Skip to main content

Memfilter Kiriman Dari Orang Lain Di Wall Facebook

Pernah dapat kiriman tak pantas di facebook berupa foto atau video? Tahu-tahu ada yang men-tag akun kita dalam kiriman itu dan tahu-tahu sudah nangkring dengan manisnya di wall kita dan tahu-tahu teman-teman kita ada yang berburuk sangka kepada kita atau mengkliknya? Sungguh, di dunia maya yang kejam ini kita butuh cara memfilter kiriman dari orang lain di wall facebook kita!

Caranya? Mudah.

Pertama, sign in ke facebook. Kemudian masuk ke Pengaturan & Privasi. Lalu pilih Kronologi dan Penandaan.

Setelah itu pada Tinjau kiriman yang menandai Anda sebelum muncul di kronologi Anda? Pilih Menyala. Selesai.

Nanti setiap kali ada yang mengirim sesuatu ke kronologi Anda, tidak akan nyelonong begitu saja. Anda yang punya akun, Anda juga yang memegang kendali.

Comments

  1. Baru aja mengalaminya tadi. Virus katanya ya mba.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas. Ada yang kemudian nge-hack akun. Bahaya!

      Delete
  2. Termasuk yang model gadis mabuk atau gambar cute itu? Aku dah pernah kena blm ya? Ntar aku cek deh settinganku

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ho oh, mak. Segera cek-cek deh settingannya. Walau ini nggak menjamin keamanan 100%, setidaknya kita sudah mencoba.

      Delete
  3. Lagi ngetren itu Mak. Katanya itu sejenis virus yaa. Eniwei, makasih ya Mak udah sharing ilmu. Smga berkah yaa ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dunia maya tuh banyak jebakannya ya mak. Ngeri juga kalau sampai akun kita dibajak. Ada juga yang akun fanpagenya yang untuk jualan online shop dibajak. Duh, nangis deh.

      Aaamiiin. Semoga berkah juga.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.