Skip to main content

Oleh-oleh Dari Palembang

Oleh-oleh lagi, oleh-oleh lagi. Iya, dong. Siapa yang tak girang dapat oleh-oleh? Kali ini oleh-oleh dari Palembang, Bumi Sriwijaya.
Pempek? Yak tul! :-)
Ceritanya di bulan Mei lalu ibu saya menjenguk cucu barunya di Palembang. Saya dirukir ke Jogja menggantikan Ibu menemani Bapak. Satu pekan persis Ibu di Palembang. Sebelum pulang, Ibu ngabani supaya dijemput dua orang dengan dua sepeda motor. Iya lho. Rumah Ibu cukup dekat dengan Bandara Adisutjipto, jadi cukup dijemput pakai motor. Tapi, dua motor? "Oleh-olehnya setengah meter," kata Ibu.
Eh?
Ternyata betul. Oleh-oleh pempek dan kemplangnya bejibun. Kardusnya betul sampai setengah meter. Alhamdulillaah. Acara bagi-bagi pun dimulai.

Pempek Candy
Berhubung saya belum dijemput suami, maka pempek bagian saya disimpan di kulkas. Dibawa nanti pas pulang ke Madiun. Jadilah saya ngicipi pempek bagiannya Ibu. Eh tapi kok rasanya aneh, kayak kurang matang?
Usut punya usut, setelah sampai di Madiun dan saya buka kardusnya, ada tulisan begini.


Si pempek dalam wujud aslinya.
Jadi, pempeknya itu berbedak tepung, harus dicuci sebelum digoreng. Oalah ... pantesan yang digoreng Ibu tempo hari berasa aneh belepotan tepung. Haha ...

Begini seharusnya setelah digoreng. Si cuko ikut nampang.
Rasanya? Subhanalloh, mak nyus lah! Gimana? Jadi kepingin nggak?

Comments

  1. Mau....kuahnya yang pedasss ya mbak ........:-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siaaap!! *ngrajangi lombok rawit*

      Delete
  2. Pengeeeen! Saya suka pempek Palembang. :D Itu udah sama dengan kuahnya ya mbak? atau kuahnya bikin sendiri?

    Hihihi, emang kalau apa2 kita harus baca petunjuk ya, supaya nggak tersesat.. :D Saya pernah kayak ibunya mbak soalnya... hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Udah termasuk cukonya mak. Lumayan pedes yang ini menurut saya.

      Hehe...iya. Harus baca teliti dulu ya.

      Delete
  3. Hwaaaa candyyy.... Pertamanya dulu beli banyak di Palembang. Sampai dirumah habis karena dimakan di perjalanan. Eh masih pengin lagi. Untung mereka melayani pembelian via telpon. Heheee

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh ya? Wah bisa pesan jarak jauh ya mak. Mantap tuh.

      Delete
  4. itu di kasih tepung biar awet mbak nggak basi atau jamuran.
    Makanya dicuci dulu baru di goreng.

    dan pempek candy,
    jalan kaki 15 menit dari rumah saya langsung udah sampai tuh ke tokonya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...gitu ya mas. Pengalaman deh hikmahnya.

      Wah, jangan-jangan mas tetangaan sama adik saya :-)

      Delete
  5. tidaaaak...ini salah satu pempek kesayangan. Pasti rasanya enaaaak banget :)..di Lampung juga banyak pempek enak..aah, jadi pengen impor :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Woh...candy memang berkualitas ya mak. Ayo impor mak, buat obat kangen.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.