Skip to main content

Dakwah Bil Ngobrol: Cemburu Itu Harus

Suatu siang dalam sebuah obrolan di TK anak saya, tercetus sebuah topik tentang berlibur. Liburan besok mau ke mana? Kira-kira begitu. Ada yang ingin ke luar kota, ada juga yang ingin di dalam kota saja. Tujuannya pun macam-macam, salah satunya ke kolam renang, eh, taman air (bedanya di mana sih?).

Gambar dari http://iwaralaba.com/2014/04/peluang-usaha-penyewaan-kolam-renang/
Taman air ini termasuk populer. Gimana nggak, wong ya cuma satu-satunya di sini. Meski begitu, ada juga orang sini yang belum pernah ke sana. Teman-teman pun beramai-ramai menyarankan ini-itu kepada satu teman itu.

"Bawa topi."
"Pake kacamata hitam."
Sementara saya 'menasihati' untuk tidak bawa suami ke sana. Nah, lho, kenapa?
Alasannya mudah diterima: di sana sebagian pengunjung yang nyemplung ke air berpakaian sesuka hati mereka. Maksudnya, berpakaian serba terbuka. Sudahlah terbuka, basah pula. Heh...udah, nggak usah dijelasin!
Sebagian teman saya tertawa. Antara mengiyakan saya dan menertawakan kecemburuan saya. Ya namanya istri itu biarpun cemburu rasanya males banget kalau ketahuan. Hehehe... Tapi, cemburu yang model begini kan boleh. Harus malah. Kalau tidak, bisa-bisa suami-suami terkotori pandangannya dengan yang tak halal begitu.

"Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang penjaganya malaikat-malaikat yang kasar dan keras, yang tidak durhaka kepada Alloh terhadap yang Ia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim [66]: 6)

Ah, sudahlah. Saya pun gengsi kalau ketahuan cemburu. Tapi menjaga pandangan suami itu harus. Ibu-ibu punya cerita serupa juga tidak? Bagi ceritanya, ya.

Comments

  1. semoga kita istiqamah menjaga pandangan kita, ya, Bunda :)

    ReplyDelete
  2. kami yang suka main air sekeluarga ini kadang tidak memerhatikan sekitar Mbak...makanya saya jarang cemburu dalam hal ini...hehe
    tapi bagus juga kok Mbak cemburu itu, asal jangan berlebihan aja yaa :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo di desa tempat saya malah pada sopan-sopan mbak. Maksudnya ga pake baju renang tapi kaos ma celana aja. Jadi aman. Hehe...

      Delete
  3. Aku belom punya suami sih, Mbak.. Wkwkwk.. :D

    Tapi kayaknya bakalan cemburu jugak deh. Apalagi kadang banyak yang pakek underwear doank.. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nah, itu yang mau saya bilang mbak. Coba deh,.ga nyaman banget dilihat.

      Delete
  4. Cemburu itu wajar ko wujud rasa sayang
    @guru5seni8
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. Wujud sayangnya ya dengan menjaganya.

      Delete
  5. saya cemburuan... kadang rempong, tapi ya gimana ya... susah dijelasin... :)))

    ReplyDelete
    Replies
    1. Susah ya mak njelasinnya. Pokoknya cemburu. Udah.

      Delete
  6. cemburu itu harus, tapi jangan berlebihan. nanti jadinya possesif.
    yang penting harus tahu dimana menempatkan cemburu, kalau di posisi mbak sih ya saya juga akan cemburu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mbak. Cemburu secukupnya aja ya. Biar ga ngebosenin.

      Delete
  7. gak sempet cemburu mak, itu si ayah sering saya suruh bawa main anak pertama sendiri, bis saya gak sempat....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...saking rempongnya sampe ga sempat ya mak.

      Delete
  8. wuaaahhhh ternyata mba toh, td saya jwb komennya di blog saya, kirain 'mas' :D

    btw, aku jg pastilah cemburu mba kalo suami ngeliat2 ce2 lain yg lbh sexi ato gmn :D... Tapi untungnya ya suami saya itu tipe yg baik lah, dia sndiri ga suka juga ngeliat ce2 bgitu...mungkin org2 yg dgr saya ngomong gini pada komen, "itukan di depan saya...kali aja di blkang saya dia malah asik ngeliat"

    Saya mah jwb aja, sayakan istrinya..saya tau kok suami saya seperti apa..dan saya percya ma dia :) mkanya saya ga kuatir sih kalo suami ketemu pemndangan begitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehe...gpp mbak, sayanya aja yang kurang feminin ya.

      Wah disyukuri ya mbak punya suami yang menjaga pandangan. Istri juga dong ga mau kalah.

      Delete
  9. "cemburu emang perlu, tapi mesti tepat dan benar. jangan segala macem dicemburuin." gitu kata temen sih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha...iya. Yang penting-penting aja yang dicemburuin ya.

      Delete
  10. Klo aku malah nggak kepikiran mbak vitamin A gratis gitu.....ajak suami saat main atau berenang biar ada partner yag mbantu jaga/bantu ngawasi krucils aja...soalnya 2-2nya blm bisa mandiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga lis. Tapi kalo di kampung, aman. Orangnya masih sopan. Makanya kalo mau berenang kuajak ke kolam renang dekat rumah aja. Ngirit dan aman.

      Delete
  11. hehe, saya juga suka cemburu mak..ada tukang urut kayany usianya beberapa taun di atas saya keliatan lah masih muda tp urutnya enaaaaaak bagt. suami pernah diurut sm dia waktu sakit. habis itu saya bilang jgn diurut sama dia lagi!!! sama tukang urut yg tua aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Haha...iya maaak...itu juga 'bahaya'.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…