Skip to main content

Mengenalkan Iklan Kepada Anak

"Mas, susunya mau habis. Nanti sore beli, ya," ajak saya kepada si Mas.
"Beli yang Anu aja, ya, Bu. Biar bisa dapat pulsa listrik."
"Lho? Kita kan listriknya nggak pake pulsa, Mas," sanggah saya.
"Ya nggak apa-apa, Bu," jawab si Mas ngeyel.
Duhai, rupanya si Mas ini sudah termakan iklan. Bukan cuma itu. Pernah tiba-tiba si Mas minta mie soto. Gara-gara lihat iklan. Terus si Adek minta beli kecap S***p
gara-gara lihat iklan juga. Lalu pada minta saya masak pakai Ro**o, biar enak. Eh, berarti masakan saya nggak enak, ya? *mendadak mawas diri*
Hmm...saatnya mengenalkan iklan kepada anak, nih.
Memang selama ini dua krucil saya nonton TV yang tanpa iklan. Baru akhir-akhir ini mereka nonton TV yang ada iklannya demi nonton kegemaran mereka. Baru sebentar aja kok ya sudah jadi korban iklan.
"Gini, Le. Tidak semua yang dikatakan orang itu benar." *Simbok memulai kuliahnya*
"Biasanya di iklan itu segala sesuatu dilebih-lebihkan. Dibuat menarik, biar orang pada beli."
"Misalnya, iklan pembersih lantai itu *nunjuk TV*. Ngepel bikin lantai bersih, itu benar. Tapi lantainya jadi keluar bunga-bunganya, itu nggak benar."
"Bunga-bunga itu cuma untuk memberi tahu kalau lantainya jadi wangi. Kan, kalau dari TV nggak bisa keluar bau?"

Bunga-bunga seperti ini. Gambar dari http://www.wordy.photos/index.php?keyword=iklan%20softener%20so
Dua krucil manggut-manggut.
"Jadi gambar bunga-bunganya cuma kartun, ya, Bu?"
"Ho oh."
Si Mas makin manggut-manggut lalu mengulang kata-kata saya. "Tidak semua yang dikatakan orang itu benar."
#
Nonton TV lagi pas ada iklan Trave***a.co m . Itu tuh, iklan yang si mbak bungee jumping terus jatuh di kasur empuk. Si Adek bilang, "Itu cuma kartun. Masak rumahnya nggak rusak?" (ketimpa si mbak tadi, maksudnya).
Ya, alhamdulillaah sudah mulai paham. Semoga makin besar makin paham dan bisa membedakan mana iklan mana bukan. Semoga juga mereka bisa membedakan mana kebutuhan mana keinginan. Aaamiiin.

Comments

  1. Hahah.. Iya jugak ya, Mbak.. Kan tiba-tiba cewek itu gedebuk aja di kasur empuk :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jadi kita kesulitan sendiri deh njelasinnya ke anak.

      Delete
  2. Ponakanku juga gitu Maakk. Gampang banget kemakan iklan. Apalagi iklan gasingan yg lg sering muncul di tipi, hiiyaaaa!!

    ReplyDelete
  3. Anak-anak dimana saja kok sama. Yen anakku kemakan iklan sambel trasi mbak. Aku suruh beli, trus suruh nyicipi.....ternyata dia nunggu telingaku keluar asap:-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hah? Hahaha...lucu banget anakmu lis!

      Delete
  4. Perlu itu mbak, mengenalkan iklan ke anak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banget mas biar sejak dini tahu mana yh khayalan dan mana yg betulan.

      Delete
  5. Anak-anakku tuh beneran korban iklan...aku miris karena makanan anak2 iklannya kadang menyesatkan dan anak2 berpikir itu bener hiksss...
    memang harus didampingi n dijelaskan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak. Paling sering tuh tiba-tiba minta jajanan yg iklannya bombastis.

      Delete
  6. Bener mbak, rata2 anak2 skrg kemakan iklan. Aku sering pusing sm anakku sendiri krn minta yang aneh2. Klo tak tanya liat dimana sampai minta sprti itu? Dia bilang liat di iklan tv...duh bener2 kita hrs dampingi anak liat tv ya mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Dampingi pas acara dan pas iklan juga. Semoga lama-lama paham dan bisa membentengi diri.

      Delete
  7. kita harus lebih hati2 mak, karena banyak iklan yg menyesatkan, apalagi kalau ditonton anak kecil, hihi
    tapi seiring dengan usia mereka bertambah, insya Allalh mereka juga akan semakin paham :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang juga mengkhawatirkan itu iklan berbau pornografi macam sabun mandi itu mbak.

      Delete
  8. hihihi... anak saya juga pernah pengen beli makanan seperti iklan yg dia lihat di TV

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mana makanannya ga baik buat anak-anak pula ya mak.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…