Skip to main content

One of The Icons of Indonesia

Believe it or not, nasi goreng is one of the icons of Indonesia. How is that possible? It's because of its popularity among Indonesians! Indonesian street food provides nasi goreng or fried rice as one of its main serve. Many people love to eat nasi goreng, and I'm one of them.

Pic taken from http://www.tarasmulticulturaltable.com/nasi-goreng-indonesian-fried-rice/

Nasi goreng is easy to make. You can cook it at your kitchen if you like. You don't have to buy it on restaurant or warung.

The most interesting part about nasi goreng is that you can put anything in the recipe and you still can call the meal nasi goreng, as long as there is fried nasi in it. All we need to make nasi goreng is: rice, shallots, garlic and salt. And the rest is up to you. You can add sambal (chilli paste) or soy sauce in it. You can also include some veggies, egg, lamb or sausages in the meal.

The main reason why I love nasi goreng is because it's easy to cook. At home I usually cook nasi goreng when I realize that I have nothing in the kitchen but rice and eggs :-p . Just grind the shallots and garlic together with some chilli, saute it in a wok for a while and put the rice in it. Add some salt and soy sauce. Stir until they mixed up. Ready to serve with scrambled egg, tomato and cucumber slices. Dellliiicious!!

So, what's your favorite Indonesian food?

This post is to answer English Weekly challenge #10 What's Your Favorite Indonesian Food? If you'd like to join, please visit the link above.

Comments

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. I love this one, fried rice.easy cooking and simple. The taste is so good^^

      Delete
    2. Yes, I agree mbak. I bet you have one on hotwajan.

      Delete
  2. I love nasi goreng also. Always use more soy bean sauce when I cooked it.

    ReplyDelete
  3. Nasi gorengnya bikin lapar pagi-pagi nih... :D

    ReplyDelete
  4. Saya enggak mudeng bahasa Inggris. Tapi telur mata sapi di atas benar-benar menggiurkan....

    ReplyDelete
  5. Nek boso jowone sego goreng ndok ceplok to mbak....:-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.