KEB

KEB

BPN

BPN

About Me

About Me
Diah is here! Mom of three boys.

'Puas' Atau 'Tidak Puas'

Hari Minggu yang lalu saya sekeluarga pergi belanja ke sebuah toko retail. Sambil menyelam minum air. Inti dari acara belanja itu sebetulnya adalah jalan-jalan. Yang penting hepi walau sekedar mengurai hari.

Ada juga sih yang kami beli di sana. Sandal dan baju dalam anak. Selebihnya es loli. Biarpun belanjanya seiprit ya tetap harus bayar, eh, antri di kasir. Setelah antri beberapa saat akhirnya saya dapat giliran. Usai transaksi sang kasir mempersilakan saya menyatakan perasaan saya dengan menyentuh emoticon 'puas' atau 'tidak puas' di layar. Sayangnya nggak ada pilihan 'terharu' atau 'terinspirasi'. Lupakan.

Saya pilih 'puas'. Satu poin untuk si kasir dong ya. Alhamdulillaah bisa sedekah. Eh tapi memang pelayanannya baik kok.

Pulang dari situ, saya jadi ingat kejadian sekira dua minggu sebelumnya. Saya juga antri di toko itu dan menghadap layar yang sama di kasir. Cuma saja waktu itu saya tidak dipersilakan mengekspresikan perasaan saya. Yang memilih justru si mbak kasir. Dan anehnya, dia memencet emoticon 'tidak puas'. Lho?

Gambar dari http://pulpypics.com/emoticons-for-facebook-and-skype/

Sewaktu antri, saya sempat memperhatikan mbak ini. Beberapa pembeli di depan saya juga dipilihkan perasaannya oleh si kasir tadi dan pilihannya pun sama semua, yaitu 'tidak puas'. Lho, lho.

Kenapa si mbak ini menganggap rendah hasil kerjanya, ya? Rasanya pelayanannya juga tidak buruk. Hmm...bingung, kan?

Ternyata...ada ternyatanya lagi nih. Ternyata, mbak kasir tadi bukan petugas yang semestinya. Di layar kasir tertera nama dan foto kasir yang asli. Jadi, mungkin si mbak kasir ini menggantikan rekannya. Tapi kok gitu, ya? Apa nggak merugikan temannya itu? Atau mereka punya deal tersendiri? Atau memang begitu aturannya? Ada yang bisa bantu jawab?

Related Posts

8 komentar

  1. Wah, binun jg ya Mak kalo yg mencetin kasirnya. Padahal itu kan hak kita sebagai konsumen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Padahal kalo diminta mencet biasanya juga mencet yang 'puas' ya mak.

      Hapus
  2. Eh, aku blm pernah tuh nemu retail yang pelanggannya bisa nyalurin aspirasi....carefour atau mana? Waa...kalau cuma curang-curangan gitu....pas sepi pelanggan, pencet-pencet sendiri aja. Tapi kasian teller yang dicurangi...pada saling sikut sesama profesi kali mbak

    BalasHapus
  3. wah, jadi temennya yang gantiin itu nggak pede gitu ya?
    nggak pernah denger ada aturan boleh begitu..

    BalasHapus
  4. Kok jahat banget sama teman ya mak? kan kalo banyak pelanggan yang ga puas, takutnya nanti temannya kena SP

    BalasHapus

Posting Komentar

Follow by Email