Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

Liburan Impian Akhir Tahun Ke Karimun Jawa

Sudah akhir November ini, ya? Uww...ga terasa tiba-tiba sudah di penghujung tahun. Berarti sebentar lagi anak-anak akan UAS terus libur.

Libur akhir tahun sekaligus akhir semester ini bakalan jadi pembayar libur lebaran yang kemarin cuma kami lalui di rumah saja. Tidak ke mana-mana karena dedek bayi baru lahir. Pingin liburan ke tempat yang fresh gitu, sembari mengenalkan Indonesia ke si sulung dan si tengah yang sudah kelas 3 dan 2 SD.

Baca juga: Lebaran Tanpa Kampung Halaman Lagi

Penting lho anak sekolah diajak piknik. Sambil belajar, soalnya. Lihat daerah lain, jadi belajar IPS, kan? Jadi, anak bisa lihat objek wisata yang pernah mereka baca di buku paket. Bukan cuma IPS sih, ada kesempatan belajar norma setempat, bahasa, kebiasaan dan macam-macam lagi.

Berlibur ke mana? Saya punya liburan impian akhir tahun ke Karimun Jawa! Kenapa? Karena saya belum pernah nyebrang pulau, hahaha... Iya sih, tapi juga karena anak saya laki-laki semua. Asyik kayaknya kalau diajak menginap di villa d…

Takut Karena Saya Perempuan

Berita beberapa hari terakhir di media daring sempat membuat nyali saya ciut sebagai manusia, khususnya sebagai perempuan. Ada perasaan takut yang mendadak muncul menyergap karena saya perempuan. Berita pertama adalah kasus pemusakaan paksa terhadap seorang gadis belasan tahun oleh belasan laki-laki di sebuah tempat di Sumatera. Ah, saya sungguh takut bahkan untuk mengucapkan atau menuliskan perlakuan itu. Ngeri. Ngilu. Sedih.Pedih. Sangat.Dipusakai secara paksa saja tidak terbayang sakitnya, apalagi ini oleh belasan bedebah. Innalillaahi. Bencana kemanusiaan yang sangat besar adalah ketika manusia memakan manusia lain. Dipaksa, diinjak kehormatannya, dinistai. Bukan hanya fisik yang sakit tak terkira tapi yang lebih dalam lagi sakit dalam jiwa. Manusia atau bukan itu para bedebah berbadan laki-laki itu. Sedihnya lagi, saat kasus ini menjadi besar, sebuah komnas yang seharusnya mengayomi si gadis malang tadi malah mengeluarkan pernyataan yang mengenaskan. Gambar dari twitter @deaSBHei, …

Mitos-Mitos Soal Merawat Bayi

Punya bayi lagi itu suatu kebahagiaan tersendiri. Repotnya sih jelas iya. Yang bangun malam lagi untuk gantikan popoknya, yang menggendong berjam-jam ketika si bayi lagi rewel-rewelnya, yang panik ketika si bayi mendadak panas dan macam-macam lagi. Repot, capek, tapi rasa senangnya itu tidak tergantikan. Bahkan tidak tergambarkan dengan kata-kata.Dulu pas pertama kali punya bayi, saya melahirkan di kampung halaman. Dikelilingi kerabat, enak, kerja jadi ringan. Bantuan mudah didapat pokoknya deh. Mau titip sebentar untuk ditinggal belanja ke pasar, bisa. Mau mandi tenang, bisa, karena ada neneknya. Capek gendong, gantian sama saudara. Pokoknya enak, santai. Tapi ada ga enaknya juga. Ya, namanya hidup, pasti selalu ada sisi baik dan buruknya. Apa ga enaknya? Banyak nasihat ini-itu yang berseliweran ga jelas sumbernya dan ga jelas manfaatnya. Mau dihindari, ga enak karena yang kasih nasihat masih kerabat. Mau dijalani kok ya ga masuk akal, hahaha...Setelah melahirkan yang kedua dan ketig…

Sebelum Ke Pasar

Ke pasar. Dulu saya paling benci kalau disuruh ibu ke pasar. Benciii banget. Kalau boleh nawar minta tukar kerjaan, rasanya mau-mau aja. Mending nyapu, ngepel, nyuci, kasih makan ayam deh daripada ke pasar. Beneran!Pasar itu selain jauh dari rumah juga kotor dan kumuh. Malesin pokoknya. Tapi yang bikin saya benci ke pasar adalah para penjualnya. Nah lho. Ada apa?Dulu tiap mau ke pasar, ibu saya selalu membekali saya dengan catatan. Beli tempe sepuluh biji, kacang tanah seperempat, bawang merah satu ons, dst, dll, dsb. Ngenesnya, meski udah dibekali catatan gitu kadang meleset dari aturan. Gimana nggak, lha wong nggak jarang para bakul di pasar itu nawar ke saya. Lho penjual kok malah nawar. Nawarnya gini lho, "Mbok ya beli bawang merah itu seperempat, jangan satu ons." Sudah gitu kadang pakai nertawain. Astaghfirullah. Lha wong sini ini masih bocah cilik je diketawain gara-gara dianggap nggak paham ukuran minimal belanja suatu barang. Hhhh...Malesin banget nggak digituin?Jad…