Skip to main content

Indahnya Jembatan Kayu Di Pedesaan

Jalan-jalan ke pegunungan adalah pilihan piknik yang menyenangkan. Kami sekeluarga senang jalan-jalan ke pegunungan. Hanya setengah jam saja dari rumah, kami sudah bisa menikmati segarnya alam pedesaan di pegunungan, Desa Segulung, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.

Melintasi hutan jati yang hijau, barisan ladang jagung di lereng. Dulunya ladang ini adalah hutan jati. Jatinya sudah dipanen sekarang. Sempat heran juga saya, bagaimana kalau hujan deras? Apa tidak rawan longsor?

Turun ke Seprahu, ketemu jembatan kayu ini.

Jembatan ini adalah jembatan sementara yang menghubungkan Dusun Seprahu dengan Dipo. Jembatan aslinya sudah hancur digerus banjir bandang tahun lalu. Sebetulnya ada dua jembatan sementara di situ, tapi yang satu lagi tampaknya lebih rapuh dibandingkan yang ini.

Comments

  1. Indah ya pemandangannya mbak. Adem banget liatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya. Sepertinya punya rumah di dekat kali di pegunungan itu menyenangkan. Ya walau ada resikonya juga sih tapi kayakmya seger gitu ya.

      Delete
  2. Wah saya udah 4 tahunan yang lalu ke segulung, pohon jatinya memang sudah gede2 Mbak.

    Kalau jalan kesana paling poll ke panggung ambil kayu bakar di tempat saudara :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo mbak naik lagi. Jatinya yamg dekat gerbang segulung udah ditebangi. Pas lewat sana setelah diganti tanaman jagung tu saya bingung. Lho nyasar ga nih kok brda banget. Hehe

      Delete
  3. jadi pengen ke sana, seru yaaa, ngabisin waktu duduk di tengan jembatan kayu, ada angin yang menyapa ah sudahlah hanya bisa membayangkan saja

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak boleh mas. Nanti pada ga bisa lewat hehe

      Delete
  4. hmm jadi ngebayangin
    http://hatidanpikiranjernih.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau musim hujan gini.airnya deras mbak.

      Delete
  5. Komentnya nggak nyambung ma postingan, tp videonya mmng 2 ya mb? Damar dah hapal jus 30? Hebat!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hah? Iya to? Kudu dicek dulu nih. Makasih ya lis.

      Delete
  6. masih nampak natural banget mba, sejuk sekali keliatannya pemandangannya

    @siethi_nurjanah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Pegunungan memang asyik ya mbak. Saya sih pingin punya rumah di pegunungan gitu. Etapi susah sinyal ya. Nelangsa kalo ga ada sinyal.

      Delete
  7. Replies
    1. Bukan mbak. Ini di desa. Kalo mau ke sini dari pasar pagottan ke timur,.ketemu perempatan pintu dagangan ke timur. Terus aja naiiik sampai ketemu hutan jati. Terus aja sampai ketemu gapura desa segulung. Sebelum gapura, belok kanan.ke arah dusun dipo desa segulung. Jalannya menurun banget. Hati-hati.

      Delete
  8. wow,,, indah e mbak.... memang pedesaan dan suasananya adalah wisata alam yang menyejukkan mata dan pikiran...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Tapi kadang merasa bersalah mas pas foto-foto gitu. Apalahi kalo pas ada penduduk setempat. Emamg situ turis ya? Gitu kali kata mereka. Ealaah malah suuzhon dewe. :-D

      Delete
    2. Saya juga pernah mbak. Pas foto2 pasar, pun pas hunting foto suasana sawah. Tapi tak jawab enteng. "mau masuk berita pak" haha

      Delete
  9. Saya juga pernah mbak. Pas foto2 pasar, pun pas hunting foto suasana sawah. Tapi tak jawab enteng. "mau masuk berita pak" haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Oh gitu ya mas strateginya. Bisa dicoba tuh. Makasih infonya ya mas.

      Delete
  10. Suasananya masih alami banget. Jarang-jarang ada kaya' gini di kota. :)

    ReplyDelete
  11. foto2nya teringat kampung nan jauuuhhh

    ReplyDelete
  12. jembatannya keren buat foto-foto hehehe, panjang banget jembatannya untuk ukuran jembatan di pedesaan, soalnya di desaku nggak ada yang sepanjang itu. paling panjang 5 meter.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih sudah berkunjung. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. Mohon maaf, segala komentar spam, yang berisi link hidup atau yang menyebabkan broken link serta komentar yang mencantumkan identitas tidak jelas akan dihapus.

Popular posts from this blog

Kegiatan Ibu Rumah Tangga Saat Anak Sudah Beranjak Dewasa

Disclosure: Tulisan ini merupakan artikel bersponsor


“Kamu enak, Dek, masih punya anak kecil. Anakku udah remaja, apa-apa maunya dia lakukan sendiri,” curhat seorang saudara saya.

“Mau apa nanti aku, ya, jadi ibu rumah tangga saat anak sudah beranjak dewasa?”

Saya cuma bisa nyengir saja. Sama deh, saya juga ibu rumah tangga. Beberapa tahun lagi mungkin saya bakalan mengalami hal ini juga. Banyak tuh ibu-ibu yang bercerita, dulunya si anak mau diajak ke mana-mana. Sekarang? Boro-boro diajak, anaknya aja jarang ada di rumah.

Dulu, pas repot-repotnya mengurus anak balita, kita inginnya anak kita cepat besar, biar lebih enteng. Eh, setelah anak benar-benar besar dan mandiri, kita juga kebingungan mau ngapain di rumah seharian. Istighfar.

“Ngurus Posyandu aja, Mbak,” jawab saya iseng.

Saudara saya itu tinggal di perumahan model cluster di wilayah Solo Baru, Jawa Tengah. Kota satelitnya Solo ini termasuk yang cepat berkembang. Maklumlah, Solo memang salah satu kota besar di Jawa Tengah. Pen…

Mengurus Lapor Jual Kendaraan

Siang ini saya mengurus lapor jual kendaraan ke Samsat Polres Kabupaten Madiun. Untuk apa mengurus lapor jual kendaraan? Lapor jual dilakukan saat seseorang menjual kendaraan bermotornya. Mengapa harus dilaporkan? Hal ini berkenaan dengan pajak kendaraan bermotor. Kendaraan yang telah dijual namun belum dilaporkan akan tetap dikenai pajak atas nama pemilik lama. Jika pemilik lama memiliki kendaraan lebih dari satu, sesuai Peraturan Pemerintah dikenai pajak progresif.
Kendaraan yang dikenai pajak progresif adalah mobil dan sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 250 cc. Jika seseorang memiliki kendaraan dua buah, makai dikenai pajak progresif 2% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor. Jika tiga buah, pajak progresifnya 2,5%; dan seterusnya.

Cara Menonaktifkan Fitur Talkback Pada HP Samsung Galaxy Core Duo

Ini adalah cerita cara menonaktifkan fitur Talkback pada HP Samsung Galaxy Core Duo. Minggu lalu, tiba-tiba anak saya yang kecil lapor ke saya, "Bu, talkback itu gunanya untuk mengunci HP." Naluri saya bekerja, apa maksudnya mengunci? Ternyata betul, si Mas sedang berjuang mengembalikan settingan HP ayahnya yang dia utak-atik. Sejurus kemudian, dengan muka memelas, si Mas meminta bantuan saya.Kejadian ini bukan pertama kalinya. Sudah kesekian kali si Mas bikin kecelakaan pada HP. Kecelakaannya pun bermacam-macam. Anehnya, HP ayahnya pula yang kena, padahal HP itu lebih penting daripada HP saya. Iya sih, HP saya kalah canggih jadi baru dilirik kala HP si Ayah tak ada.