Skip to main content

Masih Gadis Minum Susu Ibu Hamil?

Masih gadis tapi minum susu ibu hamil? Weleh...kenapa?

Ini sih cerita konyol pas saya masih mudaan dulu. Kejadiannya sendiri sekitar 10 tahun lalu saat saya masih gadis dan merasa kurang PD dengan kondisi tubuh. Kena apa tubuhnya? Terlalu kurus, kata saya dan kata orang banyak.

Jadilah tubuh kuyus itu memaksa saya melakukan perbuatan nekat *lebay*. Demi menaikkan berat badan dan meraih indeks massa tubuh alias BMI yang oke, saya cari-cari caranya. Info yang paling akurat konon adalah dengan minum susu yang weight gain itu. Yang merk A***ton itu lho. Tapi kata teman saya itu bisa bikin saya tambah kuyus. "Sekali beli trus ga bisa beli apa-apa lagi," katanya. Iya deh, saya tahu diri. Itu susu mihil memang harganya. Trus, ada solusi lain nggak?

Pas banget, lagi cari-cari, adik saya punya info super keren: minum susu ibu hamil. Heeeehhh...?

Adik saya ini, laki-laki, juga merasa pingin nambah berat badannya. Kami sama-sama dikaruniai badan kuyus. Nah, dia punya info gila tadi dari temannya. Konon, dengan minum susu ibu hamil yang konon sarat nutrisi itu, berat badan bisa naik. Woaaa...bahagia dong saya. Kok gampang banget caranya...enak pula.

Saya dan adik saya sepakat mau mencoba cara asyik ini. Tapi...masalah berikutnya muncul. Siapa yang mau beli??? Saya jelas ga mau. Saya masih gadis je. Gimana kalau nanti pas beli pas ketemu tetangga atau teman??? Bisa-bisa disangka orang saya hamil nanti! Wah, ga mau. Adik saya aja lah yang beli! Eh, dia juga ga mau. Takutnya pas beli ketemu teman atau tetangga, bisa-bisa disangka orang dia beliin untuk siapa coba? Hmmm...rencana asyik itu ternyata susah untuk dilaksanakan.

Akhirnya, demi rasa penasaran untuk membuktikan kebenaran keampuhan susu ibu hamil itu, saya nekat beli susu ibu hamil di supermarket yang agak jauh dari rumah. Pertimbangan saya sih sederhana: menghindari ketemu tetangga. Hahaha... Padahal bisa aja kan ya si tetangga beli sesuatu di sana juga. Ohya, jangan tanya kenapa saya ga beli secara online, ya. Di zaman itu belum ada toko online.

Sambil deg-degan, saya menuju rak susu. Kayaknya aman sih. Sepi. Saya pun lihat-lihat harganya. Disesuaikan isi dompet dong. Wuih...ada yang mihil juga, yang dari New Zealand itu lho. Eh, sedang seru-serunya bandingin harga, tau-tau ada yang mendatangi saya. Siapa??? Tetangga? Teman? Huaaa...

Bukaaan...bukan dari dua golongan itu. Tapi mbak SPG. Dengan ramah si mbak menyapa dan tanya saya mau beli yang merk apa. Gelagapan juga saya ditanya gitu. Minim referensi sih. Akibatnya saya asal comot yang harganya paling masuk akal buat dompet saya aja dan buru-buru kabur ke kasir. Takutnya kalau si mbak nanya, "Udah berapa bulan, Bu?" Njuk aku kudu njawab piye? Hahaha...

Susu hasil beli sambil ngumpet-ngumpet itu kami minum bersama. Ibu saya sampai geleng kepala lihat perilaku kami. Berhubung hasilnya belum terlihat, dan susunya memang enak, saya pun beli lagi. Kali ini nggak di supermarket yang pertama. Takut ketemu si mbak SPG lagi!

Saya pilih satu supermarket yang ramai. Pertimbangan saya biar bisa berbaur sama pembeli lain, jadi malah ga kelihatan. Lagipula saya udah punya bekal info dan gambaran mau beli susu yang mana.

Eh kok ya ndilalah. Di sana juga ketemu mbak SPG. Heran deh, mereka rajin banget promosi, hehehe... Lagi milih susu yang udah saya rencanakan, tau-tau si mbak mendekati saya dan bilang, "Kalau beli yang ini (produknya si mbak) ada bonus kaos dalam bayi, Bu." Alamaaak...

Ampun deh. Sejak itu saya menghentikan program beli susu ibu hamil karena tidak signifikan hasilnya. Iya sih, gimana mau membuktikan kalau baru 2 kali beli sudah menyerah.

Sudahlah. Saya lelah kucing-kucingan. Hahaha...

Ada-ada aja ide minum susu ibu.hamil tadi. Adakah di sini yang pernah nyobain juga? Hasilnya gimana? Bagi dong ceritanya!

Comments

  1. Wkwkwkwkwkwk bisa aja sih kepikiran gitu :p. Lah aku minum susu hamil pas hamil jg ga nambah berat mba :p. Ga signifikan maksudnya. Aku jg udh stress ama berat badan. Ga bisa naik2. Abis melahirkan anak kedua malah beratku turun drpd sblm hamil. Yg tadinya 45 jd 41. Pdhl jgn tanya aku ngemil berpa kali, makan teratur, ttp g naik -_- ..

    ReplyDelete
  2. Ketika yang lain pd bingung tubuhnya makin melebar kesamping..ini malah pada pengen😊😊

    ReplyDelete
  3. Hahaa...untung mbak kasirnya tidak nanya yg macam2...

    ReplyDelete
  4. Kalo nanya macem-macem repot deh :D

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.