Skip to main content

'Puas' Atau 'Tidak Puas'

Hari Minggu yang lalu saya sekeluarga pergi belanja ke sebuah toko retail. Sambil menyelam minum air. Inti dari acara belanja itu sebetulnya adalah jalan-jalan. Yang penting hepi walau sekedar mengurai hari.

Ada juga sih yang kami beli di sana. Sandal dan baju dalam anak. Selebihnya es loli. Biarpun belanjanya seiprit ya tetap harus bayar, eh, antri di kasir. Setelah antri beberapa saat akhirnya saya dapat giliran. Usai transaksi sang kasir mempersilakan saya menyatakan perasaan saya dengan menyentuh emoticon 'puas' atau 'tidak puas' di layar. Sayangnya nggak ada pilihan 'terharu' atau 'terinspirasi'. Lupakan.

Saya pilih 'puas'. Satu poin untuk si kasir dong ya. Alhamdulillaah bisa sedekah. Eh tapi memang pelayanannya baik kok.

Pulang dari situ, saya jadi ingat kejadian sekira dua minggu sebelumnya. Saya juga antri di toko itu dan menghadap layar yang sama di kasir. Cuma saja waktu itu saya tidak dipersilakan mengekspresikan perasaan saya. Yang memilih justru si mbak kasir. Dan anehnya, dia memencet emoticon 'tidak puas'. Lho?

Gambar dari http://pulpypics.com/emoticons-for-facebook-and-skype/

Sewaktu antri, saya sempat memperhatikan mbak ini. Beberapa pembeli di depan saya juga dipilihkan perasaannya oleh si kasir tadi dan pilihannya pun sama semua, yaitu 'tidak puas'. Lho, lho.

Kenapa si mbak ini menganggap rendah hasil kerjanya, ya? Rasanya pelayanannya juga tidak buruk. Hmm...bingung, kan?

Ternyata...ada ternyatanya lagi nih. Ternyata, mbak kasir tadi bukan petugas yang semestinya. Di layar kasir tertera nama dan foto kasir yang asli. Jadi, mungkin si mbak kasir ini menggantikan rekannya. Tapi kok gitu, ya? Apa nggak merugikan temannya itu? Atau mereka punya deal tersendiri? Atau memang begitu aturannya? Ada yang bisa bantu jawab?

Comments

  1. Wah, binun jg ya Mak kalo yg mencetin kasirnya. Padahal itu kan hak kita sebagai konsumen

    ReplyDelete
    Replies
    1. Padahal kalo diminta mencet biasanya juga mencet yang 'puas' ya mak.

      Delete
  2. Eh, aku blm pernah tuh nemu retail yang pelanggannya bisa nyalurin aspirasi....carefour atau mana? Waa...kalau cuma curang-curangan gitu....pas sepi pelanggan, pencet-pencet sendiri aja. Tapi kasian teller yang dicurangi...pada saling sikut sesama profesi kali mbak

    ReplyDelete
    Replies
    1. ya entahlah. kok tega gitu. heran ya.

      Delete
  3. wah, jadi temennya yang gantiin itu nggak pede gitu ya?
    nggak pernah denger ada aturan boleh begitu..

    ReplyDelete
  4. Kok jahat banget sama teman ya mak? kan kalo banyak pelanggan yang ga puas, takutnya nanti temannya kena SP

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Sila berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.