Skip to main content

Berburu Kaos Ki Rangan Di Ponorogo

Kaos merupakan pakaian favorit sebagian orang karena alasan kenyamanannya. Kaos yang baik tentunya yang adem dipakai sekaligus bisa memperindah penampilan.
Suami saya termasuk yang setia berkaos. Salah satu favoritnya adalah kaos Ki Rangan yang dijual di seputaran Alun-alun Ponorogo.
Deretan toko khas Ponorogo ada di sebelah Barat alun-alun. Cukup mudah ditemukan.

Ramainya
Karena ramai, sebaiknya kendaraan diparkir di tepi alun-alun, jangan di depan toko. Bisa-bisa diomeli pemilik toko, hehe...
Toko-toko ini menjual cindera mata khas Ponorogo, utamanya adalah perlengkapan reyog. Ada topeng, celana hitam-merah dan kaos putih-merah khas reyog, pakaian hitam a la warok, ikat pinggang warok, blangkon sampai perlengkapan gamelannya. Ada juga kuda lumping, gamelan mini dan kaos.


Kaosnya sendiri ada beberapa merk, tapi suami saya cocok dengan merk Ki Rangan. Bahannya halus dan cetakan gambarnya indah dan berkualitas bagus. Asal tidak dicuci dengan mesin cuci bukaan atas saja, kaos ini awet. Kaos Ki Rangan sendiri asalnya dari Malang, namun di Ponorogo kaos ini banyak mengeksplorasi kekayaan budaya Ponorogo.

Untuk seri reyog, ada gambar reyog full team, warok, ganong, singo barong dan lain-lain. Ada juga seri tokoh pewayangan seperti Werkudoro, Pandawa Lima dan Janoko. Ada juga seri tokoh, yakni Bung Karno dan Jokowi. Kalau kurang suka dengan seri-seri tersebut, masih ada seri lain, yakni seri Indonesia dengan gambar karapan sapi, batik, keris, kujang hingga gambar vespa. Pokoknya meriah.
Yang unik dari kaos Ki Rangan.adalah adanya deskripsi gambar di bagian belakang kaos. Jadi, sambil bergaya sambil nambah ilmu.
Pilihan ukurannya pun beragam dari S, M, L, XL hingga XXL, yang artinya bisa dipakai anak-anak hingga orang dewasa. Suami saya biasa membeli yang berukuran XXL. Harganya seputaran lima puluh ribu rupiah. Relatif terjangkau. Sayangnya, kaos ini menyajikan warna yang kurang bervariasi. Hampir semua kaosnya berwarna hitam. Hmm... Biarpun begitu, kaos ini masih sangat menarik untuk dikoleksi dan dikenakan. Indonesia banget, gitu.

Comments

  1. Kaos yg berciri khas spt itu bagusnya buat oleh2 utk dibagikan kpd kerabat atau teman srhabis travelling.. Btw, harga kaosnya mahal gak ya? Klu mahal bisa bangkrut bandar krn yg mau dikasih oleh2 banyak tuh..hehe.m

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mak. Khas banget. Untuk harga masih terjangkau sih. Ukuran XXL 50 ribuan. Sayangnya warna dominan hitam, jadi gak cocok untuk perempuan.

      Delete
  2. Kalau abiw pergi2 pasti pgn beli sesuatu yg nunjukin klok prnh kesitu,slh satunya kaos. y kn mak ?. Daku sih gt, hehe, tfs y mak

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah saya mau dong jadi sohibnya mak Inda, dioleh-olehi terus hehe... Iya mak, ada baiknya tiap daerah punya kaos khas ya. Jadi lebih mudah njual aset pariwisata & budaya ke masyarakat luas.

      Delete
  3. Mirip kao model malioboro ya mb? Btw....kayaknya lucu mb klo gambar kaos "'buto" tapi warna pink....he..he

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buto jatuh cinta kaleee...haha... Ya paling nggak ada warna putih biar bisa countering hitam gitu. Atau krem, abu-abu, biru,.merah, hijau.
      Madiun ya ada kaos khas tapi modelnya kayak dagadu gitu. So kayaknya harganya lebih mahal. Tapi aku ya belum pernah ding. :-)

      Delete
  4. melayani jual online gak gan ??minat pengen beli kaosnya tapi gak ada waktu mau ke ponoeogo,,thanks

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba ke kirangandotcom mbak. Itu situsnya.

      Delete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.