Geraham Bungsu Tumbuh Miring

Saat ini saya sedang menikmati dan mensyukuri 'kelebihan' diri. Bukan menyombong, tapi saya sungguh-sungguh tentang kelebihan diri saya yang wajib dinikmati dan disyukuri.
Ceritanya ini kedua kalinya saya harus merasakan puyeng dan sakitnya tumbuh gigi. Iya, gigi geraham bungsu saya yang keempat sedang tumbuh cukup cepat. Tepatnya gigi geraham bungsu yang menghuni rahang bawah bagian kiri. Cenut-cenutnya sungguh nikmat...

Gambar dari toothazipua.blogspot.in/2011/05/geraham-bungsu-dan-permasalahannya.html

Masalahnya bukan hanya ia tumbuh, tapi juga karena tumbuhnya miring sehingga menyundul-nyundul pipi. Aduuuh...sedapnyeee... Hadiah mendekati usia 40 tahun, deh.
Geraham bungsu pertama, kedua dan ketiga saya tumbuh tak lama setelah saya melahirkan anak pertama, lima tahun yang lalu. Posisinya di rahang atas kanan dan kiri dan di rahang bawah sebelah kanan. Yang di kiri atas dan bawah kanan tumbuh normal, tapi yang di atas tumbuh ke samping. Sakitnya saya tahan-tahan selama satu tahun lebih karena saya hamil lagi jadi tak berani cabut gigi. Ya bagaimana lagi, urusan apa pun jadi mentok kalau ketemu dengan yang namanya hamil.
Setelah puas menahan sakit, alhamdulillaah, geraham miring itu berhasil disingkirkan dari rahang saya. Pun itu harus diperjuangkan oleh sang dokter gigi. Prosesnya tidak mudah. Gusi saya disuntik dulu supaya kebal. Setelah itu ditarik-tarik paksa dengan alat semacam tang, juga dicongkel-congkel dengan alat khusus. Saya sih pasrah saja, yang penting selamat. Sementara suami saya yang menyaksikan itu terbengong-bengong. Ngeri juga, katanya.

Usai dicabut, saya hanya disuruh menggigit kapas yang disumpalkan di area bekas cabutan supaya darah tidak keluar. Menggigitnya pun secukupnya, tak boleh terlalu kuat agar jika darah sudah mengering, si kapas tidak menenpel ke jaringan baru. Rasanya lega sekali. Seperti punya rumah baru...halah...
Kini saya masih harus bersabar menanti seluruh bagian gigi muncul ke permukaan. Sebagai penghibur di kala sakit, saya kumur-kumur dengan air garam. Alhamdulillaah mampu mengurangi rasa sakit di pipi yang terdesak. Juga menyikat gigi dengan sikat gigi anak-anak supaya lebih bersih. Harapan saya semoga si bungsu ini tidak pemalu, jadi bisa keluar sesegera mungkin agar bisa segera dieksekusi.
Ah, sungguh, saya menantikan proses eksekusi ini dengan penuh harap. Doakan lancar dan selamat,  ya. Untuk sementara, saya cukup menikmati dan mensyukuri 'kelebihan' diri saja.

Comments

  1. Great post. Thank you for sharing this but I would love if you write more stuff in English. Keep sharing more content with us. Thanks and stay blessed.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular Posts