Skip to main content

Rani Yulianty, Mengajak Mencari Harta Yang Meringankan

Rani-yulianty

Tulisan ini merupakan artikel ulasan blog pemenang Arisan Link Grup 6 Blogger Perempuan. Baca juga ulasan 11 blogger lain dengan label profil blogger


Adalah seorang Rani Yulianty, blogger yang juga penulis 100 lebih buku anak, yang mengingatkan saya akan pentingnya memiliki harta yang meringankan pemiliknya di akhirat kelak.Saya mengenal Mbak Rani saat tergabung dalam proyek Arisan Link Blogger Perempuan Grup 6. Iyes, tulisan ini memang merupakan proyek bersama blogger yang berkomitmen untuk saling mendukung dan maju bersama-sama.
Dalam tulisannya yang berjudul Apa Hartamu? ibu dua anak yang ngakunya cabiwak ini,menyentil dirinya sendiri (dan para pembaca) akan pentingnya punya harta yang bisa membantu kita di akhirat kelak. Harta yang sesungguhnya adalah harta yang meringankan, bukan yang memberatkan.

"Lalu, saya berpikir kenapa sesuatu yang kita sukai bisa jadi hal yang memberatkan ‘langkah’ kita?" ~ Rani Yulianty

Rani Yulianty




Betul yang dikatakan Mbak Rani. Kelak di hari akhir kita akan dimintai pertanggungjawaban atas harta yang diamahkan kepada kita. Bahkan untuk pemilik harta, dikenai dua pertanyaan: dari mana asal hartamu dan digunakan untuk apa.

Menurut saya, blog juga adalah harta. Aset. Terutama yang di-monetize. Jadi, blogger selain juga harus mengisi blognya dengan hal-hal bermanfaat pun harus bisa bertanggung jawab atas harta yang datang dari blognya.

Membaca blog Mbak Rani seperti menemukan suasana baru sebab saya sendiri baru mengenal Mbak Rani saat akan membuat review blog dan profil blogger ini. Gaya tulisan Mbak Rani menurut saya santai, cair. Seperti orang ngobrol, gitu. Barangkali kalau jumpa langsung juga bisa ngobrol santai.

Ngomong-ngomong, harta Mbak Rani itu apa sih? Uang, emas, properti, saham? Bukaaan! Apa coba? Penasaran, kan? Intip yuuuk bareng-bareng di blog Mbak Rani di www.raniyulianty.com .

Comments

  1. bener mba yang penting itu berkah, dunia cuman sementara, jgn ngorbanin akhirat yang kekal untuk dunia

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Alhamdulillaah ya masih ada yang mengingatkan. Blog sebagai lahan beramal, cari berkah dunia-akhirat.

      Delete
  2. Penulis lebih dari 100 buku? Wow keren, aku nulis buku 1 aja belum pernah hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. We o we banget mbak. Penulis yang handal beliau ini.

      Delete
  3. HIhihihi bener ya. Harta bisa membantu kita di akherat kelak, kalau kita bisa menggunakannya dengan baik, serta meringankan untuk kita pula :')


    Salut sama Mbak Rani deh :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar, harta yang 'asli' adalah yang menolong kita di akhir nanti ya, bukan yang bikin masalah di sana.

      Delete
  4. Makasih udah berkunjung dan membuat ulasan yg sangat menyentuh, bikin terharu, salam peluk

    ReplyDelete
  5. Inspiratif.. dunia tidak kekal, dikejar sampai kapan bikin nggak puas.. Ngejar akhirat aja yang udah pasti ya mbak :)

    ReplyDelete
  6. Harta yg sesungguhnya adalah harta yang meringankan saat di Akherat *renungan banget*

    ReplyDelete
  7. Setuju Mbakkk
    Mari isi blog kita dengan banyak manfaat bergunaa

    ReplyDelete

  8. mba Rani memang inspiratif ya mba.
    bener banget mbak, blog merupakan salah atu harta kita yang kelak juga bisa di petanggung jawabkan. semoga tulisan-tulisan di blog kita bisa memberikan manfaat dan ladang pahala kita kelak.

    ReplyDelete
  9. saya juga mengenal mba Rani gara2 arisan link ini mba

    ReplyDelete
  10. lebih dari 100 buku anak, widiiih... produktif banget mbak Rani ini ya mbak :)

    ReplyDelete
  11. Iya, nih, bunda juga mulai lagi menyaring sana membaca sini di blog bunda, sekali pun di blog yang udah lumutan. Insya Allah kalau ada Rezeki berniat bikin lagi kumpulan pilihan postingan dari 5 blog (1 aktif dan 4 yang abal-abal a.k.a. lumutan), heheh... Menyusul Me and My Live biar bisa jadi harta peninggalan buat anak cucu menantu. Aamiin.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.