Skip to main content

Doa Orang Tua Untuk Anak

Doa orang tua, terutama ibu, adalah makbul. Pernahkah kita meminta doa dari orang tua? Semisal kita sedang memiliki rencana besar atau mempunyai masalah. Seringkali doa orang tua mendukung kita.

Seorang teman pernah bercerita perihal rumahnya. Dengan penuh ketakjuban saya menyimak kisah itu. Kawan saya ini seorang perempuan. Bapaknya seorang yang disiplin. Kawan saya ini di masa remajanya tinggal di lingkungan yang kurang mendukungnya untuk rajin beribadah. Suatu pagi, seperti biasa sang Bapak menyuruh anak-anaknya untuk sholat subuh.

"Tin, bangun. Ayo sholat," perintah si Bapak.

"Iya, Pak," sahut kawan saya.

Begitu sang Bapak keluar kamar, teman saya itu kembali mencium bantalnya. Beberapa saat berlalu, tiba-tiba si Bapak masuk dan melihat anaknya masih terlelap. Bukan main marahnya beliau. Sumpah pun diucapkan sang Bapak. Demi melihat kemarahan Bapaknya, teman saya itu langsung terbirit-birit ambil wudhu.

"Sampai sekarang saya masih ingat betul kata-kata Bapak," urai teman saya.

"Dan sumpah Bapak tadi menjadi doa yang dikabulkan oleh Alloh. Saya sampai heran," lanjutnya.

Saya sungguh penasaran, apa yang diucapkan si Bapak tadi?

Ternyata ucapan sang Bapak adalah, "Astaghfirulloh. Semoga besok kamu punya rumah dekat masjid!"

"Tiap kali saya ditawari tanah, selalu dekat masjid. Ada tiga atau empat tanah yang ditawarkan ke saya. Semuanya dekat masjid. Ada yang di sampingnya, ada yang di depannya," terang kawan saya itu.

Dan betul. Saat ini kawan saya sedang membangun rumahnya. Persis di seberang masjid.

Lain halnya dengan kawan SMA saya. Saat dirinya diwisuda, sang Ibu menepuk tiang gedung tempat wisuda sambil berkata, "Tahun depan aku akan kembali lagi."

Kedengarannya aneh ya, namun nyatanya tepat setahun setelahnya sang Ibu kembali bertemu si tiang gedung. Kali ini mengiringi adik teman saya diwisuda. Saya sampai geli kalau ingat cerita ini. Kok bisa, ya? Doa sang Ibu dikabulkan Alloh rupanya.

Ada lagi cerita teman saya yang menikah di umur 25 tahun karena ibunya pernah berkata, "Kamu nanti akan menikah di usia 25."

Atau cerita adik ipar saya yang menikah dengan teman masa kecilnya. Dulu waktu adik ipar saya masih kecil, ibunya (mertua saya) pernah berkata kalau adik ipar saya itu pantasnya jadi anaknya Bu Anu yang kini jadi mertua adik ipar saya. Ajaib? Yang jelas bikin saya takjub. Kok bisa, ya?

Perkataan orang tua seringkali menjadi doa tanpa sadar. Bagus sekali kalau doanya baik seperti kisah Ibunda Syekh Abdurrahman As-Sudais (imam Masjidil Haram) yang pada saat marah kepada anaknya terucap perkataan yang baik. Dikisahkan, Ibunda As-Sudais kecil sedang menyiapkan hidangan untuk tamu di rumahnya. Ketika makanan telah siap, tiba-tiba As-Sudais kecil datang dan menaburkan pasir ke hidangan tersebut. Demi melihat perbuatan anaknya, si ibu marah dan menyuruh anaknya menjauh. Katanya, "Pergi sana! Semoga kau menjadi imam Masjidil Haram!"

Ajaib lagi, bukan?

Rasanya mau ya jadi orang tua yang sebijaksana itu. Tapi suliiit. Sedikit saja marah biasanya yang keluar adalah perkataan yang kurang baik.

Jadi, bagi yang sudah dikaruniai anak, doa apa yang sudah kita panjatkan untuk anak kita?

Comments

  1. Benar Mak, doa orang tua itu memang paling manjur ya. Saya selalu terharu kalau Mama bilang selalu mendoakan saya setiap malam, meskipun beliau sudah tidak bisa lagi ke gereja karena stroke :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berkah dari orang tua itu besar. Kakak ipar saya ada yang nangis pas sedang punya program punya rumah tapi ibu-bapak sudah nggak ada. Katanya, "Siapa yang mendoakanku?"

      Jujur saya terhenyak saat itu. Betul juga ya? Mumpung masih punya mama, kita cari berkah dari beliau.

      Delete
  2. Semoga kita bisa menjadi orangtua-orangtua yang bijak ya mbak, sebagaimana orangtua-orangtua kita. Kadang aku mikir semua keberuntungan yang kudapat di dunia ini nggak mungkin ada tanpa adanya doa dari ortu, khususnya ibu.. luar biasa beliau :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.