Oleh-Oleh Liburan Ke Jogja



Jogja, Jogja...

Setelah setahun lebih tidak pulang kampung, alhamdulillaah akhirnya Desember 2017 yang baru saja lewat itu kami lalui dengan berada di Jogja. Yang paling kami kangeni tentu saja ibu dan saudara-saudara. Ga terbayang kalau pulang kampung tapi tak ada mereka di kampung halaman. Siapa yang mau kami ajak cerita dan berbagi kenangan? Masya Alloh.

Sebelum ke Jogja kami sudah bikin rencana mau ini dan itu. Akhirnya inilah yang kami jalani:

Berangkat Naik Kereta Api

Alhamdulillaah ini terlaksana. Niatnya naik kereta karena bawa adek bayi. Kasihan kalau harus kelamaan di perjalanan naik mobil yang bisa mencapai 7 jam Madiun-Jogja. Jadi, dipilihlah KA yang waktu tempuh resminya +- 2,5 jam. Ga resminya bisa lebih dari itu karena musti berangkat dari rumah 1 jam sebelum keberangkatan plus perjalanan dari stasiun tujuan ke rumah ibu.

Niat lain naik kereta adalah agar Mas Besar dan Mas Kecil punya pengalaman baru naik kereta. Pernah sih mereka naik kereta, tapi pas masih kecil dulu. Kali ini mereka sudah cukup besar untuk bisa mengingat kenangan naik kereta ini. Dan seperti yang sudah diduga, mas-mas ini sangat gembira bisa naik kereta.


Tapi...karena emaknya ndeso, lama ga naik kereta, lupa ga bawa bekal makanan dan minuman sebutir dan seteguk pun! Kirain ada petugas restorasi lewat gitu ya, ternyata enggak! Waduh... Mau ke kereta restorasi kok jauh...kami di gerbong 1, mana bawa bayi lagi. Ya wis, ditahan aja laper dan hausnya.

Ke Perpustakaan Daerah Yang Baru

Setelah beristirahat di hari pertama, hari kedua saatnya bertualang. Tapi oh tapi, hari itu hari Jumat, jadi acara jalan-jalan ditunda sampai sehabis sholat Jumat dan karena itu juga dipilihlah lokasi jalan-jalan terdekat. Kebetulan banget suami saya berpesan agar acara piknik di Jogja difokuskan ke wisata pendidikan, budaya dan kuliner. Ga boleh ke pantai dan gunung. Oke, pilihan terdekat adalah Perpustakaan Daerah! Hore...


Saya sudah lamaaa banget pingin ke sini. Rindu sama buku-buku bacaan. Dulu saya tukang keliling pameran buku soalnya, sedangkan di Madiun jarang ada pameran buku. Jadilah saya senang banget bisa mengunjungi perpustakaan yang baru ini.

Letaknya di Timur Jogja Expo Center (JEC) atau Barat Blok O. Dekeeet bangetlah sama rumah ibu. Cuma karena sekarang arah ke Blok O dari kampus STT Adisutjipto itu sering macet, jadi terasa jauh. Mending kalau ke situ lagi naik sepeda onthel aja ah.


Sampai di perpustakaan, Mas Besar dan Mas Kecil langsung mbuntuti sepupu mereka yang sudah biasa berkunjung ke sana. Koleksi buku anak ada di lantai paling bawah. Jadilah kami rame-rame ke bawah.

Konsep ruangannya melingkar dengan taman terbuka di tengah yang pakai rumput sintetis. Sayangnya saya ga sempat ambil fotonya. Sibuk bawa adek bayi. Ya udah, sementara saudara-saudaranya cari buku bacaan dan mengeksplorasi perpustakaan, adek Dig istirahat aja di ruang bermain. Ruang ini pas sepi. Nyaman lah buat adek bayi rebahan dan belajar merangkak hehe...


Main Skuter Di Jogja Expo Center

Sorenya selesai dari Perpustakaan Daerah, seperti biasa,  anak-anak tidak punya rasa capek. Mereka maunya jalan-jalan lagi. Ya udah, ke Jogja Expo Center saja yang dekat. Kebetulan saat itu di JEC sedang tidak ada event jadi sepi. Cocok buat main skuter dan sepatu roda.

Mas Besar dan Mas Kecil bareng sepupu mereka seru-seruan main skuter dan sepatu roda sementara saya dan kakak saya duduk-duduk aja mengawasi mereka. Alhamdulillaah adek Dig ga rewel padahal kayaknya capek juga dia.

Cuma sebentar sih kami main di JEC. Selain badan capek juga karena sudah sore. Tapi ya namanya anak-anak, makin lama makin bersemangat. Pas di tengah keseruan itu tiba-tiba salah satu dari mereka nyeletuk pingin minum. Padahal kami ga bawa minuman. Ternyata celetukan itu muncul karena mereka lihat ada vending machine alias mesin jualan otomatis. Jualan minuman botolan ternyata. Harganya mulai dari 5.000.

Ya, ya. Jadilah anak-anak saya dapat pengalaman baru beli minuman di vending machine. Anak desa itu bisa juga ternyata mengoperasikan mesinnya. Tinggal masukin uang kertas senilai yang diinginkan, lalu pencet tombol di depan minuman yang dibeli dan...kluthuk...si minuman botolan jatuh di bagian bawah depan mesin. Sayangnya saya ga sempat memotret kegiatan itu.

Ke Candi Ijo


Kayak ga punya capek, besok paginya kami jalan-jalan ke Candi ijo. Sebetulnya ini karena diajak adik saya sih. Berhubung penasaran, ya berangkat deh. Candi Ijo ini dekat dengan Tebing Breksi yang sedang ngetop itu. Kalau dari arah rumah juga searah dengan kompleks Rumah Teletubbies alias Rumah Dome.

Baca juga: Berkunjung ke Rumah Teletubbies

Pas sampai di Candi Ijo masih sepi banget. kira-kira jam 7 pagi kami sampai sana. belum banyak orang, baru dua rombongan lain yang sedang sibuk berfoto. hehehe... ya sama sih kaayk kami, sampai di sana juga foto-foto dulu.  Oya, ada tiket masuknya di Candi Ijo, cuma saya lupa berapa soalnya bukan saya yang  mbayari, hehe... yang jelas masih murah lah.

Yang spesial di Candi Ijo ini kata adik saya adalah letaknya yang di atas. "Bisa lihat kota Jogja dari sana," demikian promosi dari adik saya. Memang bener banget! Ternyata Candi Ijo ini lokasinya memang di atas. Di sana anginnya juga cukup bikin kedinginan. Sebelum masuk ke kompleks Candi Ijo kami berfoto dulu di spot selfie, Lereng Ijo. Di sini disediakan pijakan buat berfoto dari bambu. Kalau lihat ke bawah, wiii...serem...tinggiiii... Lereng Ijo ini ada di tempat parkir mobil ya. Ada toilet juga di bagian bawah. Di lokasi selfie ini disediakan kotak amal juga, tapi pas kami datang belum ada. Petugasnya belum datang kali.

Ada yang lucu di sini. Pas kami datang ada seorang bapak agak sepuh yang duduk di dekat kami berfoto. Selesai foto-foto, si bapak ini  memanggil adik saya. "Mas...tolong saya difoto ya." Agak ragu adik saya memenuhi permintaan si bapak. Selesai memfoto adik saya memperlihatkan hasil foto itu ke si bapak. "Terima kasih," katanya. Terus adik saya bilang, "Wah, kayak punya utang nih aku." Hahaha...

Masuk ke kompleks Candi Ijo lumayan bikin ngos-ngosan. Tinggi dan ya lumayan curam. Ingat usia...iyaaa...apalagi bawa bayi. Tapi anak-anak mah tetep aja naik sambil lari-larian. Begitulah. Di sini ada larangan menerbangkan drone ya.

Di atas ada apa? Ada candi. Ya iyalah. Ada candi utama yang besar di tengah dan candi pendamping berjumlah empat. Berhubung tidak sedang ingin berwisata edukasi, jadinya saya tidak cari-cari tahu banyak soal candi ini. Yang penting hari itu anak-anak kenal candi. Mereka sih senang saja, karena di lokasi candi rumputnya terawat, bersih, luas dan lapang. Pokoknya lari ke sana dan ke sini dengan gembira.


Dari atas sana, kami bisa memandang kota Jogja. Semuanya tampak kecil dan tak terdeteksi. Maksudnya, itu bangunan apa, gitu, Cuma menebak-nebak saja. Tapi yang paling kelihatan ada satu: bandara Adisutjipto! Landas pacunya membentang dari Timur ke Barat dan posisi Candi Ijo ini di sebelah Timur bandara. Jauh tapi lho ya. Pesawat yang take-off kelihatan dari sana.


Ke Tebing Breksi

Turun dari Candi Ijo, kami mampir ke Tebing Breksi. Berbeda dengan di Candi Ijo, pagi itu Tebing Breksi sudah ruamai pengunjung. Kalau saya pribadi sih kurang begitu menikmati lokasi wisata ini soalnya ya seperti ada di lokasi penambangan gitu. Mungkin di masa depannya kalau sudah lebih tertata akan lebih menarik. Yang jelas di sini parkir mobil cuma 5.000, terus tiket masuk seikhlasnya.


Anak-anak sih tetep saja lari-larian di sini. Dan di sini juga mereka bukannya menikmati tebingnya tapi malah foto sama burung hantu. Kasihan juga sih si burung-burung hantu itu, siang-siang disuruh kerja, hehehe...  Untuk berfoto sama burung hantu ini gratis, tapi di depannya ada kotak untuk sodaqoh seikhlasnya.


Buat yang ingin jajan, di sana ada deretan warung jajanan, tapi saya serombongan tidak mampir. Anak-anak malah tertarik dengan proyek baru di lokasi Tebing Breksi. Ada semacam pembangunan kolam dengan air terjun kalau tidak salah di sana.

Ke Taman Pintar

Ngakunya sih capek, tapi esok paginya kami cabut ke Taman Pintar! Ini memang sudah ditunggu-tunggu sama anak-anak. Maunya sih kami ke Planetarium, tapi pas sampai sana tiketnya habis, huhuhu... Ada sih pertunjukan berikutnya, tapi beberapa jam lagi. Ga mungkinlah, lagian saya momong empat bocah hari itu sendirian. Dua anak, satu bayi dan satu keponakan. Wis, ga usah ke Planetarium aja. Ke Gedung Oval Kotak aja. Gitu aja udah capek banget, mana hari itu full pengunjung.

Alhamdulillaah meski ga jadi ke Planetarium akhirnya anak-anak bisa ngicipin suasana gempa di ruang simulasi gempa. Dulu pas ke sana, lagi ga jam tayang gempa. Bersyukur ada pengalaman baru. Selain muter-muter, anak-anak juga minta naik wahana kereta Dinosaurus dan nonton film 4D. Saya dan adek bayi nunggu di luar aja. Capek...


Selain pengalaman ke Taman Pintar itu, hari itu anak-anak juga mengalami pertama kali naik taksi online. Saya juga, yeayyy... Pas pertama dijemput, anak-anak ga mau naik. Kata mereka itu bukan taksi, itu mobil orang lain soalnya ga ada tulisan 'Taksi'-nya. Tapi kemudian mereka menikmati. Pas pulang bahkan dapat mobil yang masih gres kinyis-kinyis dengan plat putih. Woaaa...hepi...

 Ke Mana Lagi?

Dah, banyak banget acara di Jogja kemarin. Ada berkunjung ke rumah bulik saya, ke mantenan sepupu saya, berenang, makan pagi di Soto Bathok, ke Candi Sambisari, main ke Transmart. Pokoknya banyak deh, ga sanggup lagi nulisnya, hahaha... Yang jelas pengalaman baru buat anak-anak dan saya. Bisa lho momong tiga anak, kadang jadi empat dan lima sekaligus, masya Alloh.


Ya, itu deh cerita di blog awal tahun ini. Intinya sih beneran cuma cerita. Kalau teman-teman, main ke mana aja liburan kemarin? Cerita yuk, cerita!


Comments

  1. Lhoo..lha kok semua tempat belum pernah aku kunjungi yaa..?
    Padahal beberapa kali sudah main ke Jogja.

    Kurang lama kali yaa..

    ReplyDelete
  2. Harusnya bawa bekal di perjalanan keretanya mbak, biar bisa ngemil hehhe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya hehe...emaknya ga update. Untung cuma sebentar.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts