Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2016

Cerdas Dan Bijak Bermedia Sosial, Hindari Membesarkan Kabar Tak Pantas

Tahun media sosial tampaknya menjadi nama lain dari tahun-tahun terakhir ini. Pengguna dan penggunaan media sosial makin meningkat dengan beragam platform yang masing-masing memiliki penggemar tersendiri. Riuh-rendah media sosial menjadi daya tarik kuat selepas masa euforia kebebasan berpendapat. Kini euforia baru melanda: kebebasan bermedia sosial. Sebetulnya disebut kebebasan bermedia sosial tidak juga 100% bebas. Namun euforia bebas di sini karena mudahnya mengakses media sosial. Tua-muda semua ambil bagian. Tidak heran jika kemudian terjadi gesekan di sana-sini akibat kebebasan bermedia sosial ini. Saling pamer, saling hujat, saling serang sudah jadi bahan perbincangan sehari-hari yang bahkan merambah ke warung-warung kopi dan pojok-pojok ruang pribadi di rumah.

Periksa Kehamilan Di RSI Siti Aisyah Madiun

Periksa kehamilan di RSI Siti Aisyah Madiun sudah dua kali saya jalani. Kenapa bisa berlabuh ke sini karena dapat rekomendasi dari dua orang teman. Dan periksa di sini harus sabar karena antrinya panjang. Laris? Iya. Soalnya di sini tempat Dokter Santi berpraktik. Iyes, dokter kandungan perempuan selalu ramai dikunjungi pasien.

RSI (Rumah Sakit Islam) Siti Aisyah Madiun ini terletak di Jalan Mayjen Sungkono Kota Madiun. Karena saya dari arah Selatan, maka di perempatan Pasar Sleko belok kiri. Lurus, melewati Hotel Aston sampai ketemu tugu PDAM, belok kanan. Lurus saja nanti ketemu RSI Siti Aisyah di kiri jalan. Gedungnya tinggi, jadi cukup terlihat. Di jam pagi jalanan di depannya selalu padat.

Harus maklum ya, kebetulan memang jalanan di kota Madiun lumayan sempit. Ditambah arus keluar-masuk kendaraan dari dan ke rumah sakit, makin padatlah suasananya.



Ada masjidnya di gedung paling kanan di lantai 2
Foto dari rsimadiun.com

Untuk yang baru pertama kali mendaftar, bisa langsung mas…

Balapan Jadi Shohibul Quran Bersama Anak

Kalau sebagian orang harap-harap cemas menanti pergantian tahun, saya justru deg-degan menyambut semester dua yang sudah di depan mata. Bukan karena anak saya sudah ada di kelas 6, tapi karena hasrat balapan jadi shohibul Quran yang harus diwujudkan. Kalau tidak, saya bisa kalah sama anak-anak. Inilah kisah #Resolusiku2017 . Jadi, dua anak laki-laki saya belajar di sebuah Sekolah Dasar Islam Terpadu di Madiun sini. Mas Besar klas 2, Mas Kecil klas 1. Keunggulan di SDIT sini adalah program hapalan Qurannya. Dalam enam tahun masa belajar, siswa ditargetkan bisa hapal dua juz, yakni juz 30 dan juz 29.

Bicara Soal Tanggung Jawab Laki-Laki Dengan Anak Laki-Laki

Bicara soal tanggung jawab laki-laki dengan anak laki-laki itu bikin geli-geli trenyuh. Jadi ceritanya di suatu sesi menjelang tidur, seperti biasa saya dan duo krucil ngobrol ngalor-ngidul-ngetan-ngulon. Apa aja yang terucap bisa mengarah ke topik selanjutnya. Malam itu kata kuncinya soal nafkah. Kenapa ayah mereka belum pulang, apa yang dikerjakan si ayah. Akhirnya menuju pada soal tanggung jawab laki-laki kepada keluarganya. Dua anak laki-laki di hadapan saya itu saya jadikan contoh.
"Jadi, nanti kalau mas dan mas sudah dewasa dan punya istri, mas-mas harus bisa memenuhi minimal tiga hal ini,"

Anak Di Bawah Umur Naik Kendaraan Sendiri Dan Penyuluhan Berkala Di Sekolah

Sudah bukan barang langka lagi anak di bawah umur naik kendaraan sendiri, terutama sepeda motor. Di kampung, di perumahan ataupun di jalan raya. Seolah-olah ada kesepakatan bersama antara orang tua dan anak, jika anak sudah lulus SD ia berhak ke mana-mana naik sepeda motor sendiri. Begitulah yang terjadi di wilayah tempat tinggal saya. Anehnya, ada juga anak di bawah umur yang mengendarai sepeda motor dengan ibunya di boncengan. Bukan masalah bisa membelikan kendaraan atau tidak, tapi perilaku ini cukup meresahkan masyarakat. Kecelakaan akibat anak di bawah umur naik kendaraan sendiri juga kerap terjadi. Di situs berita bisa kita temui korban tabrakan ada yang sampai meninggal dunia.

Gambar dari petisi online:
Dukung! Penjarakan Orang Tua yang Mengizinkan Anak Di Bawah Usia Mengendarai Motor/Mobil