasukkan ke hati, ya, komentar-komentar itu.

Bayi 7 bulan bisa mendadak kehilangan 'pesonanya' karena pipinya ga sechubby sebelumnya. Harap maklum ya, bayi 7 bulan itu rata-rata sudah bisa merangkak. Sudah banyak polahnya. Ke mana-mana sudah bisa ngikut. Jadi wajar kalau badannya menyusut.


Asal bobotnya masih masuk wilayah aman di grafik KMS, ga usah galau, berarti masih sehat. Meski, iya sih, ada target penambahan bobot minimal yang harus dicapai per bulannya.

Badan yang kelihatan susut itu juga bisa karena bayi 7 bulan sudah makan MPASI. Nah, yang namanya makan itu gampang-gampang susah. Kalau bayi berselera makan, ga masalah. Kalau bayi susah makan, ya itulah yang bikin masalah. Ibu-ibu pasti paling pusing kalau ini yang terjadi.

Jadi, rasanya ga perlu kecewa kalau ketemu keponakan atau cucu yang mendadak kelihatan kecil badannya setelah umur 7 bulan. Asal masih wajar bobotnya, ga masalah. Lagipula, ketrampilannya bergerak makin canggih kan? 

Perubahan Pada Bayi 7 Bulan Yang Kadang Bikin Kecewa Itu Karena Takut Sama Orang Baru

Ini iya banget deh. Kadang ada bayi yang begitu paham siapa saja orang dekatnya. Jadi, begitu digendong orang yang asing baginya, dia langsung nangis. Ga usah digendong deh, ada juga lho bayi yang baru lihat muka orang baru aja langsung nangis.

Baca juga: Mitos-Mitos Soal Merawat Bayi

Maksud hati merasa gemes sama si bayi, kita dekati deh dia, eh...malah nangis kejer. Jadi kecewa dong kalau gini. Siapa yang pernah ngalamin? Hahaha...

Bayi 7 bulan itu ga terlalu peduli apakah orang yang asing baginya itu kerabatnya atau bukan. Pokoknya yang belum tersimpan di memorinya, ditandai bahaya. Konon, ini adalah salah satu mekanisme alamiah bayi menghindarkan diri dari dibawa orang tak dikenal. Ini juga bukan hal yang harus dicegah. Perasaan tidak nyaman si bayi kepada orang asing itu malah harus dihargai supaya kelak ketika besar dia bisa memilih siapa saja yang boleh dekat dengan dirinya.
Tak perlu kecewa, ya, kalau kita yang masih kerabat si bayi tapi dianggap orang asing. Ya mungkin memang kita jarang ketemu si bayi.  Maklumi sajalah. Kita juga ga mau kan tiba-tiba dipeluk-peluk sama orang yang ga kita kenal, meskipun ternyata itu masih ada hubungan darah sama kita.

Punya bayi memang penuh tantangan. Ya namanya juga membesarkan sesosok manusia ya. Manusia itu makhluk yang sangat kompleks, yang paling bagus bentuknya. Maka Maha Sempurnalah Dia yang Menciptakan manusia, ya.

Perubahan pada bayi 7 bulan adalah sesuatu yang wajar terjadi. Seiring bertambahnya usianya makin banyak pula perubahan yang terjadi. Teman-teman juga punya cerita tentang perubahan pada bayi 7 bulan? Bikin senang, kecewa atau campur aduk? Cerita dong, cerita. Yuk, yuk!

Comments

  1. Emang anak kalau tambah gede kadang ga gimbul lagi, suka resah juga sih biasanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Trus buntutnya mbandingin sama anak lain. Haha...kasihan si bocah.

      Delete
  2. Seneng karena tambah gede dan pinter kalau diajak bercanda, hehe. Tapi kalau perubahan fisik emang kadang suka bikin kecewa, tapi gpp lah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Gpp ya. Kan emang harus tambah besar n trampil.

      Delete
  3. Iya Mbak, emang wajar aja kalau tambah gede kadang suka berubah fisiknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener banget mbak. Sudah sewajarnya ya.

      Delete
    2. Bener banget mbak. Sudah sewajarnya ya.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.