Skip to main content

Cara-cara Bertamu Yang Aneh

Ketuk pintu saat berniat bertamu ke rumah orang lain itu sebuah adab. Tidak bisa disebut sopan dong orang yang bertamu tanpa ketuk pintu dulu? Ah, nggak juga, kan sekarang pakai bel pintu. Ih, sama aja lah!

Kelihatannya sepele dan mudah, ya, bertamu aja kok diributin cara-caranya. Masalahnya ternyata ada juga orang bertamu tidak pakai cara yang pantas. Contohnya:

Nyelonong Aje
Siapa tuh yang suka nyelonong aje ke rumah orang lain? Biasanya tetangga dekat atau sanak famili tuh. Datang, buka pintu atau kalau pintunya terbuka langsung masuk sambil ucap salam. Ih, walau udah ucap salam tetap saja itu nggak sopan. Lah saya kan masih ponakannya? Biarpun ponakan, kakek, buyut sekalipun, itu rumah bukan rumah kita. Penghuninya bisa kaget dan merasa terganggu, cuma tidak ditampakkan saja.

Panggil-panggil dari luar
Ini kebiasaan waktu saya masih kecil. Usia TK-SD lah. Panggil nama teman dari depan rumahnya keras-keras lalu yang dipanggil nongol. Gara-gara itu saya kemudian dimarahi Ibu. "Nggak sopan!" tegas Ibu waktu itu. Teman saya yang juga suka begitu pun dikritik Ibu. Saya diberi tugas untuk menegur mereka. Kalau masih anak-anak lucu kali, ya, tapi kalau sudah besar? Hih!

Ketuk jendela
Ini asli perbuatan teman-teman tetangga depan rumah dulu. Dasarnya anak-anak bandel era Cabo (Catatan si Boy), kalau bertandang ke rumah tetangga saya itu mereka nggak pernah main sopan. Cukup ketuk jendela kamar lalu masuk lewat jendela! Wuah...praktis kali, ya? Ndilalah jendelanya ya mendukung untuk begituan.

Aneh-aneh ya cara orang bertamu. Tapi yang ditulis di sini bukan untuk dicontoh lho. Sebagai bahan introspeksi saja. Don't try these at home nor at other's home!

Comments

  1. Hihi...aduh mudah2an saya ngga jadi tamu yg aneh saat berkunjung ke rumah orang

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak. Jangan. Malu-maluin deh. Hihi...

      Delete
  2. waah kalau ada tamu seperti itu, pastinya ngeselin banget ya...

    ReplyDelete
  3. pernah nyoba yang ketuk pintu haha

    ReplyDelete
  4. Wakwakawakkk, kalo di tempat saya hobinya bukan ngetuk lagi, tapi gedor-gedor kayak orang kalap. Berisik banget allahu akbar >,<

    ReplyDelete
    Replies
    1. Allohu akbar. Darurat kali ya mak.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…