Skip to main content

[UPDATE] Mukena Di Masjid Baitul Hakim Madiun

Postingan ini sudah bisa ditebak dari judulnya, ya. Mukena alias rukuh alias baju sholat. Ada nama lain lagi nggak ya? Terus, ada apa sih dengan mukena di Masjid Baitul Hakim Madiun?

Ceritanya siang tadi saya sekeluarga jalan-jalan ke Madiun (baca: kota Madiun, karena kami tinggal di Kabupaten Madiun). Maklum, tanggal muda *eh* . Pas keluar rumah sudah jam 11. Sampai di Madiun kami mampir makan bakso dulu di Bakso Solo. Bawa anak, sih, jadi sebelum ngapa-ngapain harus isi perut dulu biar tidak rewel.

Di tengah-tengah makan, adzan luhur berkumandang. "Kita sholat dulu, ya," kata saya. Sekalian si kecil mau pipis, setelah selesai makan meluncurlah kami ke Masjid Agung Baitul Hakim di sisi Barat Alun-alun Madiun.

Masjid Baitul Hakim Madiun

Alhamdulillaah, ramai

Sampai di masjid, saya ajak anak saya untuk menunaikan hajatnya. Selepas itu saya berwudhu dan masuk masjid. Shof perempuan ada di sisi kanan. Begitu masuk, saya kaget. Ada ini:

Rapi, kan?

Waaah...sepertinya baru Januari lalu saya terakhir ke sini dan belum serapi ini. Alhamdulillaah. Senangnya!

Yang juga menyenangkan, koleksi mukenanya baru-baru dan beragam warna. Cakep deh. Dan modelnya juga bervariasi. Ada yang terusan, ada yang pethalan alias dua potongan. Di belakang tiap mukena juga ada sablonannya, jadi meminimalisir pencurian mukena.

Aman. Insya Alloh.

Semangat kan kalau sholatnya pakai mukena yang bersih dan rapi!

Habis pakai gantung lagi, ya.

Semoga makin banyak masjid yang seperti ini. Rapi, bersih. Dan semoga penggunanya juga makin sadar harus menjaga aset bersama ini. Aaamiiin.

[UPDATE] Kini rak mukena di masjid Baitul Hakim dipenuhi oleh mukena two pieces cantik berwarna pink! Duh...makin menyenangkan aja!

Comments

  1. Aku pernah mampir sholat di sini jg Maks. Udah lama bgt, blm kaya gt. Tp emang seneng ya, sholat di masjid dgn mukena yg bersih gt. Jadi lbh khusu' :). Biasanya kan kalo di masjid2, mukena dilipet aja, jadinya lembab & berjamur :(. Kapan2 mampir masjid ini lg aahh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak. Ini kayaknya masih baru. Semoga aja awet bagusnya. Kan biasanya kita ini pinter beli tapi kurang bisa merawat. Monggo mak mampir sholat di sini.

      Delete
  2. Mukenane rapiiiiii mbak....pantas ditiru! Biasanya di taruh di lemari aja..dilipat, tp karena yang make banyak orang awut-awutan lagi...... Jadi biasanya mending bawa sendiri dari rumah. Kenapa oh kenapa? Krn saya juga tidak bisa melipat dengan rapi (lagi)....ha...ha. Klo cuma nggantung di hanger, bisa kok. :-)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak bisa ngelipat ya, haha...betul betul betul. Kalo dihanger jadi mudah ya. Nah kalo dg dihanger masih pada males, memprihatinkaaan...

      Delete
  3. Wah jadi pengin ke Madiun, aku lahir disana. Dulu pernah ikut program ngumpulin n nyebar mukena. Tapi tiap ngecek sedih cuma ditumpuk sama yg habis makai, nggak dilipat, apalagi dikasih lemari gini. Pas nyuci ada aja jarum pentul hijab nyangkut, jadi kena tangan. :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sedih ya mak. Udah dikasih yang bagus dan wangi pun masih pada malas menjaga. Sebetulnya yang mulai duluan itu siapa ya? Apa nggak sayang sama rukuhnya, gitu.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.