Skip to main content

Piknik Asyik di Wana Wisata Grape Madiun

Wisata-madiun-grape

Wana Wisata Grape = tempat wisata kebun anggur?  Bukan. Yang dimaksud di sini adalah sebuah wisata hutan yang terletak di kaki Gunung Wilis. Tepatnya di Desa Kresek, Kecamatan Wungu,  Kabupaten Madiun. Jika diukur dari pusat kota Madiun, jaraknya kira-kira 13 km.
Grape yang ini dibaca gra-pe bukan [greyp], dengan bunyi 'pe' seperti 'pe' dalam 'tempe'. Pesona utama Wana Wisata Grape ini adalah Kali Grape yang dikelilingi hutan jati nan cantik. Hutan jati itu sendiri masuk dalam Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Madiun. Cukup mengasyikkan bermain air di Kali Grape alias Kali Catur. Apalagi di musim hujan seperti sekarang airnya melimpah dan arusnya cukup deras. Namun tetap harus waspada, sebab bisa saja sewaktu-waktu terjadi banjir.

Ini keempat kalinya saya bersama anak-anak dan suami pergi piknik ke Wana Wisata Grape. Kami mengambil rute terdekat dari tempat tinggal kami yang masuk wilayah Kabupaten Madiun, yakni Pagotan-Dagangan-Banjarsari-Dungus-Kresek dengan sepeda motor. Perjalanan memakan waktu kurang lebih setengah jam melewati pedesaan dengan suguhan barisan persawahan dihiasi panorama Gunung Wilis di belakangnya. Jalan yang cukup bagus dan mulus memperlancar perjalanan kami.

Grape-madiun
Rute perjalanan


Setelah dipuaskan dengan pemandangan persawahan nan luas membentang, kami pun tiba di Pasar Dungus, sebuah titik pertemuan jalur Pagotan-Dungus dengan Madiun-Dungus. Jika menyebut Madiun, maka yang dimaksud adalah Kota Madiun. Sedangkan warga Kabupaten Madiun jika ditanya tempat tinggal mereka, biasa menyebutkan nama desa mereka.

Dari Pasar Dungus kami berbelok ke kanan hingga bertemu jalan bercabang lalu mengambil jalur yang kanan. Jalan pun semakin menanjak. Di sini pula lah terletak RS Paru Dungus. Setelah itu kami bertemu percabangan jalan lagi. Kami mengambil jalur kiri menuju Wana Wisata Grape. Jalur ke kanan menuju Monumen Kresek tempat pembantaian zaman PKI dulu. Kami juga pernah ke Monumen Kresek, namun hanya sebentar. Mungkin di lain kesempatan kami akan berkunjung ke sana lagi, insya Alloh.

Baca juga: Wisata Tubing Di Brumbun Madiun

Pemandangan indah terus berlanjut. Hutan jati, pohon kakao dan area persawahan masih luas membentang. Kanal milik Pemerintah Propinsi Jawa Timur menemani sepanjang perjalanan. Hanya saja di jalur ini berkelok-kelok sehingga harus berhati-hati, ditambah lagi adanya rombongan anak muda bersepeda motor yang sering tiba-tiba berhenti untuk berfoto. Di jalur ini pula mulai terdapat pondok-pondok kecil yang menyajikan masakan khas kali. Ada wader, belut juga udang kali. Kebanyakan yang singgah di pondok-pondok ini adalah anak muda.

Saya memperkirakan Wana Wisata Grape di hari Minggu yang cerah ini (26/1) akan ada banyak wisatawan. Ternyata perkiraan saya meleset. Bukan banyak wisatawan, tetapi sangat banyak wisatawan! Sebagian besar adalah anak-anak muda. Kebetulan di hari itu ada kegiatan outbound sebuah instansi yang disertai kegiatan arung jeram, jadilah suasana Wana Wisata Grape ramai meriah.



Sejauh yang saya amati, wisatawan di Grape ini 100% lokal. Meski lokal, jika diamati, bukan hanya warga Madiun yang berkunjung ke sana, terbukti ada juga kendaraan berplat nomor AG, P dan AB. Yang bermobil biasanya adalah rombongan keluarga dan instansi.

Adapun anak-anak muda kebanyakan datang beramai-ramai. Ada yang bergerombol di dekat jembatan, ada yang masuk ke lokasi sungai menikmati alam, ada juga yang bermain air di kali. Ada pula yang berkendara lebih ke atas lagi ke arah PLTA Golang. Yang terakhir ini cukup meresahkan, sebab sebagian ada yang kemudian menyepi berdua-dua atau dalam kelompok kecil di tepi jalan. Bisa jadi di tempat seperti ini perzinaan terjadi mengingat tak tampak petugas yang berkeliling, didukung suasana yang sepi dan rimbun.

Baca juga: Indahnya Jembatan Kayu Di Pedesaan

Wana Wisata Grape sedikit berubah sejak kunjungan kami terakhir di tahun 2012. Kini ada tambahan fasilitas kolam pemancingan dan makin banyak pedagang makanan musiman serta sarana permainan anak. Selebihnya nyaris sama. Harga tiket masuknya pun masih Rp 1.000,00 per orang. Sangat murah, ya.

Fasilitas di Wana Wisata Grape ini cukup memadai. Setidaknya tersedia toilet, musholla dan tempat sampah. Di Wana Wisata ini kita bisa menikmati udara segar di bawah rimbunnya pohon jati, trembesi dan nangka.

Selain untuk piknik murah meriah, Wana Wisata Grape ini juga sering digunakan untuk kegiatan berkemah dan tentu saja outbound seperti yang telah saya ceritakan sebelumnya.
Nah, bagi yang tertarik untuk menikmati piknik asyik di Wana Wisata Grape, berikut beberapa barang yang sebaiknya dibawa: pakaian ganti, perlengkapan mandi, sandal jepit dan P3K. Tak lupa juga bawalah uang kecil untuk keperluan parkir, ke toilet dan membeli jajanan. Jangan lupa pula isi penuh baterai ponsel dan kamera serta isilah pulsa ponsel Anda. Plus bawa juga kehati-hatian yang ekstra banyak karena, sangat disayangkan, lokasi turun ke kali terbilang curam dan licin, serta jalan masuk yang masih berupa tanah yang diperkeras dengan batu-batu.

Selamat menikmati piknik asyik di Wana Wisata Grape!

Comments

  1. Waaaah asik ya Mak. Biasanya kalo k madiun, aku cuma k sun city mall
    Bukanbocahbiasa(dot)com

    ReplyDelete
  2. ayo main ke kali, mak. ada hutan jatinya juga lho. gak memgecewakan deh.

    ReplyDelete
  3. menyenangkaaan..aku blom pernah ke madiun mak..makan pecelnya sih sering huhu

    ReplyDelete
  4. main ke sini mak. dijamin puas makan pecel deh insya Alloh. :-)

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.

Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo.

Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP."

Naluri saya bekerja, apa maksudnya 'mengunci'? Ternyata betul dugaan saya, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.

Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.

Pernah si Ayah usul supaya si Mas diberi HP saja biar tidak mengusili HP orang tuanya, tapi saya tolak. Begini saja sudah bikin yang aneh-aneh, apalagi kalau punya sendiri. Lagipula bahayanya sangat besar kalau anak yang umurnya saja belum ada 7 tahun sudah punya HP sendiri.

Baca jug…